Scaling Gigi

 

Scaling Gigi

Pernah mengalami gak Mak, gigi tiba-tiba tanggal padahal tidak ada caries atau lubang di gigi serta gigi nampak kokoh? Pertama-tama coba dulu ingat, kapan terakhir kali ke dokter gigi? Kedua, coba periksa.. apakah karang gigi atau tartar sudah penuh?

Apakah segitu seriusnya karang gigi itu? Mungkin itulah pertanyaan yang akan terlintas di pikiran. Untuk itu, yuk kenalan sama si karang gigi.

Karang gigi atau tartar adalah lapisan plak yang mengeras di sepanjang garis pertemuan gigi dengan gusi. Nah, bagaimana pula awal mula plak terjadi? Plak terjadi karena bertemunya bakteri dengan sisa-sisa makanan seperti protein yang membentuk lapisan licin. Lapisan licin itu bila tidak mendapatkan penanganan kebersihan lama-kelamaan akan mengeras dan menjadi tartar atau karang gigi.

Nampaknya karang gigi terlihat sepele ya karena tidak menimbulkan rasa sakit. Namun bila dibiarkan terus-menerus maka akan menimbulkan beberapa efek yang kita rasakan. 

Akibat Karang Gigi

Karang gigi yang tidak ditangani akan menimbulkan beberapa hal seperti:

1. Bau Mulut

Karang gigi adalah tempat yang nyaman untuk bakteri. Bakteri yang bertemu dengan sisa makanan kita akan menghasilkan zat asam yang menimbulkan bau. 

2. Radang Gusi

Gingivitis atau radang gusi akan terjadi salah satunya akibat karang gigi yang sudah menebal. Lalu apa yang akan kita rasakan bila gusi meradang?

- Gusi Bengkak

- Gusi Mudah Berdarah

- Gusi Lebih Gelap

- Gusi Terasa Nyeri 

Kemudian, bila terus menerus mengalami gingivitis akan menyebabkan periodontitis. Tentu saja kondisinya menjadi lebih serius.

3. Gigi Tanggal

Posisi gigi akan terancam bila karang gigi sudah terlalu banyak menempel di sepanjang garis gusi dan gigi. Maka tidak heran bila gigi tiba-tiba tanggal tanpa ada sebab nyeri.

4. Gigi Berlubang

Dikarenakan bakteri yang suka bersarang di karang gigi, akhirnya membuat gigi pun menjadi keropos dan akhirnya berlubang. Lubang pada gigi tentu akan menyebabkan sakit gigi.


Lalu apa yang harus dilakukan setelah karang gigi sudah mulai mengganggu? Scaling Gigi. Tentu saja dilakukan oleh dokter gigi.

Apa itu scaling gigi? Scaling adalah sebuah tindakan umum yang dilakukan untuk mengikis karang gigi baik dengan alat pengikis manual maupun dengan gelombang ultrasonik yang dapat mengeluarkan getaran dan menghancurkan karang gigi.

Itulah yang Emak lakukan pekan kemarin saat merasa karang gigi sudah penuh. Hiks sebenarnya Emak sudah lama sekali gak scaling karena kesibukan mengurus anak. Ditambah pandemi, banyak sekali praktek dokter yang tidak buka. 

Akhirnya bertanyalah pada dokter gigi sekaligus temen blogger. Dokter Nining Pujianti yang biasa kami panggil Kak Ning mempersilahkan Emak datang ke rumahnya. Sore itu sudah tampak gelap, ketika sampai di depan rumah Kak Ning sudah mulai rintik hujan.

Senang  ya, karena ini pertemuan pertama semenjak pandemi. Setelah ngobrol singkat, Kak Ning langsung mempersilahkan naik ke dental chair. 

"Udah lama ya gak scaling Cha?" Tanya Kak Ning. 

"Hehe iya kak.. udah banyak banget ya.." jawab Emak.

Setelah mengisi air di gelas, Kak Ning pun mulai melakukan pekerjaannya. Sekitar 30 menit selesai. Dilanjut dengan menempel sementara pada gigi yang "lepas" tambalannya.

Setelah selesai, hujan ternyata semakin deras. Lama kali bercengkrama hingga masuk waktu shalat Maghrib. Sesaat Emak shalat, Kak Ning malah masak mie goreng dan kentang goreng. Duuuh baru kali ini deh, ada dokter gigi yang masakin pasiennya. Jadi terharu.. haha

Scaling Gigi
Di Mana ada dokter masak pake jaket dokter?😂


Jadi, Emak pun bertanya sebenarnya berapa lama waktu yang pas untuk melakukan scaling. Jawaban Kak Ning adalah enam bulan. 

Jadi waktu yang ideal untuk melakukan scaling adalah enam bulan sekali agar karang gigi tidak terlalu banyak. Kalo terlalu lama membuat nyaman karang gigi menempel, akhirnya setelah discaling, ada perasaan celah gigi yang melebar. Ini emak rasakan loh.. 

Lalu apakah yang Emak rasa setelah melakukan scaling?

Gigi jadi lebih bersih, nafas juga segar karena enzim berlebih menjadi lebih terkontrol. Esok harinya saat Emak berpuasa, terasa lebih fresh. Emak langsung berpikir ada baiknya sebelum Ramadhan menyapa,   lakukan scaling  gigi  agar nyaman saat berpuasa sebulan penuh.

Ok.. begitulah cerita kita hari ini tentang scaling gigi. By the way.. udah berapa lama kamu belum scaling? Hihihi kuyyy cerita di bawah..

Scaling Gigi
Sebelum pulang kita wefie dulu ya..


