Tips Nyaman Tinggal dengan Orangtua


Setelah sebelumnya kita membahas Tips Nyaman Tinggal dengan Mertua, sekarang kita akan membahas tips nyaman tinggal dengan orangtua.

Yap, sama dengan alasan tinggal dengan mertua, beberapa orang punya alasan kenapa harus tinggal dengan orangtua. 
Seperti aku, ketika menikah kami langsung hidup menjauh dari orangtua. Genap sepuluh tahun berpisah kini harus tinggal dekat dengan mama kembali. Kali ini karena mama tinggal sendiri. Adik yang biasa tinggal bersamanya harus pindah ke lain kota karena beberapa alasan.

Canggung?
Jelas donk karena biasanya kita jauh dari orangtua. Pengasuhan anak bebas dari intervensi. Meski gak satu atap, tapi tinggal bersebelahan jelas membuat sedikit banyak perubahan di rumah tangga. 

Sama seperti tips sebelumnya, kali ini Emak akan membagi tips menjadi dua juga. Untuk anak perempuan dan anak laki-laki yang tinggal bersama orangtua. 

Tips ini dibuat agar kita dan pasangan bekerja sama dalam menciptakan suasana rumah tangga yang tetap kondusif. Oke... 
Yuk kita mulai..


Tips untuk Anak Perempuan

Bila seandainya kita hidup bersama orangtua kita, baiknya kita bersikap:

1. Menjaga Nama Baik Suami
Bukan berlebihan atau terlalu cinta namanya. Karena suami dan istri bak pakaian yang saling menutupi maka jangan pernah bicarakan kekurangan suami di depan orangtua kita. 

Gak ada gunanya sama sekali, selain membuat orangtua menjadi gak suka sama suami, membicarakan kejelekan suami juga berpotensi membuat orangtua ikut menjelekkan suami di depan kita. Meskipun orangtua kita sendiri, namun ketika ikut menjelekkan suami kita tentu akan membuat hati kita ikut tergores.

2. Diam adalah Emas
Setiap ada masalah dengan suami, jangan pernah membahas dengan orangtua sendiri. Namun berbicaralah dengan pihak keluarga suami. Karena belum tentu orangtua kita akan menanggapi dengan subjektif. Karena kita adalah anaknya, maka sudah pasti orangtua akan selalu membela kita. 
Masalah besar sebaiknya dikecilkan dan masalah kecil sebaiknya dihilangkan. Namun, bila terjadi pertengkaran yang berujung pada KDRT tentu harus melapor kepada yang berwenang.

3. Minta Bantuan Suami
Mintalah bantuan pada suami di belakang orangtua kita. Jangan biarkan kita kerepotan mengurus rumah tangga seakan bekerja sendiri. Orangtua akan merasa "lelah membesarkan anak dengan sebaiknya, namun ketika dewasa hanya menjadi babu rumah tangga". Perasaan orangtua akan selalu sensitif mengenai hal ini.

4. Jangan sering Mengeluh 
Tampakkan bahwa kita bahagia. Ketika kita mengeluh, orangtua merasa bahwa pernikahan kita tidak bahagia. Menunjukkan wajah bahagia bukan karena kita berakting menutupi ketidakbahagiaan namun menunjukkan kita selalu bersyukur dengan setiap keadaan.

5. Saring Perkataan Orangtua
Terkadang orangtua akan mengatakan sesuatu tentang suami kita. Ingat, ketika ia berbicara yang buruk tentang pasangan kita bukan berarti 100% ia membenci suami kita. Terkadang itu hanya upaya membela kita anaknya. 
Jangan pernah menyampaikan pandangan orangtua tentang image pasangan kepada suami, begitu pun sebaliknya. Ucapkanlah hanya yang bermanfaat bagi hubungan keduanya.


Tips untuk Anak Laki-laki

Karena laki-laki adalah qawwam, alias pemimpin rumah tangga sudah semestinya ia menjadi penyatu dalam hubungan antara istri dan orangtuanya sendiri. Berikut tipsnya:

1. Jadilah Pemimpin yang Tegas
Sikap kita terhadap istri sebaiknya lembut namun tetap tegas bila ada suatu masalah. Bersikap adil antara istri dan orangtua adalah suatu keharusan. Jangan pernah berlaku memanasi  salah satu pihak. 

2. Jelaskan pada Istri bahwa orangtua kita adalah orangtuanya
Terkadang tidak semua istri paham bahwa anak lelaki adalah milik ibunya. Masih ada istri yang mencemburui ibu suami seperti cemburu kepada perempuan lain. Jangan lupa, istri wajib taat pada suami, suami wajib taat pada ibunya.

3. Satukan Istri dan Orangtua
Jadilah penengah dan penyatu antara istri dan keluarga kita. Jangan biarkan istri merasa terasing di rumah mertuanya. 

4. Tidak Menceritakan Kekurangan Istri
Layaknya pakaian, jelas kita harus saling menutupi aib. Tutupi kekurangan istri dengan kelebihan yang kita miliki. 

5. Banyak Bersabar
Ketika orangtua mengeluh akan sikap istri, tegurlah istri saat berdua. Nasehati dengan lembut. Bila istri banyak mengeluh tentang orangtua kita, anjurkan banyak bersabar menghadapi orangtua. Orangtua tidak selamanya akan hidup. Berbuat baik (birrul walidain) adalah sebuah bakti pada mereka. Jangan sampai suatu saat menyesal ketika orangtua tiada karena dulunya tidak berlaku baik pada mereka. 

