Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Tsa'labah

Kisah Tsa'labah


 Biasanya Emak bercerita tentang Sahabat Nabi dengan hikmah yang baik. Namun kali ini ingin bercerita tentang sahabat lain yang menjadi asbabun nuzul turunnya surat At Taubah ayat 75-77


Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: "Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh. (75) 

Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).(76) 

Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta. (77) 

Bagaimana kisah Tsa'labah.. Kuy lah Emak cerita. 

Tsa'labah bin Hathib

Alkisah seorang sahabat bernama Tsa'labah bin Hathib yang berasal dari Bani Umayyah. Ia merupakan salah seorang sahabat yang selalu shalat berjamaah. 

Namun ada satu hal yang membuat Rasulullah selalu heran, setiap selesai melaksanakan shalat berjamaah ia selalu lari pulang sementara yang lain masih berzikir. 

Rasulullah pun bertanya dan mendapati jawaban bahwasanya saking miskinnya, ia dan istri hanya memiliki satu kain yang dipakai bergantian untuk shalat. Jadi Rasulullah pun membiarkan ia lari pulang sesaat setelah salam. 

Meminta Kaya

Suatu hari, ketika sedang duduk dengan Rasulullah Tsa'labah bertanya apakah setiap doa Rasulullah selalu diijabah Allah. Rasulullah membenarkan. 

Kemudian Tsa'labah pun meminta agar Rasulullah memintakan untuknya kepada Allah agar dirinya menjadi kaya. Spontan Rasulullah menjawab "celakalah Engkau Tsa'labah.. Harta yang sedikit tapi engkau syukuri lebih baik daripada harta yang banyak namun tak engkau syukuri".

Namun Tsa'labah berjanji ketika nantinya ia menjadi kaya ia pasti akan menepati kewajibannya. Karena terus mendesak akhirnya Rasullulah memintakan kekayaan untuk Tsa'labah. 

Ibadah Mulai Kendor

Benar saja, Tsa'labah memiliki unta dan kambing. Tampaknya ternak yang ia miliki sangat berkembang pesat. Shalat berjamaah mulai rontok satu persatu. Kebanyakan shalat mulai dilakukan sendiri. 

Namun karena masih ikut dalam shalat jumat dan kewajiban berperang  Rasulullah masih mendiamkan perilaku Tsa'labah. Akhirnya Tsa'labah harus pindah ke lembah agak keluar dari Madinah. 

Hal itu dikarenakan ternaknya semakin berkembang dan ia pun semakin sibuk. Sekarang bukan hanya shalat berjamaah yang ia tinggalkan, bahkan shalat Jum'at pun tak lagi dilakukan. 

Diminta Zakat

"Celakalah Tsa'labah" Rasulullah berkata. Kemudian mengutus sahabat untuk menarik zakat dari ternaknya yang banyak. Pergilah urusan Rasulullah kepadanya. 

Ketika sampai di hadapan Tsa'labah, ia berkilah masih akan menghitung berapa ternak yang ia miliki agar nantinya yang mengutus tau menghitung zakatnya. Ia menganjurkan untuk pergi dahulu ke peternakan lainnya. 

Sekembalinya dari mengambil zakat di peternak lain, Tsa'labah terkejut akan jumlah ternak yang akan diambil darinya sebagai zakat. Ia pun menolak sambil berkata:

"Ini jizyah.. Ini pasti jizyah.. " (Jizyah: pajak. Negara Islam tidak pernah menerapkan pajak karena merupakan bentuk kedzaliman. ) 

Para utusan pun pulang dan melaporkan pada Rasulullah. Rasulullah pun bergumam "celakalah Tsa'labah" Hingga akhirnya di sebuah kesempatan, ketika Rasulullah duduk bersama sahabat turunlah surat At Taubah ayat 75-77 di atas. 

"Celakalah Tsa'labah  ayat-ayat ini turun karenanya.. " Di saat itu duduk pula kerabat dari Tsa'labah. Pergilah ia menemui Tsa'labah untuk mengabarkan padanya bahwa telah turun ayat berkenaan dengan dirinya. 

"Celakalah engkau Tsa'labah, Allah telah turunkan ayat karenamu! " Tsa'labah pun sadar dan akhirnya membawa serta ternak untuk zakat dan meminta maaf pada Rasulullah. 

Zakatnya Ditolak

Ketika sampai dan menemui Rasulullah, Tsa'labah pun menyerahkan zakat ternak yang ia miliki. Namun Rasulullah menolaknya. 

"Maaf Tsa'labah, Allah melarangku untuk menerima zakatmu. "

Tsa'labah pun menyesal hingga meletakkan tanah di atas kepalanya. Celakalah aku. Gumamnya. 

Pada saat Abu Bakar menjadi khalifah menggantikan Rasulullah karena telah wafat, Tsa'labah pun mengantarkan zakat padanya. Tentu Abu Bakar menolaknya, "bagaimana mungkin aku berani menerima zakatmu sementara Rasulullah pun dilarang Allah".

Begitupun ketika Umar bin Khattab menjadi khalifah menggantikan Abu Bakar, Umar tak berani mengambil zakat yang diberikan Tsa'labah. 

Akhirnya Usman bin Affan pun menjadi khalifah. Senada dengan kedua Khalifah pendahulu, ia pun tak menerima zakat yang diberikan Tsa'labah hingga akhirnya Tsa'labah pun meninggal di masa kepemimpinan Usman bin Affan. 