KDRT

 

KDRT

 "Dia sebenarnya baik, cuma kalo lagi khilaf emang main kasar"


Begitulah sepenggal kalimat yang Emak tangkap dari pengakuan seorang istri. Setiap mendengar curhatnya selalu exhale dan inhale biar gak ikut emosi. Terbesit pengen bilang "Udahlah pisah aja.. ngapain pasangan toxic begitu kamu pertahanin.." tapi Emak tahan karena ada hati yang harus dijaga. 

Tentang KDRT

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) bila  mengacu pada UU No. 23 tahun 2004 mendefinisikan bahwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebagai perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. 

Meskipun korban KDRT biasanya perempuan dan anak, namun pelaku dan korban KDRT bisa siapa saja yang menetap dalam sebuah rumah (tinggal bersama). Apakah suami, istri, anak (kandung, tiri dan angkat), mertua, ipar, besan hingga pembantu rumah tangga. Semua berkesempatan menjadi pelaku maupun korban.

Jenis-jenis KDRT

Menurut Undang-undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), jenis kekerasan yang termasuk KDRT terbagi menjadi beberapa macam : 


1. Kekerasan Terbuka (overt)

Kekerasan terbuka atau overt termasuk kekerasan fisik yang dapat dilihat, misalnya perkelahian, pukulan, mendorong, menjambak, bahkan sampai membunuh.

Kekerasan terbuka ini bisa kita tandai dengan adanya bukti pada tubuh si korban. Yaaa persis lah seperti yang dialami teman Emak di atas. 

2. Kekerasan Psikis (covert)

Kekerasan covert lebih dikenal dengan kekerasan psikis atau emosional. Kekerasan ini sifatnya tersembunyi karena tidak menyisakan luka fisik. 

Seperti apa sih kekerasan psikis ini?

Kekerasan psikis ini berupa ancaman, kata-kata kasar, hinaan, makian, hingga kritik yang berlebih terhadap salah satu anggota rumah tangga.

"Dasar perempuan gak berguna! Bodoh! Dungu!" 

Mungkin kita biasa mendengar dialog tersebut di televisi pada sebuah scene sinetron. Nampaknya sepele, namun itu sudah termasuk KDRT.

Nampak ringan ya.. tidak berbekas pada anggota tubuh, tapi tahukah Mak? Kekerasan psikis ini dapat menyebabkan seseorang kehilangan kepercayaan diri, merasa ketakutan, merasa benar bahwa dirinya tak berdaya, hingga kehilangan kemampuan untuk melakukan sesuatu. 

Coba cek lagi, mungkin kita terbiasa jadi korban atau bahkan pelaku dari kekerasan psikis ini.


3. Kekerasan Seksual

Salah satu bentuk kekerasan lainnya adalah kekerasan seksual yang dilakukan untuk memuaskan hasrat seks berupa fisik atau pun verbal.

Kekerasan seksual berupa fisik seperti memaksa berhubungan, mencium atau meraba organ tubuh/seksual korban.

Kekerasan verbal dapat berupa komentar, julukan, atau gurauan porno terhadap korban.

4. Kekerasan Penelantaran Rumah Tangga

Ada dua jenis kekerasan penelantaran dalam rumah tangga

Yang pertama, menelantarkan anggota keluarga sementara pelaku memiliki kewajiban untuk menafkahi. Hal ini biasanya terjadi antara orangtua dengan anak, atau suami dengan istri. 

Kedua, memanfaatkan atau eksploitasi anggota keluarga, memaksa bekerja atau mengambil paksa harta anggota keluarga yang menjadi korban. Misalnya memaksa anak di bawah umur bekerja, mengemis, atau mengambil paksa harta istri.

Dilansir dari situs kompas dotcom, Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hening Widyastuti, menjelaskan bahwa kekerasan itu bisa disebabkan atas banyak faktor. Hal paling dominan adalah faktor ekonomi dan perasaan cemburu.

Tapi, yang buat kita heran kan Mak.. kenapa sih masih aja korban bertahan hidup dengan pasangan yang selalu melakukan KDRT. Padahal gak jarang KDRT berakhir pada pembunuhan. Ngeri gak sih? 

Beberapa Alasan Korban Bertahan dalam KDRT

1. Bucin

Yang satu ini memang sulit untuk diberi advice agar meninggalkan hubungan berisiko seperti KDRT. Untuk alasan cinta terkadang banyak istri yang menutup mata atas perlakuan kasar yang ia terima.

2. Tidak Bersosialisasi

Kebanyakan para istri yang menjadi korban KDRT diam karena mereka tidak punya dukungan dari sekitar. Biasanya mereka adalah perempuan yang selalu tertutup di dalam rumah. 

3. Finansial

Mengapa tidak mengakhiri hubungan? Kebanyakan memang adalah ibu rumah tangga yang menggantungkan kehidupannya pada sang suami. Para istri tersebut bisa saja ingin merdeka, namun kembali bingung harus hidup dengan uang dari mana.

4. Hak Pengasuhan Anak

Karena jobless, tidak punya penghasilan, maka para istri takut hak asuh anak tidak akan mereka dapatkan. Dengan kata lain banyak istri bertahan karena anak mereka. 

5. Tak Selalu Terjadi Kekerasan

Para korban persis seperti seorang teman di atas. Merasa bahwa suami tak selalu kasar. Hal tersebut akan  sesekali terjadi. Makanya mereka selalu bertahan dan menutup mata ketika terjadi kekerasan.

6. Takut

Alasan terakhir kenapa banyak istri yang diam alias tidak speak up karena takut. Takut suami akan murka dan melakukan hal yang lebih parah lagi. 