Tinggal dengan orangtua tidak selamanya menjadi hal yang tidak menyenangkan. Di saat tertentu banyak kebaikan yang kita dapatkan ketika kita berbuat baik pada orangtua. Selagi masih memiliki orangtua, berbaktilah sebaik mungkin agar suatu hari tidak menjadi hal yang kita sesali.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya... 

Tips Nyaman Tinggal dengan Mertua


Hullllaaa.. apa kabar Mak? Kali ini ngomongin seputar hubungan antara menantu dan mertua. Gimana caranya agar tinggal dekat atau bahkan serumah dengan mertua namun tetap nyaman.


Bagi sebagian orang, mertua terasa jauh karena satu alasan tertentu. Namun ada pula yang dekat banget dengan mertuanya bak orangtua sendiri. Kenapa bisa begitu? Ya banyak faktor sih yang membuat kenapa hubungan menantu mertua bisa seperti Tom dan Jerry.

Idealnya, ketika menikah memang paling enak tinggal berdua bersama pasangan kita. Namun terkadang, tak jarang ada beberapa alasan yang membuat kita akhirnya tinggal dengan mertua. Entah karena pasangan kita adalah anak satu-satunya. Atau mungkin orangtua pasangan tinggal seorang diri. Apapun itu, sebenarnya memang ada plus dan minus tinggal bersama. Namun bila ikhlas tinggal bersama karena ingin berbakti pasti ada kebaikan yang akan selalu kita dapatkan kita sadari atau tidak.

Nah.. tips kali ini Emak bagi menjadi dua. Akan ada perbedaan ketika yang tinggal dengan mertua apakah istri atau suami.


Tips bagi Menantu Wanita

Kalau kebanyakan cerita sinetron sih paling sering si wanita tinggal bersama ibu suami alias mertua. Isi sinetronnya kebanyakan mertua digambarkan sebagai sosok kejam. Ini sih kebanyakan nonton sinteron ikan terbang. 

Liat deh di sekeliling kita, tak jarang ibu mertua sebenarnya paling sabar. Emak memang belum pernah tinggal serumah dengan mertua. Tapi ibu mertua emak baik banget. Semoga Allah lapangkan kubur beliau.. Aamiin

Langsung aja yuk, kita bahas satu-persatu gimana biar wanita merasa nyaman tinggal dengan mertua.

1. Bangun Pagi 
Kok bangun pagi sih?
Heiii gak ada yang salah dengan bangun pagi. Bahkan ketika kita hidup berdua dengan pasangan pun kita memang harus bangun pagi. Kalo gak istri yang bangun dan menyiapkan keperluan anak dan suami. Siapa lagi? 


2. Job Desk yang Jelas
Kebanyakan hubungan mertua dan menantu gak akur karena pembagian tugas yang gak jelas di rumah. Mertua merasa menantunya pemalas. Sementara si menantu merasa mertua banyak maunya. Semua serba salah. 

Apalagi bagi perempuan yang bekerja di luar. Sejak pagi bukan hanya mempersiapkan dirinya sendiri saja, namun juga pekerjaan rumah. Jangan sungkan untuk bertanya ke mertua kita mengenai tugas rumah.

3. Banyak Bersabar
Bayangkan ketika kau berada di posisi mertuamu. Ia yang membesarkan anaknya namun tiba-tiba harus bertanggungjawab pada hidupmu juga.

Bagaimanapun mertua adalah orangtua suami. Dalam Islam, anak lelaki alias suami kita adalah milik ibunya. Sementara kita adalah milik suami. Mertua kita bukan manusia jahat kok.. pasti suatu saat ia akan terbuka bila kita terus bersikap manut padanya.

4. Minta Bantuan Suami
Beban kerjaan rumah tangga gak bisa dianggap enteng. Apalagi ketika sudah punya anak. Jangan sungkan minta bantuan suami agar kita tidak merasa tertekan. Namun ingat, jangan sampai terkesan menyuruh suami di depan mertua. Fatal banget Mak..

5. Lakukan Hal yang Mertua Sukai
Ikut "nyemplung" ke hal yang disukai mertua bisa menyatukan hubungan mertua dan menantu. Misalnya berkebun bersama atau baking bareng. Di sela-sela kegiatan tersebut pasti kita bisa berbicara banyak dengan mertua. Kita jadi tau apa yang ia suka.


Tips bagi Menantu Laki-laki

Banyak yang bilang, drama antara menantu laki-laki dan mertua tidak begitu besar. Mungkin kelihatannya begitu, tapi bila ternyata ada hubungan tak enak antara menantu laki-laki dengan mertua, maka yang menanggung beban psikis biasanya adalah si istri.

Yap. Istri harus menjaga banyak hati. Menjaga perasaan suami sebagai kepala keluarga sekaligus menjaga perasaan orangtuanya. Berat memang, tapi sebaiknya menantu laki-laki melakukan tips di bawah ini:

1. Jangan Biarkan Istri Kerepotan
Ketika anak perempuan diambil oleh orang lain untuk dijadikan istri, setiap orangtua ingin anaknya bahagia. Bukan ujug-ujug berubah menjadi babu rumah tangga yang mengurus semua pekerjaan rumah.

Jangan sampai terlihat oleh mertua, ketika istri sedang kerepotan mengurus anak lalu suami sedang asyik main game online.

2. Bisa Diandalkan
Ketika mertua tampak butuh bantuan sebaiknya jadi garda terdepan untuk bisa menolong. Paling tidak jangan sampai menolak ketika mertua minta tolong sesuatu.