Hikmah dari Kisah Tsa'labah

Siapapun orangnya, baik dan buruk dapat menjadi hikmah dan pelajaran bagi kita. Ada ibrah yang bisa kita ambil agar nantinya menjadi pengingat bagi hidup kita. 

1. Manusia senantiasa berjanji ketika sempit, namun ketika lapang lupa akan janjinya. Rasanya dekat sekali dengan kehidupan kita sehari-hari ketika ada orang yang meminjam uang dari kita. Ketika sempit, ia berjanji mengembalikan hutang ketika lapang. Namun ketika lapang, ia memilih traveling dan belanja daripada membayar hutang. 

2. Manusia selalu merasa kurang. Bahkan sudah tak kerap kita dengar "Andaikata seorang anak Adam -yakni manusia- itu memiliki selembah emas, ia tentu menginginkan memiliki dua lembah"

3. Manusia terlena dengan kehidupan dunia. Seringnya kita melihat orang yang semasa tak memiliki harta sangat rajin beribadah. Namun ketika sibuk mengurus harta, semakin banyak ibadah yang tertinggal. 

4. Manusia tidak pernah bersyukur. Dengan harta yang dimiliki, sedikit ataupun banyak, manusia lupa bersyukur. Bisa jadi Allah memberikan harta yang terbatas karena Allah tau ketika dititipkan harta yang banyak kita tak mampu mengembannya. Itulah hal yang harusnya kita syukuri. 

5. Manusia selalu menyesal di belakang. Memang yang namanya penyesalan tak pernah di depan. Hal inilah yang harusnya menjadikan kita berhati-hati dalam melangkah dan berucap. 

Penutup

Dari kisah Tsa'labah, kita bisa belajar banyak hal. Salah satunya untuk kerap mensyukuri harta kita walaupun sedikit. Rencana yang Allah siapkan lebih indah daripada apa yang kita minta. Terkadang kita lupa bahwa boleh jadi hal yang kita sukai tak baik bagi kita. Sementara hal yang tak kita sukai lebih baik bagi kita. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang bersyukur, Aamiin. 





blogger parenting
blogger parenting Emak anak 5. belajar terus jadi istri dan emak yang baik..

16 komentar untuk "Kisah Tsa'labah "

  1. Terkadang ada pertanyaan, kenapa Allah menolak zakat Tsa'labah yg sudah menyesal dengan perbuatannya. Namun, kembali lagi, hanya Allah dan Rasul yang tahu. Bisa jadi untuk menjadi hikmah dan contoh bagi banyak orang. Sedangkan Allah bisa jadi tetap menerima taubatnya Tsa'labah. Wallahu a'lam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dikarenakan Rasulullah tersinggung ketika Tsa'labah mengucapkan "ini jizyah.. Pasti jizyah.. " Ketika diminta zakat ternaknya.
      Padahal Allah jelas melarang pemimpin beriman menarik jizyah.

      Hapus
  2. Udah bbrp kali baca ini, tp tiap baca lagi ntah kenapa selalu deg2an ya, gimana rasanya kalau amal ibadah kita ga diterima, sedih ga tau mau gimana, smoga kita dihindari dari sifat2 yang bikin amal ibadah ditolak, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.. Ceritanya selalu jadi reminder ya bang

      Hapus
    2. Betul ka, harus selalu ada reminder untuk keteguhan iman ini. Tp klo boleh nny ya, ada rasa pnasaran yg ga diterima zakat nya aja atau smua ibadahnya kah?

      Hapus
  3. Ya Allah, sampai meninggal zakatnya gak ada yang mau terima ya...
    Naudzubillahi min dzalik, semoga kita termasuk orang-orang yang diterima setiap ibadahnya.
    Semoga harta dan rezeki kita selalu berkah

    BalasHapus
  4. Sebagaimana teman atau saudara yg bermulut manis ketika akan meminjam uang. Eh setelah dipinjamkan, saat kita perlu, mereka berubah jadi singa lapar yang balik mengaum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener. Kadang manusia lupa janji saat sudah lapang ya teh

      Hapus
  5. Kisah Tsalabah yang mengingatkan kita untuk selalu bersyukur dengan apa yang Allah berikan. Entah itu tidak berkecukupan atau memiliki harta melimpah selalu ingat pada Allah dan menjalankan setiap kewajibannya.

    BalasHapus
  6. Rasa bersyukur perlu ditanamkan sejak dini ya mbak apalagi saat ini banyak sajian fana yang terkadang membuat orang terlena dan kurang bersyukur

    BalasHapus
  7. Kadang harta yang dulu diharap-harap dan akhirnya dipunya tuh bisa banget mengubah diri kita yang dulu menjadi sosok yang baru. Kalau pesan yang sering kudengar dari kisah ini tuh ya, hartaitu nggak jarang juga jadi ujian. Begitu bukan, Mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah bener bener....
      Bukan ketakberpunyaan saja yang jadi ujian.
      Ketika sedang berlebih pun adalah ujian

      Hapus
  8. Bener banget, manusia selalu nyesel di belakang. Semoga kita dijauhkan dari perbuatan yang kaya gitu

    BalasHapus
  9. Huhuhu sedih ya .... betapa menyesalnya Tsa'labah ... kebayang, Rasulullah hingga 2 khalifah menolak zazkatnya padahal dia sudah mau memberikannya. Pelajaran berharga ini.

    BalasHapus
  10. Astaghfirullah, sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Takutnya, kita melakukan hal yang sama juga.

    BalasHapus

Jangan diisi link hidup ya kawan-kawan ☺️