Sedangkan dari sisi pelaku, apa sih yang menyebabkan seseorang menjadi pelaku KDRT?

Taukah Mak, Menurut Jesse Prinz Ph.D, profesor dari City University of New York yang mempelajari tentang persepsi, emosi, dan kebudayaan manusia mengungkapkan 90 persen pembunuhan yang terjadi di dunia dilakukan oleh laki-laki.

Nah.. apa faktor penyebabnya seseorang menjadi pelaku KDRT?

1. Salah Asuh

Dalam budaya yang diciptakan dalam sebuah keluarga tak jarang adanya perbedaan antara asuhan anak lelaki dan perempuan. Hal ini menciptakan sebuah pemahaman di alam bawah sadar pelaku bahwa dirinya lebih superior dibanding perempuan (istri).

2. Trauma Masa Lalu

Tak jarang, pelaku kekerasan dalam rumah tangga dulunya adalah seorang anak dari pelaku KDRT. 

Di masa kecil, bisa saja ia benci melihat perilaku ayahnya yang melakukan KDRT terhadap ibunya. Namun di masa mendatang ternyata yang terjadi adalah pengulangan kesalahan yang sama.

3. Tayangan 

Seringnya menonton kekerasan dalam sebuah media mengakibatkan seseorang menjadi pelaku KDRT. Terkadang hal ini tidak disadari. Namun alam bawah sadar mencatat apa yang selalu ia saksikan.

4. Lingkungan

Lingkungan sekitar pun memiliki andil dalam membuat seseorang menjadi pelaku KDRT. Orang yang tinggal di lingkungan penuh kekerasan memiliki resiko lebih besar untuk menjadi pelaku KDRT.


Setelah membaca artikel ini, semoga kita semua bisa terhindar dari KDRT, baik menjadi korban maupun pelaku. Aamiin..

Yuk cerita di komentar, mungkin pernah tau tentang kasus KDRT di lingkungan atau malah menjadi korban. Yuk speak up!



Menghadapi 2021

 

Menghadapi 2021

Alhamdulillah 2020 sudah dilalui dengan penuh semangat. Kali ini Emak bisa berucap sukses melewati 2020 dengan optimis. Bila flash back kembali ke belakang, tentunya 2020 adalah tahun berat yang penuh dengan ketidakpastian. 

Dimulai dari Januari yang dijalani masih dengan terapi anak yang nomer 3 dengan TB paru. Lalu kemudian masih harus bolak balik ke rumah sakit meski di tengah pandemi. Pandemi melibas seluruh sendi kehidupan banyak orang, termasuk Emak yang akhirnya banting setir membuka usaha "belanja" untuk rekan yang stay at home ataupun yang sedang isolasi mandiri saat positif covid 19.

Pertengahan tahun, kami terpaksa pindah karena si adik yang tinggal dengan ibu harus pindah mengurus lahan di kampung. Pindah ke rumah baru, suasana baru, ternyata berimbas pada semua hubungan termasuk hubungan dengan suami yang sepertinya mengalami penyesuaian.

Lanjut lagi, belum sebulan si anak nomer 3 selesai dengan terapi TB paru nya, kemudian lanjut pengobatan pertusis karena tertular adiknya. Otomatis Emak siaga mengobati pertusis 3 anak sekaligus. Nomer 3, 4 dan 5. 

Alhamdulillah selesai semua. Dan akhirnya 2020 ditutup dengan hati yang gembira. Apakah tantangan 2021 akan lebih mudah? Mungkin tidak juga, karena pandemi belum berakhir. Malah beberapa rekan dan sahabat semakin banyak yang harus isolasi mandiri bahkan tak jarang yang harus dilarikan ke rumah sakit karena keadaan semakin memburuk.

Strategi apa yang harus Emak lakukan untuk menghadapi 2021 yang kabarnya virus semakin ganas karena sudah bermutasi?

1. Mempersiapkan Keadaan Terburuk 

Semakin ke sini, Emak semakin sadar bahwa penyakit adalah ketentuan. Terkadang seketat apapun Emak berusaha menjalankan 3M dan hidup sehat, bila telah tertulis di Lauh Mahfuz bahwa Emak ditakdirkan akan sakit, maka akan sakit juga. 

Bukan apa-apa, beberapa teman yang terkena covid 19 yang Emak tau, adalah mereka yang disiplin dan peduli dengan hidup sehat. 

Emak sudah merencanakan apa jalan yang akan diambil ketika Emak atau salah satu anggota keluarga ada yang terkena penyakit satu ini. Anak-anak pun sudah diberi pengetahuan tentang pentingnya menjaga aturan di tempat umum. Seenggaknya mereka sudah diberitahu untuk tidak memegang fasilitas umum karena rawan perpindahan kuman.

2. Menjaga Kesehatan

Selain 3M, ada satu M lagi yang Emak terapkan ke anak-anak. Yakni Makan makanan yang bergizi. Plus tidak makan sembarangan. Emak membatasi anak makan makanan di luar. Lebih banyak makan makanan homemade. Membatasi zat tambahan pada makanan seperti pewarna, pengawet, MSG dan pemanis.  

Imun booster satu lagi yang diterapkan adalah puasa sunnah Senin Kamis. Belakangan ini Emak terapkan untuk menyambut Ramadhan yang akan masuk di bulan 4, sekaligus menaikkan imunitas, insyaAllah. Berpuasa juga membuat anak membatasi makanan tak sehat.