3. Jangan Biarkan Istri Memilih
Bukan tidak mungkin ada perbedaan pendapat antara mertua dan menantu laki-laki. Namun jangan sampai keegoan laki-laki membuat kamu menyuruh istri untuk memilih antara kamu atau orangtuanya.
Ingat, ketika istri stress yang rugi adalah anak-anak.

4. Anggaplah Mertua adalah Orangtua Kandung
Jangan sungkan untuk menganggap mertua sebagai orangtua kandung. Memang istri wajib untuk mentaati suami melebihi orangtuanya. Namun bila dilakukan sejalan bukankah hubungan silaturahim akan tetap indah. Jangan buat istri menjadi durhaka pada orangtua sendiri.

5. Berbesar Hati dengan Kekurangan Mertua
Tak mungkin mertua akan selalu senyaman orangtua sendiri. Namun penerimaan kita terhadap apapun kelebihan maupun kekurangan mertua akan berdampak baik pada akhirnya.
Saya teringat akan kisah yang saya pernah tau.
Ada seorang lelaki yang hidup bersama mertuanya. Mertua laki-laki seakan selalu mengejek dan membuat si menantu merasa malu. Namun ternyata, di balik itu semua untuk melihat apakah si menantu ini sabar menghadapi mertuanya. Setelah beberapa saat, si mertua menyerahkan usaha yang dipunya kepada menantunya tersebut.
Bukankah sabar akan membuahkan hasil?

Nah.. itulah beberapa tips untuk menantu wanita dan laki-laki. Selanjutnya kita akan bahas tentang tips nyaman tinggal bersama orangtua.

Semoga bermanfaat ya..

Urwah bin Zubair


Masih ingat dengan Asma binti Abu Bakar bukan? Kakak Aisyah, istri Rasulullah sekaligus anak Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq. 


Kali ini kita mau ngobrolin tentang salah satu anaknya Asma binti Abu Bakar dengan Zubair bin Awam. Yakni Urwah bin Zubair.


Flashback ke belakang, meskipun Asma bercerai dengan suami tercintanya, namun galau bukan jalan hidupnya. Ia menempa anak-anaknya menjadi orang sukses di zamannya. Ia turut serta menjadi guru bagi anak-anaknya tersebut. 


Siapa yang tidak mengenal Abdullah bin Zubair? Bayi pertama yang lahir di saat hijrahnya kaum Muslimin sekaligus menjadi generasi terbaik setelah masa sahabat.


Lalu yang akan kita kupas hari ini, yakni Urwah bin Zubair. Beliau dikenal sebagai salah satu anggota 7 Fuqaha Madinah. 

Apa itu 7 Fuqaha Madinah?

7 Fuqaha Madinah adalah sebutan untuk sekelompok ahli fiqih dari generasi tabi'in yang merupakan para tokoh utama ilmu fiqih di kota Madinah setelah wafatnya generasi Sahabat yang hidup sezaman dengan Nabi Muhammad.


Tujuh Fuqaha Madinah memberikan pengaruh besar pada dasar-dasar mazhab Maliki dan Syafi'i.
Nama-nama Tokoh Tujuh Fuqaha Madinah
Para ulama berbeda-beda dalam menyebut nama ketujuh tokoh tabi'in tersebut, namun pada umumnya menyebutkan bahwa mereka adalah
1. Said bin al-Musayyib 
2. Al-Qasim bin Muhammad
3. Sulaiman bin Yasar 
4. Urwah bin Zubair 
5. Kharijah bin Zaid 
6  Ubaidillah bin Abdullah 
7. Abubakar bin Abdurrahman 
Sebagian ulama memasukkan Salim bin Abdullah sebagai salah satu di antara mereka menggantikan Abubakar bin Abdurrahman. Jumlah keseluruhan tokoh yang disebutkan para ulama termasuk dalam "Tujuh Fuqaha" berkisar antara tujuh hingga dua belas orang. Di antara ketujuh tokoh tersebut, Said bin al-Musayyib dianggap sebagai yang paling berpengaruh, diikuti oleh Al-Qasim bin Muhammad, Sulaiman bin Yasar, Urwah bin Zubair, dan Kharijah bin Zaid.

Peran Tokoh Fuqaha Madinah

Sejak zaman Nabi Muhammad masih hidup, para sahabat Nabi sudah mulai diutus untuk menyebarkan agama di berbagai kota yang jauh. Bermukimnya para sahabat di kota-kota yang berbeda kemudian menyebabkan timbulnya pemikiran hukum (fiqih) Islam yang berbeda-beda pula, yang kemudian diteruskan oleh murid-muridnya yang disebut para tabi'in. Para tabi'in kemudian mengembangkan ijtihad hukum (mazhab klasik) tersendiri untuk berbagai masalah yang dihadapi, yang dinisbahkan sesuai kota tempat tinggalnya; misalnya mazhab Hijazi (ahl Al-Hijaz), mazhab Iraqi (ahl Al-Iraq), dan mazhab Syami (ahl Al-Syam).

Para tabi'in ahli ilmu fiqih Madinah banyak mendapat pengaruh kuat dari para sahabat besar, terutama antara lain Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Abdullah bin Umar, Aisyah binti Abubakar, dan Zaid bin Tsabit. Setelah para sahabat besar tersebut wafat, maka penyebaran ilmu mereka dilanjutkan oleh tujuh fuqaha tersebut beserta ulama-ulama Madinah lainnya.
 