3. Meneruskan Kebiasaan Positif

Mungkin goals 2020 ada yang belum dicapai atau malah sudah tercapai, tidak ada salahnya tetap dilakukan dengan full semangat. Bagi Emak, menulis minimal sepekan sekali akan menjadi sebuah kebiasaan yang akan terus dilanjutkan. 

Kebiasaan positif yang kita lakukan diharapkan menular ke orang lain. Asyiknya lagi, kebiasaan positif yang kita lakukan bisa membawa dampak positif ke diri sendiri tentunya. Misalnya, tidak merasa jenuh meskipun PSBB akan dilakukan entah sampai part ke berapa.

4. Menciptakan New Habit

Kurang dari sebulan, atau tepatnya 21 hari adalah waktu yang dibutuhkan untuk menciptakan kebiasaan baru (setidaknya begitulah menurut penelitian). Namun tak jarang harus lebih dari itu, bila kebiasaan baru yang kita terapkan adalah kebalikan kebiasaan buruk kita. 

Misalnya, ingin membuat kebiasaan bangun pagi karena kita adalah orang yang selalu kesiangan. Tentu hal ini dibutuhkan effort lebih dari sekedar 21 hari. 

Kebiasaan baru yang positif di 2021 yang bisa dibuat, (khusus Emak) antara lain:

1. Belanja tanpa kresek.

2. Bangun pagi tak lupa mengingat berkah yang Allah beri.

3. Menahan omelan ketika melihat anak melakukan kesalahan.



5. Berserah setelah Berusaha

Tantangan di 2021 tentu gak akan semakin mudah. Maka usaha maksimal adalah langkah yang harus kita lakukan Mak.. setelahnya maka berserah akan hasil yang akan kita capai. Percayalah bahwa yang terpenting adalah sebuah proses, bukan hasil akhir. 

Jangan khawatir, biasanya usaha kita berbanding lurus dengan hasil. Namun bila ternyata tak seperti yang kita harapkan, masih ada satu hal yang tak kalah penting. Yakni pengalaman. 


Oke, itulah beberapa tips Emak untuk menghadapi tahun 2021. Tak lupa Emak berdoa agar tahun ini, segala harapan dan doa kita dikabulkan. Semoga kita berhasil melewati semua badai dan juga kesulitan. Semoga kita kembali terlahir menjadi insan yang lebih kuat lagi menyongsong 2022. 

Keep strong and stay healthy ya...


Oh ya, kalo kamu tips apa yang bisa kamu bagi ke Emak untuk menghadapi 2021 ini?


Uniknya SATURDAYS OPTIK

Uniknya Saturdays optik


Kacamata sekarang ini bukan hanya sekedar kebutuhan orang yang memiliki gangguan penglihatan seperti kabur namun juga sudah menjadi kebutuhan atau lifestyle sehari-hari bagi kaum milenial.

Memilih dan menemukan kacamata  yang tepat dan pas sesuai dengan keinginan itu memang perlu perjuangan. Tidak mudah dan bahkan terkadang juga bisa membuat kita bingung untuk membeli dan menentukan pilihan kira-kira mana yang paling bagus dari sekian banyak model dan bentuk kacamata. Untuk saat ini, yang namanya kacamata memang tidak hanya digunakan oleh orang-orang yang ada masalah dengan indera penglihatan mereka saja. Akan tetapi juga sudah banyak yang menggunakannya sebagai pelengkap fashion untuk membuat tampilan menjadi lebih menarik dan nyentrik. 


Ngomong-ngomong soal kacamata dan optik, jika kamu tinggal di kawasan DKI Jakarta pastinya sudah tidak asing dengan yang namanya optik SATURDAYS. Mungkin bagi orang yang baru pertama kali mendengar optik ini akan bingung kenapa namanya bisa SATURDAYS? tidak seperti optik-optik lain yang ada di Indonesia pada umumnya. Menurut penuturan dari owner SATURDAYS yakni Rama Suparta memberikan alasan kenapa namanya SATURDAYS. Karena memang mereka ingin memberikan kesan yang berbeda dari kebanyakan optik lain yang ada di Indonesia. lalu apa saja keunikan yang dimiliki oleh SATURDAYS? Berikut ini adalah penjelasannya: 


1. Di SATURDAYS kamu bisa mendapatkan layanan yang unik dan menarik. Berbeda dengan optik lain yang ada di Indonesia. di SATURDAYS kamu akan mendapatkan optik yang memiliki nuansa layaknya cafe. Jadi untuk kamu yang sedang menunggu proses pembuatan kacamata bisa sambil menikmati makanan dan camilan yang ada dan disediakan oleh SATURDAYS. 

2. SATURDAYS memiliki layanan Home Try On / HTO yakni layanan pesan kacamata yang bisa diantar ke rumah langsung. Jadi bagi kamu yang sibuk, layanan ini bisa menjadi alternative yang tepat buat kamu. 


3. Di SATURDAYS kamu bisa menikmati layanan optik dengan nuansa café yang sangat menarik dan tentunya juga tidak membosankan. Kenapa? Untuk menarik minat para pengunjung pemilik SATURDAYS menggandeng salah satu produsen cookies yang cukup ternama di Jakarta yakni Douglabh. Di atas adalah beberapa keunikan yang dimiliki oleh SATURDAYS. lalu bagaimana dengan review produknya? Kamu penasaran? Berikut ini penjelasannya: 


1. Di SATURDAYS kamu bisa mendapatkan kacamata dengan model dan bentuk frame yang sangat unik dan menarik. Tidak hanya untuk laki-laki saja namun juga tersedia banyak pilihan untuk wanita. Jadi tidak heran kenapa SATURDAYS selalu ramai dengan pengunjung. 

2. Produk SATURDAYS sudah banyak digunakan oleh public figure Indonesia. seperti contohnya adalah Sandiaga Uno serta Danang Darto. 


Dengan beberapa penjabaran dan penjelasan di atas, apakah kamu tertarik untuk berkunjung langsung ke SATURDAYS atau mungkin ingin membeli kacamata dengan menikmati layanan HTO dari mereka? Tenang saja, bagi kamu yang tinggal di luar Jakarta. Kamu tidak perlu repot dengan masalah ongkir. Karena SATURDAYS menyediakan layanan gratis ongkir ke seluruh Indonesia tanpa syarat apapun. Sangat menarik bukan? 


Dengan berbagai macam pilihan dan model kacamata yang sangat unik dan menarik, untuk saat ini mungkin kamu bisa dengan mudah mencari referensi dan bagaimana caranya bisa tahu kira-kira kacamata seperti apa yang cocok untuk bentuk muka dan bentuk wajah kamu. Tetapi jika kamu mencari kacamata terbaik dan memiliki kualitas yang tidak perlu diragukan lagi, kamu bisa memilih optik SATURDAYS sebagai tujuan akhir kamu. Pilihan dan model kacamatanya ada banyak sekali. Disisi lain harganya juga sangat terjangkau dan tidak membuat kantong bolong. 


Oh ya, jangan lupa kunjungi Instagram Saturdays optik di https://www.instagram.com/saturdays.id 

Tips Merawat Kulit Bayi

Tips Merawat Kulit Bayi


Semua orang tau ya kan Mak kulit bayi itu lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa. Tapi gak semua tau kalo ternyata kulit bayi itu lebih mudah kehilangan kelembaban dibanding orang dewasa. 

Kenapa ya?

Jawabannya ada pada corneocyte (sel-sel di kulit yang menyimpan air) yang lebih kecil dan sedikit dibanding orang dewasa. Lalu bagaimana seharusnya ya Mak merawat kulit bayi?

Tips Merawat Kulit Bayi

1. Kebutuhan Cairan Bayi

Mak harus memenuhi kebutuhan air yang cukup untuk bayi. Bila bayi di bawah 6 bulan, artinya Emak harus cukup memberi ASI dalam 24 jam. Namun bila bayi sudah lebih dari 6 bulan, kebutuhan airnya bisa ditambah dengan air putih dan juga makanan yang mengandung banyak air seperti buah.

Sudah tau donk ya, tubuh yang terhidrasi akan cukup untuk menghidrasi kulit juga. Sebaliknya, tubuh yang kekurangan cairan akan membuat kulit juga semakin kering. 


2. Memandikan Bayi Tidak Lebih dari 15 Menit

Mandi terlalu lama bisa menghilangkan minyak alami pelindung kulit. Hindari juga untuk memandikan bayi menggunakan air yang terlalu hangat. Sebaiknya memakai air suam-suam kuku.

3. Gunakan Pelembab Sehabis Mandi

Siapa bilang pelembab hanya untuk orang dewasa? Mungkin kita tidak menyadari ya Mak, bahwa produk bayi sebenarnya memiliki bahan pelembab. 

Namun, bahan pelembab seperti apa yang terbaik untuk bayi?

Pelembab yang baik mempunyai tiga fungsi, yaitu:

1. Untuk menjaga cadangan air di kulit.

2. Dapat menarik air.

3. Untuk mengisi cadangan air di dalam corneocyte.


Selain itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memakai pelembab. 

1. Waktu untuk menggunakan pelembab. 

Waktu terbaik untuk menggunakan pelembab adalah segera setelah mandi. Kira-kira 3 sampai 5 menit setelah mandi. Namun untuk yang memiliki masalah kulit seperti diaper rash, dapat mengaplikasikan pelembab sesering mungkin. 

2. Kondisi kulit saat mengoles pelembab.

Sebaiknya ketika mengoleskan pelembab kulit dalam keadaan baru dibasahi. Bila bayi tidak sedang habis mandi, basahi sedikit kulitnya dengan air agar kulitnya semakin terhidrasi sebelum memakai pelembab. 

Tentang Diaper Rash dan Kulit Sensitif

Tau kah Mak? Bila 7-35 persen bayi mengalami diaper rash / ruam popok. Dan kondisi ini biasanya dialami oleh bayi di rentang usia 9-12 bulan. 

Eh tapi bukan berarti bayi baru lahir tidak pernah mengalaminya. Anak Emak hampir semua pernah mengalami diaper rash ketika usia new born. Rasanya tentu sedih sekali. Dan tak jarang dikaitkan dengan alergi pada bayi. 

Tips Menghindari Diaper Rash

1. Jangan gunakan diaper terlalu ketat atau longgar.

2. Gunakan diaper yang sudah memiliki dermatologi test. 

3. Perhatikan cara penggunaan dan segera ganti setelah penuh.

4. Segera ganti popok setelah pup, lalu basuh pantat bayi menggunakan sabun.

5. Sebelum memakai popok wajib memakai pelembab.

6. Gunakan skin care, salah satunya adalah Vaseline Repairing Jelly Baby.

Vaseline repairing jelly baby

Kelebihan Vaseline Repairing Jelly Baby

Vaseline repairing jelly baby teruji secara klinis oleh dokter anak, berfungsi sebagai:

1. Memberi perlindungan ruam popok/diaper rash.

2. Mengatasi kulit kering dan terkelupas.

3. Mengurangi biang keringat.

4. Mempercepat regenerasi kulit pada area kulit yang disunat atau pun sel kulit baru di sekitar tali pusar.

5. Melembabkan bibir bayi.

6. Meredakan eczema.

7. Dapat menjadi kering pijat yang lembut.

Manfaat Vaseline baby


Nah Mak, sudah tau kan manfaat Vaseline repairing jelly baby? Ssssst.. bahkan Emak juga pake loh ketika kulit wajah terasa kering/kasar. Hasilnya? Luar biasa menghidrasi.