Sedemikian besarnya pengaruh mereka, sehingga akhirnya aliran Hijazi juga dikenal dengan sebutan aliran Tujuh Fuqaha.
Para tabi'in senior tersebut kemudian mempunyai murid-murid penerus ilmu mereka, yang adalah para tabi'in junior. Para tab'in junior yang meneruskan ilmu tujuh fuqaha Madinah, terutama antara lain Ibnu Syihab az-Zuhri, Nafi maula Abdullah bin Umar, Abu az-Zinad Abdullah bin Dzakwan, Rabi'ah ar-Ra'yi, dan Yahya bin Sa'id. Pada akhirnya, ilmu hadits dan fiqih para tabi'in junior Madinah tersebut diserap oleh Imam Malik, dan pada akhirnya juga berpengaruh besar pada muridnya yaitu Imam Syafi'i. Berbagai pendapat dari Tujuh Fuqaha erat hubungannya dengan berbagai pendapat yang dikeluarkan oleh Imam Malik, dan Imam Malik meriwayatkan sebagian besar hadits dari Tujuh Fuqaha dalam kitabnya Al-Muwaththa. Guru Imam Malik yaitu Abu az-Zinad mengumpulkan konsensus pendapat Tujuh Fuqaha dalam bukunya Al-Mudawwanah; konsensus pendapat tersebut beserta hadits-hadits dari Tujuh Fuqaha dianggap oleh Imam Malik dasar-dasar utama dari berbagai amal kebiasaan penduduk Madinah. Demikianlah para fuqaha tersebut memberikan pengaruh besar pada dasar-dasar mazhab Maliki dan Syafi'i.


Nasihat Urwah bin Zubair

Urwah bin Zubair suatu hari memberi nasihat kepada anak-anaknya. Urwah adalah salah seorang ulama masyhur pada masa tabi'in. Adik mujahid Islam Abdullah bin Zubair dan putra sahabat Rasulullah SAW, Zubair bin Awwam ini, merupakan satu dari empat bersahabat yang pernah mengungkapkan cita-citanya secara bersama-sama di dekat Ka'bah.

Hebatnya, cita-cita keempat bersahabat itu semuanya terkabul. Nasihat Urwah kepada anak-anaknya itu dapat diklasifikasikan dalam beberapa pokok masalah. 

1. Mengenai ilmu pengetahuan: “Wahai anakku, tuntutlah ilmu dan curahkanlah tenaga serta segenap perhatianmu untuknya. Sebab walaupun kalian kecil dalam pandangan manusia, mudah-mudahan dengan ilmu pengetahuan tersebut, Allah akan menjadikan kalian besar serta merupakan tokoh umat. Karena itu, ketahuilah anakku, tiada di dunia ini lebih buruk dibanding seorang tua renta yang bodoh.”

2. Mengutamakan Allah: “Duhai anakku, janganlah kalian menghadiahkan sesuatu kepada Allah, yang kalian sendiri seyogianya merasa malu menghadiahkannya kepada pemimpin kalian. Sesungguhnya, Allah itu Maha Mulia dan Maha Pemurah; karena sesungguhnya pula Dia itu lebih berhak untuk dimuliakan. 

3. Ketegasan Sikap: “Hai anakku, andaikata kalian melihat seseorang melakukan perbuatan baik, maka akuilah apa yang dilakukan orang itu adalah baik.
Meskipun di mata masyarakat banyak, orang tersebut berkelakuan buruk. Sebab setiap perbuatan baik itu pasti ada rentetannya. 
Begitu juga bilamana kalian menjumpai seseorang berbuat jahat, berhati-hatilah mengambil sikap, walaupun dalam pandangan orang banyak dia itu baik. Karena setiap perbuatan buruk pasti ada rentetannya. Jadi camkanlah, kebaikan akan menunjukkan kelanjutannya dan keburukan akan menunjukkan kelanjutannya juga.” 

4. Etika Berbicara: “Oh anakku, saat berbicara berkata-katalah sebaik mungkin dengan wajah berhias senyum. Anakku, telah tertulis dalam hikmah: Jadikanlah tutur katamu selalu indah dan ketika menyampaikannya sertailah dengan wajah penuh senyuman, sebab kata-kata indah dan wajah penuh senyuman lebih disukai daripada sebuah pemberian.” 

Demikianlah sekilas mengenai Urwah bin Zubair. Semoga kita dapat mengingat beberapa pesan Urwah bin Zubair dan mengaplikasikannya dalam hidup kita. 

Sampai jumpa lagi di Sirah sahabat selanjutnya.


Sumber:
https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/q2eg9k320


Cara Membuka Kunci Kombinasi



"Dek kok gak angkat telpon sih.." Kataku setelah sepeda motor berhenti di depan rumah.
"Hadoooh kapok aku..aku gak tau kekmana buka tasku.." 
*Kemudian tertawa ngakak





Hai Mak..

Kali ini sengaja mau berbagi tulisan mengenai Cara Membuka Kunci Kombinasi pada tas atau koper.


Jadi, ceritanya si adek kemarin tu baru beli tas selempang baru. Nah tasnya ini ada kunci kombinasinya kayak koper. Katanya pas ambil tas itu, "lumayan.. bisa letak duit aman gak ketauan.." ehh gak taunya perdana dipake doski malah lupa kode kombinasi yang dipakai berapa. 


Mh.. akhirnya minta tolonglah dia sama emak buat buka. Entah ya, orang-orang di keluarga ini suka banget minta tolong bukain kunci sama emak. 


Semua berawal dari record pertama emak saat remaja. Dulu telepon rumah sering dikunci biar tagihan bulanan gak meledak. Tapi emak selalu bisa membuka kunci telepon dengan bantuan 2 jarum pentul. 