Kalau kamu Mak? Bagaimana caramu merawat kulit bayi?


Manfaat Vaseline repairing jelly baby






Tips StayCation saat Pandemi

 

Tips Staycation Saat Pandemi

Semenjak pandemi selalu ada perasaan was-was ketika ingin berlibur ke tempat yang jauh apalagi hingga sampai memakai transportasi udara. Selain ribet harus mengurus surat kesehatan, juga masih agak tricky dengan penularan covid 19.

Rasa bosan pun akhirnya menghinggapi kita karena kekurangan waktu berlibur. Tak pelak akhirnya daripada di rumah, mendingan liburan tipis-tipis dengan menghabiskan waktu di hotel atau biasa disebut staycation.

Bagi Emak anak Lima seperti saya, sebenarnya liburan itu hanya ajang perpindahan mengurus anak. Namun rasa bahagia akan menyelimuti ketika melihat anak bermain sepuasnya di tempat liburan. Meskipun akhirnya ketika pulang ke rumah badan terasa capek-capek, tapi kepuasan hati bisa mengimbangi rasa lelah.

Sudah hampir di penghujung tahun, anak-anak juga akan segera liburan menyambut semester baru sekolah tahun depan. Rasanya sedih juga karena sudah lama tidak mengajak pergi ke mana-mana. Setelah dipikir-pikir sebaiknya staycation saja di kota. Cari hotel yang bisa membuat kebersamaan kami semakin hangat. 

Rasa was-was pasti ada karena pandemi belum berakhir tapi Emak punya beberapa tips yang bisa dipakai bila nanti liburan staycation dengan anak. 

Tips Staycation Saat Pandemi

1. Cari Hotel yang Menerapkan Protokol Kesehatan

Ini yang paling penting Mak! Usahakan kita mencari tahu dulu, hotel mana yang menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Jangan sampai ketemu deh, hotel yang masuk ke lobby nya saja tidak diperiksa. Pegawai tidak memakai perlengkapan seperti masker dan faces shield. Apalagi sampai tidak diperiksanya pengunjung dengan thermo gun. 

2. Memakai Perlengkapan Protokol Kesehatan dan Membawa Sendiri Hand Sanitizer

Selain pihak hotel harus disiplin, kita sebagai tamu juga wajib mengikuti protokol kesehatan dengan baik. Pakailah masker dan face shield. Bawalah sendiri hand sanitizer yang kita punya meski nanti di tiap sudut hotel ada hand sanitizer atau wastafel untuk mencuci tangan.

3. Cermat Menggunakan Fasilitas Hotel

Biasanya fasilitas Hotel adalah salah satu alasan kita memilih sebuah hotel untuk dijadikan tempat kita stay cation. Anak-anak biasanya tertarik dengan kolam renang hotel. Tapi sebaiknya gunakan di saat jam-jam sepi pengunjung. Biasanya pagi hari saat pengunjung hotel masih males-malesan untuk beranjak dari nyamannya tempat tidur.

Biasanya para ayah tertarik dengan fasilitas olahraga di gym hotel. Selain membawa hand sanitizer pribadi, boleh juga membekali diri dengan antiseptik semprot yang bisa dipakai saat ingin memakai salah satu perlengkapan olahraga di hotel

4. Tetap Ingatkan Anak akan Protokol Kesehatan

Biasanya, sebelum berangkat kita selalu membekali anak dengan pengetahuan dan juga peringatan akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Namanya juga anak-anak, sesekali mereka akan lupa bila dilepas di tempat umum. Upayakan untuk tetap mengingatkan mereka berulang kali akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

5. Sesuaikan Budget

Namanya juga masih di masa pandemi. Hal yang lumrah bila kita menjaga cashflow keuangan rumah tangga. Jangan lupa saat liburan sebaiknya sesuaikan dengan budget yang memang sudah kita siapkan. Sebagai Emak yang cerdas, tentunya harus memakai dana yang memang dialokasikan untuk refreshing seluruh anggota keluarga.  Jangan sampai memakai dana darurat ataupun uang dapur. Bahaya Mak.. hihi.


Overall, sekian tips dari Emak ketika akan stay cation saat liburan nanti ya. Jangan lupa tetap jaga kesehatan agar liburan dijalani dengan hati gembira karena badan yang vit. Selalu terapkan protokol kesehatan juga ya di mana pun berada. 


Cerita KTD-ku

blogger parenting.com

 

 "Adek pusing, mual.. kayaknya asam lambung naik nih.. beli obat lah yank..." kataku pada suami.

"Adek kan masih menyusui, apa ada obat asam lambung yang aman?" Tanyanya kembali.

"Udah, tanya aja apoteker" jawabku sembari menyusui bayi sepuluh bulanku yang tak lain adalah anak ke empat.

Kemudian suami keluar rumah membeli apa yang aku pesan. Sambil menunggunya sempat tertidur sekitar 5 menit.  Saat itu masih pagi, anak-anak baru saja diantar suami ke sekolah. 

"Dek.. ini coba dulu" katanya menyerahkan satu kemas alat uji kehamilan. 

"Kan adek bilang obat asam lambung. Kok testpack?" Kataku marah sambil melotot. 

"Dicoba aja dulu.. Abang belum ketemu obat yang aman.."

"Iiih adek kan masih menyusui, lagi pun belum pernah haid semenjak nifas. Mana lah mungkin hamil.." kataku lagi.

Akhirnya aku ke kamar mandi setelah berulang suami menyuruh mencoba. Aneh betul, pikirku. Aku kan belum mengalami satu periode menstruasi pun semenjak melahirkan si anak nomer empat. Mana mungkin aku hamil. 

Keluar dari kamar mandi, wajahku kesal. Merah karena marah. Kenapa bisa dua garis yang tertera di benda kecil itu. Suami yang belum tau apa hasil yang terdapat pada alat uji kehamilan tersebut semakin bingung dengan sikapku. Apalagi saat aku menatap tajam padanya. 

"Kenapa?" Tanyanya.

"Semua gara-gara Abang.. kan adek bilang beli obat asam lambung, kenapa Abang beli testpack?" 

"Hasilnya apa?" Tanyanya kembali.

"Pokoknya adek gak mau hamil!"

"Astaghfirullah.. istighfar Dek.." 

Aku berlalu ke kamar menangis. Kenapa aku hamil? Kok bisa hamil? Masih sambil sesenggukan melihat si bayi nomer empat masih tertidur. Bayangkan, punya anak empat saja jauh dari rencanaku. Kini aku harus mengandung anak kelima? Sungguh berat sekali kenyataan ini. Ditambah saat itu kondisi keuangan kami sedang tidak stabil. Anakku yang lain pun masih terhitung kecil-kecil. 

Ternyata baru aku sadari, pemahamanku selama ini termasuk mitos yang berkembang di masyarakat. Dikatakan bila masih aktif menyusui maka akan terjadi KB alami yang bisa membuat ibu menyusui tidak akan hamil. Apalagi bila ibu tersebut belum mendapatkan siklus menstruasi sejak nifas. 

Memang mitos ini bisa jadi fakta asalkan terpenuhi 3 syarat yang ternyata aku tak ketahui. Menyusui sebagai KB alami disebut juga metode amenorrhoe laktasi atau lactation amenorrhoe method. Apa sih syarat agar menyusui bisa jadi KB alami?

1. Ibu belum mendapat siklus menstruasi sejak melahirkan.

Yang ini memang sudah terpenuhi. Hingga sadar bahwa telah hamil, aku juga belum pernah menstruasi.

2. Hanya efektif di usia bayi 0-6 bulan.

Hikssss.. ini nih yang ter-skip dari pengetahuan Emak. Selama ini aku cuma termakan mitos "asal tak menstruasi berarti tidak hamil".

3. Jeda bayi menyusui tidak lebih dari 4 jam.

Karena umur anak ke empat sudah lebih dari 6 bulan, otomatis sudah mulai MPASI. Terkadang saat tidur malam, pernah sesekali terjeda menyusui hingga 5 jam. 

Misalnya, saat mau tidur jam 8 malam, terakhir menyusui di jam 8 malam. Seharusnya sebelum jam 12 malam, setidaknya aku menyusui si kecil. Namun terlewat hingga ke jam satu dini hari. Nah.. celah ini nih yang bisa membuat metode amenorrhoe tak lagi efektif.

Syarat metode amenorrhoe laktasi


Apakah kemudian setelah menangis di kamar, aku terima kehamilan dengan ikhlas? Gak. Sempat terjadi yang namanya KTD. Alias Kehamilan Tidak Diinginkan. 

Senada dengan data studi dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) di 12 kota dari tahun 2000-2011 menunjukkan bahwa 73-83 persen wanita yang ingin aborsi adalah wanita menikah karena kegagalan kontrasepsi. Rasanya studi ini mewakili aku banget karena sejak kehamilan kedua hingga ke empat, semuanya dikarenakan kegagalan kontrasepsi. Meskipun pada kehamilan sebelumnya aku tidak pernah mengalami KTD. 

Kemudian di suatu siang, ada sebuah chat dari seorang teman. Aku membatalkan janji untuk bertemu karena sedang mual. Di saat itulah ia memberikan selamat sembari berkata, "MasyaAllah..kamu bener-bener banyak diberi berkah oleh Allah.. aku yang ingin punya anak kembali belum mendapat amanah itu.. sementara kamu sudah akan diberi lima.." 

Deg! Saat membaca chat yang ia kirim berkelebat tentang banyaknya teman yang masih menunggu diberi momongan hingga bertahun lamanya. Bahkan adikku sendiri belum juga dikaruniai satu anak pun meski sudah hampir 8 tahun menikah. Bayangan kufur nikmat menghantui berganti menjadi sadar akan rezeki yang Allah telah titipkan.

Setelah sadar dengan kekhilafanku, akhirnya bisa menjalani kehamilan dengan nikmat. Anak-anak, mulai dari si sulung hingga nomer tiga yang saat itu berusia 8, 6 dan 5 tahun mulai mengerti membantu pekerjaan rumah. Bahkan di saat aku sedang kehabisan tenaga, anak lelakiku yang berumur 5 tahun itu sudah bisa memasak telur dadar untuk makan siangnya. Duh sungguh terharu. 