Di lain kesempatan, emak juga pernah dimintai buka bagasi sepeda motor karena kuncinya hilang. Gara-gara beberapa pengalaman serupa, emak disuruh deh buka kunci kombinasi. Berbekal dari info nyomot dari Google akhirnya misteri kode kombinasi tas selempang si adek bisa terbuka. 

Bye the way... Kalian tau gak, kalo kunci kombinasi itu memiliki sejarah yang cukup panjang. Sudah lama banget ditemukan. Banggalah kaum Muslim, karena pertama sekali kunci kombinasi pada tahun 1206 insinyur Muslim Al Jazari mendokumentasikan kunci kombinasi dalam bukunya Al - Ilm Wal - Amal Al - Nafi Di Sina'at Al Hiyal yang artinya Kitab Pengetahuan Tentang Perangkat Mekanik Cerdas. 

Ada pula Muhammad Al - Astrulabi di tahun 1200an yang membuat kunci kombinasi, dua diantaranya disimpan di Museum Copenhagen dan Boston.

Dunia barat diwakili oleh Gerolamo Cardano menggambarkan kunci kombinasi 4 abad setelahnya, yakni abad ke 16.

Ok, tanpa berlama-lama balik lagi ke topik awal, ini dia cara membuka kunci kombinasi...


Ini dia caranya...


1. Cari lubang di bawah kode kombinasi.

2. Sejajarkan lubang hingga 3 kode yang tertera. 

3. Coba buka.

4. Mungkin bila belum terbuka, coba lagi pindahkan ke angka selanjutnya. Misalnya, tadi kodenya 345, maka pindahkan menjadi 456, geser masing-masing satu angka lebih besar.

5. Coba buka kembali.

6. Bila belum bisa juga, terus tambah satu angka di depannya. Tadinya 456, lalu jadi 567, belum berhasil? Coba lagi 678. insyaAllah terbuka.


Mudah bukan?

Disclaimer:


Tulisan ini bukan untuk membuka kunci kombinasi milik orang lain (mencuri). Keadaan terdesak karena terlupa boleh memakai cara ini. Emak tidak bertanggungjawab bila pembaca menggunakan untuk hal kriminal. 
Untuk para pemilik kunci kombinasi, berilah tambahan pengaman lain untuk koper yang ditinggal di bagasi pesawat. Jangan letakkan barang berharga di bagasi karena penjahat bagasi susah untuk dituntut. 

Tips Cepat Lulus Kuliah no 6 sering dilupa!


Wellcome back again..
Kali ini mau nulis tips agar cepat lulus kuliah. Manatau yang baca adalah anak remaja yang akan atau malah sedang kuliah. Sebagian besar sih ini pengalaman Emak dulu saat pertama kuliah sekitar 15 tahunan yang lalu, wkwkwk udah lama ya. Buat yang sedang Menulis skripsi juga boleh baca kok.. mudah-mudahan Bermanfaat loh...

Mak, Mak.. nulis tips cepat lulus kuliah ini, emangnya emak dulu lulusnya cepat gitu? IP nya tinggi gitu? Hihihi netizen jangan julid gitu donk.. yuk emak ceritain dulu.. sini.. sini.. ngumpul yang rame..

Dulu semasih SMA emak suka banget dengerin radio. Para penyiar radio kesukaan itu rata-rata kuliah di Fisip USU, ngambil jurusan Ilmu Komunikasi. Oh ya, dulu itu kalo sudah lulus dari sana bergelar sarjana sosial. Belum sarjana komunikasi seperti sekarang ini. Nah... Karena dulu para penyiar kebanyakan anak komunikasi makanya emak pun memutuskan kuliah di komunikasi saja. Receh banget ya alasannya.. 🙈

Sehari keluar pengumuman kelulusan SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru), Emak daftar ulang di kampus. Saat mau membayar uang kuliah untuk pertama kali, mama ngomong gini nih..

"Ini uang untuk mendaftar ulang Nak, tinggal ini uang mama.. itupun hasil menjual perhiasan terakhir" 

Eh kok kayak sinetron. Jadi, saat antrian pembayaran Emak nulis di kertas selembar..

Setahun ke depan, uang kuliah sudah dibayar mama. Tahun berikutnya membayar uang kuliah sendiri. Target kuliah 3.5 tahun. So..akhir pekan bisa kerja part time untuk menabung uang kuliah.

Emang berapa sih uang kuliah Mak? Hihi tahun 2005 itu di komunikasi USU masih 750 ribu setahun. Murah ya? Iya lah.. kalo dibandingkan sama kuliah sekarang. Lumayan juga loh per semester dulu emak bayar 375ribu. Eh ini masih lebih mahal uang kuliah emak dibanding bayar domain ya 😂.

Bye the way, jadinya emak lulus berapa tahun? Wkwkwk.. target lulus 3.5 tahun. Namun molor 2 bulan menjadi 3 tahun 8 bulan. Masih oke lah ya.. hihi.

Ok.. berbekal harus membiayai kuliah sendiri, maka target lulus kuliah harus dijalani. Apa aja tipsnya? Check it out!

Tips Cepat Lulus Kuliah

1. Tulis Target Kuliah 

Target kuliah kita ditulis dan ditempel di tempat yang bisa selalu kita lihat. Entah di dinding kamar, entah di organizer. Dulu emak itu selalu punya agenda tahunan. Maklum tipe golongan darah A banget. Semua harus sesuai jadwal. Agak perfeksionis. Jadi target kuliah emang ditulis di buku agenda yang selalu ada di tas. Ini tuh semacam reminder bila kita keasyikan main. 

2. Pilih Kawan Se-Visi

Ini tuh bukan pilah pilih kawan karena materi ya Mak.. insyaAllah pilih kawan se-visi gak berdosa kok.. hihi. Untuk benar-benar dapat memilih teman mungkin kita butuh satu semester pertama kuliah. Dulu emak berkawan sama siapa aja. Pulang kuliah masih nge-mall. Nonton dan seabrek kegiatan anak muda lainnya. Tapi jangan lupa. Target cepat lulus kan prioritas. Makanya begitu hasil ujian semester pertama dibagi, emak udah tau tuh mana kawan se-visi mana yang cuma kuliah mengikuti arus. 

3. Evaluasi di Tiap Semester

Evaluasi ini penting. Bisa dilihat dari hasil semester kita. Based on IP. Kalo IP nya bagus berarti kita masih on track. Tapi kalo sampe turun dari semester lalu berarti di semester itu kebanyakan main. Kalo udah gitu, butuh tips selanjutnya. Cek terus ke bawah..

4. Cari Motivasi

Bila ternyata hasil evaluasi menyatakan kita kurang motivasi, boleh cari cara lain seperti cari kegiatan yang mendukung semangat dan mengingatkan kita akan target kuliah. 

Dulu, saya melecut diri agar cepat lulus dengan mengambil kerja part time. Setiap akhir pekan terkadang ikut promo di supermarket besar di mall-mall yang ada di Medan. Eh dulu itu belum ada influencer ya.. kalo anak zaman now, bisa sambil jadi influencer lumayan juga loh bisa nambah uang kuliah. 

Kadang di akhir pekan ketemu kawan kuliah, tengsin gak sih? Gak lah.. ini tuh kerja. Gak minta sama ortu. Ada sedikit kepuasan ketika punya uang sendiri. 

5. Cari Kegiatan Pendukung

Dulu, kegiatan pendukung emak adalah ikut organisasi radio kampus. Selain suka dunia radio, ikut organisasi kampus juga memudahkan kita meraih beasiswa prestasi. Hihihi.

Jelang akhir kuliah butuh banyak biaya Mak.  Uang PKL, beli buku penunjang skripsi, ketikan, cetakan dan lain sebagainya. Gak mau nodong orangtua, beasiswa adalah salah satu jalan keluar. 

Emak sebenarnya suka sekali ikut organisasi. Tapi jangan sampai organisasi malah membuat waktu kita habis untuk fokus di situ. Dulu saat SMA udah puas pulang malam masih pake seragam demi aktualisasi. Begitu masuk kuliah, udah gak maruk lagi totalitas dan loyalitas untuk organisasi. 

6. Doa Orangtua

Bagi Emak, doa orangtua adalah sumber kekuatan. Jadi sering-sering minta didoain sama orangtua especially ibu kamu ya. Contoh yang emak rasa dulu banyak sekali. Cerita nih ya..

Dulu, sebelum kuliah membantu mama buka warung dulu. Pernah mama pulang jam setengah 8. Sementara kuliah pukul 8. Paling lambat seharusnya pergi kuliah pagi pukul 7 karena angkutan umum sering rebutan di pagi hari sama anak Belawan. Wkwk

Sambil cium tangan mama, dan berlari menuju simpang mencari angkutan, saya bilang "doain gak telat ya ma..".

Alhamdulillah ada aja bantuan, tiba-tiba ketemu teman yang bawa mobil lah.. atau dosen yang telat lah.. pokoknya gak pernah kecewa dengan doa orangtua.


Ok.. itulah beberapa tips yang bisa Emak bagi buat kalian yang pengen cepat lulus kuliah. Ingatlah orangtua memberikan kita pendidikan agar kita lebih maju darinya. Jangan sampai mengecewakan orangtua dengan menyia-nyiakan pengorbanannya membayar uang kuliah. 


Sekian tips dari Emak.. semoga bermanfaat dan sampai ketemu di artikel selanjutnya. 



Ladies, Ini Enaknya Punya Saudara Perempuan!


Selamat datang kembali Mak.. Semoga betah ya berlama-lama di blog aku. Hari ini aku mau ngomongin tentang saudara perempuan. Sesama cewek di satu rumah, apalagi umur gak beda jauh. Ahh rasanya luar biasa kan. Ada banyak suka duka menghiasi sisterhood mulai dari Subuh membuka mata hingga kita terlelap kembali.


Yang emak-emak mana suaranya? Punya kakak atau adik perempuan? Mh.. gimana? Akur gak? Akur banget, gak akur atau pasang surut kayak air laut? Hihi, aku sebagai emak yang punya 3 stok anak perempuan jadi teringat gimana masa kecil yang aku lalui dulu.

Masa kecilnya gak jauh beda sih sama anak sulungku dan adiknya. Ya kadang akur kadang berantem. Tapi memasuki usia remaja, keseruan punya sister semakin terasa. 

Serunya Punya Saudara Perempuan


1. Jadi Temen Sebaya
Meski masih kecil mungkin banyak berantemnya, nanti pas beranjak remaja langsung terasa kok enaknya punya teman sebaya. Kita bisa barengan ke bioskop, barengan punya koleksi, barengan hang out jalan dan sebagainya. 

Dulu saat remaja, aku dan kakakku sering patungan beli pizza buat cemilan tengah malam saat kita belajar bareng. Karena beda 3 tahun usia sekolah, pelajaran sekolah pun sering satu tema. 

2. Partner in Crime 
Coba deh ingat lagi saat remaja dulu, saat kita telat pulang ke rumah kita minta saudara kita untuk kompakan "menyembunyikan" kita. Atau inget deh saat kita "backstreet" dulu, kakak atau adik jadi tempat menyimpan rahasia kita.