Tidak ada kesulitan yang berarti saat kehamilan ke lima ini. Oh ya, aku masih saja tetap menyusui bayiku meski sedang hamil. Juga tidak ada kendala kecuali puting yang sering lecet. Bagi ibu yang menjalani breastfeeding while pregnant pasti tau banget rasa sakit dan perih saat si kecil menghisap payudara. Suami yang sering melihatku kesakitan saat menyusui sempat menyarankan agar aku menyapih saja si kecil. Namun aku tidak tega. Bayi mungil yang belum genap setahun itu membuatku merasa bersalah. Biarlah sakit kurasa, asalkan ia tetap nyaman meski ada calon bayi di rahimku. Aku juga tidak ingin ada sibling rivalry sejak dini. Karena nantinya anakku yang keempat akan genap setahun setengah saat memiliki adik. Tentu ia masih memiliki hak 6 bulan lagi menyusui. Sejak hamil aku pun bertekad akan melakukan tandem nursing saat adiknya lahir.

Akhirnya tiba lah sembilan bulan kehamilan. Aku tak ingin bertanya pada dokter saat memeriksakan kehamilan, apa jenis kelamin anak kami. Karena yang aku butuhkan hanya info berat badan janin dan letak bayi yang sudah sesuai. 

Di hari-hari menunggu kelahiran aku sempat terpikir bagaimana bila si kecil lahir di rumah karena di trisemester akhir aku sering merasakan Brixton Hicks. 

Saat itu Ramadhan ke 13. Aku masih berpuasa bagaimana selayaknya orang sehat yang normal. Masih juga menyusui anakku yang keempat. Sehari sebelumnya, kontraksi palsu sangat menyiksa. Namun tetap tidak memeriksakan ke bidan terdekat karena belum keluar tanda akan bersalin. 

Menjelang Ashar, setelah menidurkan bayi aku beranjak akan bersiap shalat. Rasa sakit membuatku berhenti dan mengatur pernafasan. Anak lelaki yang baru terbangun melihatku meringis menahan sakit bertanya, 

"Mama kenapa?" 

"Bangunkan kak Cheryl ya.." pintaku padanya untuk membangunkan si sulung.

Keduanya kuberi perintah mencuci perlak besar yang lama tak terpakai. Kukatakan sebagai persiapan manatau beneran adiknya lahir tanpa mengeluarkan tanda apapun. Sementara aku masih mencoba memencet beberapa tombol pengisian token listrik. Anak-anak pun menjemur perlak. Seluruh nomer belum selesai diinput, perlak belum lagi kering, tiba-tiba rasa sakit diiringi mengejan tanpa sadar (spontan).

Kuberi aba-aba agar si sulung sigap meletakkan perlak di atas tempat tidur, sementara si anak nomer tiga tadi memanggil tetangga. Aku pun menelpon suami, mengabarkan akan melahirkan. Ia terkejut. Tetangga kuminta untuk memanggil bidan terdekat. 

"Ma.. tidak mau minum dulu?" Tawar si sulung ketika aku hendak mengejan. Ya Allah lupa kalo aku masih berpuasa. Aku mengangguk. Sehabis minum, gelombang kontraksi datang dengan kuat, aku mengatur posisi melahirkan crawling karena tanpa bantuan. 1,2,3 Alhamdulillah bayi keluar.

"Ya Allah udah lahiran? Bude, tetangga masuk ke kamar jadi kebingungan karena suara bayi sudah terdengar. 

"Aduh, bude bingung, apa yang harus dilakukan" katanya.

"Bude, tolong pegang bayinya ya.. biar saya balik badan. Mau inisiasi menyusui" pintaku.

Setelah itu beberapa tetangga kanan dan kiri membantu memasak air untuk persiapan bidan membersihkan aku dan bayi. Ada yang beberes rumahku, ada yang menyuapi si nomer 4 ketika baru terbangun. 

Salah satu tetangga yang tau anakku berpuasa, mengajak buka puasa di luar bersama mereka mulai yang nomer 1 hingga nomer 3. 

Setelah bidan datang dan menyelesaikan tugasnya, suami pun datang bersama kakak iparku. 

Sore itu, sore paling kukenang di hidupku karena banyaknya tetangga yang peduli dan membantu. 

Apa yang harus dilakukan saat terjadi KTD?

1. Cerita ke Orang yang Peduli

Tumpahkan semua keluh kesah kita ke orang terdekat yang memang peduli. Hindari berkeluh kesah di medsos karena akan mengundang banyak pro kontra. Ketika ada orang yang kontra kita akan semakin tertekan. Percayalah sesungguhnya kita hanya butuh mengeluarkan unek-unek yang ada di hati kita.

2. Tumbuhkan Rasa Syukur

Coba ingat-ingat siapa di sekeliling kita yang belum punya keturunan. Atau ingat-ingat lagi ketika ada teman yang curhat tentang perjuangannya mendapatkan momongan. InsyaAllah hal ini akan menumbuhkan rasa syukur kita. 

3. Minta Bantuan Suami

Ketika terjadi kehamilan yang tidak diinginkan, mintalah bantuan suami untuk membangun rasa kepercayaan diri kita bahwa kita mampu mengemban amanah ini. 

Pasangan adalah orang yang paling berpengaruh terhadap mood yang kita punya. Maka tidak ada salahnya untuk mencari bantuan darinya.

4. Ingat Hal ini

Ingat hal ini: tidak ada ujian yang tidak sanggup kita emban. Karena Allah akan selalu memberikan kita ujian sesuai dengan kekuatan yang kita punya. Percayalah pada kekuatan diri kita yang sudah diamanahi atau dipercaya.

Apa yang harus dilakukan saat hamil tidak diinginkan


Nah, bila ingin tau lebih banyak tentang Kehamilan yang Tidak Diinginkan  boleh baca di web The Asian Parent. Karena The Asian Parent adalah situs web parenting terpercaya. Banyak sekali artikel tentang parenting dan pengasuhan. 



Total Pageviews