Kadang saat belajar tengah malam dulu, kalo kita lagi bosen kita suka break sambil menjalankan aksi TTM alias Telpon Tengah Malam. TTM ini untuk isengin rumah teman kita. Tentu pake telepon rumah donk..biar gak terdeteksi saat kita kerjain. Hasilnya? Kita terhibur, akhir bulan kita disembur (tagihan telepon naik, hahaha).

3. Bisa Tukeran Barang 
Yeay.. kita bisa tukeran baju, sepatu, tas dan barang lainnya. Rasanya asik banget kan serasa punya baju atau barang dua kali lebih banyak. 

Dulu kita suka janjian beli sepatu atau baju bareng. Sengaja modelnya berbeda biar saling tukeran. Asyik kan..

4. Teman Curhat Asyik 
Saudara perempuan kita tau siapa aja besties kita. Tau siapa gebetan kita. Sampe tau gosip sekolahan kita. Karena sebelum tidur malem biasanya kita suka curhat bareng.

Kakak atau adik perempuan kita tentu menjadi tempat curhat terpercaya. Gak akan bocor kemana-mana dan setia mendengarkan semua cerita kita.

5. Punya Back Up
Saat kecil kakak atau adik mungkin jadi pelindung saat temen ada yang mengejek kita. Nah saat besar, saudara kita jadi back up saat kita butuh sandaran. Entah penyemangat entah uang. 

Serunya back up ini bahkan sampe udah punya anak pun kita suka saling back up, misalnya pas ada kerjaan trus anak-anak gak ada yang jaga. Jadi dititip deh ke kakak atau adik. 

Selain saling titip anak, kadang kita saling bantu soal apapun. Mulai dari konsultasi soal anak sampe usaha bareng.


Yang namanya kakak adik emang paling seru kalo punya hobi bareng. Namun ada tips agar hubungan kakak adik tetap asik.

Tips Hubungan Kakak Adik

1. Saling Mengalah
Mungkin saat kecil kita susah untuk mengalah sama saudara kita, namun semakin dewasa rasa bersaudara sering membuat kita sadar bahwa saling mengalah adalah jalan terbaik.

2. Saling Memberi
Gak melulu berupa barang mahal, bahkan berbagi masakan adalah sebuah keseruan hubungan kakak adik. 
Dulu saat kecil kita terbiasa saling berbagi jajan kan?

3. Saling Menjaga 
Saling menjaga dalam segala hal. Entah itu nama baik hingga menjaga perasaan. Meski kita sudah tau satu sama lain, namun tetap ada sesuatu yang tak bisa kita lewati, yakni privasi.

4. Saling Mendoakan
Ini yang paling penting. Saling mendoakan sesama saudara membuat hubungan semakin hangat meski kita tak saling tau lafal doa masing-masing. 

Dan doa yang baik untuk saudara akan selalu kembali pada yang mendoakan. 

Sekian tulisan kali ini. Semoga hubungan saudara kita semakin hangat ya..

Lurah PBD 1 Mengecewakan


Maafkan Mak.. Postingan kali ini berisi curhat info apabila Mak mau meminta tanda tangan lurah di PBD 1 Medan Timur. Sebelum kecewa seperti saya lebih baik diteliti dulu, tanda tangan yang kamu butuhkan itu termasuk kewajiban lurah atau bisa digantikan oleh pihak lain. Bingung? Tunggu saya jabarkan dulu di bawah ini biar gak pusing. Sebelumnya boleh main ke blognya Kak Steffi, ada Tulisan Kece tuh di sana.

Latar Belakang Masalah

Ini tuh bukan mau nulis makalah, namun saya jabarkan dulu kenapa saya harus minta tanda tangan lurah. Jadi di bulan Januari 2020, sudah 6 bulan yang lalu saya ke kantor lurah demi keperluan surat kuasa.

Surat kuasa adalah hal yang lumrah dengan diketahui oleh lurah dan meminta tanda tangan beliau. Apalagi buat kalian masyarakat missqueen awam  yang ingin membuat surat kuasa tanpa harus mengeluarkan duit membayar notaris. Gak semua masyarakat punya kemampuan membayar notaris kan?

Nah.. ternyata ini lah masalahnya. Sejak awal saya menyampaikan ke pihak kelurahan bahwa saya ingin membuat surat kuasa. Mereka menerimanya. Meski lurah sudah jarang datang ke kantor sejak suaminya terseret kasus tertangkapnya wali kota Medan Oktober tahun lalu. 

Pekan depannya saya menanyakan ke bagian pengurusan surat kuasa, apakah surat kuasa saya sudah bisa ditandatangani. Namun saya harus bersabar mengetik sendiri karena alasan bapak pengurus itu, komputer masih dipakai oleh staf lain. Sehingga pekerjaan beliau tak selesai juga.

Selesai saya mengetik draft surat kuasa yang beliau contohkan, kami pun menandatangani dengan melampirkan semua data yang diperlukan, termasuk tanda tangan bapak lingkungan. 

Tibalah saatnya saya menunggu tanda tangan Bu lurah. Dari bulan satu hingga bulan enam tak jua ditandatangani. Saya tanyakan pada staf yang bersangkutan. Beliau memberikan saya nomer telepon Bu lurah agar beliau mau menandatangani. 

Saya telpon dan juga chat via WhatsApp dengan bahasa sehalus mungkin, namun tak jua ada balasan. Tau kan rasanya diread tapi tak dibalas? Saya lebih suka Bu lurah langsung berkata saya tidak mau menandatangani. Silahkan cari notaris saja dibanding waktu saya terbuang percuma.

Karena tak jua ada jawaban akhirnya pekan depannya bapak staf kelurahan meminta saya yang datang langsung ke rumah beliau. Beliau mengaku Bu lurah sudah tak pernah masuk kantor lagi. Semua berkas yang wajib ditandatangani ia bawa ke rumah beliau. Kemudian dibawa kembali ke kantor. Namun surat kuasa milik saya sudah dua kali ditolaknya. Saya tanya alasannya, beliau bilang silahkan tanya langsung.

Akhirnya malam itu juga (FYI, mencari bapak staf itu memang malam hari. Siang lebih sering di lapangan) saya ke rumah Bu lurah. 
Mungkin adiknya yang membuka pintu. Saya sampaikan saya ada perlu dengan Bu lurah dari balik pagar. 


"Dari mana?"
"Saya warga PBD 1, mau minta tanda tangan ibu lurah "
"Urusan kantor di kantor aja lah kak"
"Lah Bu lurah gak pernah masuk jadi saya kapan ketemunya?"
"Kakak titip saja sama pak Muhsin (staf kelurahan) nanti dia yang bawa kemari"
"Pak Muhsin yang nyuruh saya kemari karena surat saya ini sudah dua kali dibawa namun gak ditandatangani"
"Ya udah kak titip ke saya saja.." 
"Saya minta tolong ya kak.."

Satu pekan kemudian saya kembali ke kantor lurah menjumpai pak Muhsin. Namun Pak Muhsin mengatakan beliau tidak mau tanda tangan karena takut nanti terbawa masalah di kemudian hari. Saya gak ngerti alasan receh apa ini. Apa Bu lurah tidak membaca, di akhir paragraf surat kuasa ada pernyataan bahwa pihak kelurahan tidak akan dilibatkan bila ternyata di kemudian hari terjadi masalah. Dan lagi, bukankan ini draft baku dari kelurahan sendiri?

Akhirnya saya meminta berkas saya. Saya berniat menjumpai beliau pagi sebelum Bu lurah pergi kemana-mana. 

Esok harinya saya pun berangkat ke rumah Bu lurah. Sengaja melewati kantor lurah di jam 8 pagi. Belum buka! Begitu sampai ke rumah Bu lurah, di depan rumah saya menjumpai seorang ibu (mungkin ibunya). 

Saya menyampaikan maksud saya menjumpainya. Namun si ibu mengatakan Bu lurah sudah berangkat. Saya katakan padanya "kantor saja belum buka Bu.." dengan canggung ia menjawab "hm.. iya.. dia gak ke kantor lurah, entah kemana dia..". 

Saya pun mengatakan pada ibu tersebut bahwa surat saya sudah lama sekali tidak ditandatangani beliau. Beliau mengaku memang Bu lurah sudah tidak pernah ke kantor. Hanya ke kantor camat saja. 

Okelah, karena tidak ada yang bisa diharapkan saya pun permisi. Saya beralih ke kantor camat mencari kejelasan jalan keluar dari masalah ini. 

Di kantor camat akhirnya bertemu dengan staf kantor camat yang menyarankan saya bercerita ke sekretaris camat (SekCam). 

Adik saya yang mengantar akhirnya ngobrol ke SekCam. SekCam pun membenarkan permasalahan serupa sudah banyak terjadi di kelurahan PBD satu Medan Timur. SekCam berjanji akan memanggil Bu lurah siang harinya. 

Kemudian di hari Senin lalu saya kembali ke kantor camat. SekCam mengatakan Bu lurah tidak mau menandatangani karena bukan kewajiban pokok dari tugasnya. Saya disarankan mencari notaris saja. 

Allahu Rabbi, seandainya dari awal dia gak bertele-tele dengan alasan seperti di atas, tentu saya tidak akan kehilangan banyak waktu dan tenaga. 

Saya menelpon adik dan menjelaskan duduk permasalahannya. Dengan melakukan inhale dan exhale agar reda emosi saya, saya pun mengirimkan pesan wa ke ibu lurah. 

DARI 'Aisyah radhiyallahu 'anha beliau berkata, Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Ya Allah, barangsiapa yang mengurusi umatku lantas dia merepotkan (membuat susah) umatku, maka repotkannlah dia." (HR Muslim)

Surat Kuasa Sejak Januari
Surat Kuasa sejak Januari lalu 

Pelajaran yang Bisa Saya Ambil:


1. Bila suatu hari menemukan kasus serupa tentang pelayanan publik, sebaiknya cari jalan keluar lain. Jangan betah menunggu ketidakpastian.

2. Amanah apapun, yang ada di pundak saya sebisa mungkin tak akan saya lalaikan. Apalagi bila menyangkut kepentingan orang lain. 

3. Perlakuan apapun yang tidak mengenakkan adukan saja pada Rabb Maha Kuasa. Tak ada satu pun yang luput dari tanggungjawab.

4. Hati-hati dengan doa orang lain. Apalagi bila ternyata kita sudah menyusahkan orang tersebut.

5. Perlakuan yang tidak menyenangkan seperti ini semoga tidak pernah saya lakukan ke orang lain. Cukuplah hal ini menjadi reminder bagi saya.


Cukuplah sekian tulisan kekecewaan saya terhadap Lurah Pulo Brayan Darat Satu, Medan Timur. Semoga ASN lain yang diberikan amanah tidak mengecewakan masyarakat yang dipimpinnya. 


Total Pageviews