Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Belajar Naik Motor

Tips Belajar Naik Motor


 "Aunty... Ajarin aku naik kereta lah.." (kereta:  sepeda motor, red) ucap ponakan Emak beberapa waktu lalu. Dia yang berusia 18 tahun belum bisa mengendarai sepeda motor. Mumpung liburan mungkin dia ingin belajar.

Bundanya, alias kakakku memang pernah ada trauma dengan "belajar naik motor". Dulu pernah patah tulang tangannya karena jatuh ketika belajar naik sepeda motor. Sementara Emak dulu pernah dadakan belajar naik motor karena adik kelas. 

Btw dulu belum ada motor matic. Motor bebek masih manual dengan 4 transmisi alias gigi. Entah gimana, pokoknyq ketika adik kelas SMA bilang:

"Kak, starter seperti ini. Injak ini untuk masukkan ke gigi 1, gas perlahan. Kalo udah enakan injak lagi ke gigi 2, lebih kencang injqk lagi ke gigi 3 dan 4. Kalo nge-rem injak belakang ini sambil tahan dikit untuk turunin ke gigi sebelumnya. Begitu terus lah kak.."

Gitu dipraktekkan langsung bisa. Sekarang anak-anak zaman now pada bisa bawa sepeda motor karena sudah banyak motor matic. Jadi bawa motor sama dengan bawa sepeda listrik. Tinggal gas saja. 

Nah ini dia tips belajar naik motor yang aman ya Mak..

1. Cukup Umur dan Tinggi Badan

Meski botol yakult kayak Emak gini, tapi orang-orang suka komen "orangnya kecil tapi bisa balap naik vario 160". Itu kalo sudsh mahir. 

Kalo masih belajar, amannya ya belajar lah dengan tinggi motor yang sesuai tinggi badan. Istilahnya kakinya bisa jejak ke tanah saat bawa motor.

Usia juga penting karena berhubungan dengan kedewasaan dalam berkendara. Jadi naik motor karena memudahkan mobilitas bukan mau balap-balapan. 

2. Pilih mentor yang mumpuni

Jangan belajar naik motor dengan teman sebaya yang sama-sama belum cukup umur. Inilah yang terjadi sehingga kakak Emak trauma tak mau lagi belajar naik motor karena ketika ada kejadian yang tidak terduga teman tidak bisa menghandle keadaan.

3. Pilih motor dan pakai perlengkapan keselamatan

Pilih apakah mau belajar naik motor manual atau matic. Keduanya pilih lah yang berukuran kecil. Misalnya motor bebek, kalo matic seperti mio atau beat.  

Supaya, saat tubuh belum seimbang kita masih bisa menghandle motor agar tidak jatuh. Makanya pakai lah perlengkapan keselamatan dalam berkendara. Helm, jaket, sarung tangan juga sepatu yang nyaman.

4. Belajar di area sepi dan perhatikan kondisi jalan

Belajar di tempat sepi agar tidak berbahaya bagi diri dan orang lain. Selain itu kita lebih leluasa dan tidak canggung. Jangan lupa untuk memperhatikan kondisi jalan yang kita hadapi.

Hindari jalanan kecil, jalan becek dan licin juga jalanan berlubang. Pilih kondisi jalan yang aman dan mulus.

5. Selalu gunakan sinyal dan kondisi motor

Ketika mau belok kanan atau kiri selalu gunakan sinyal motor. Jangan terbalik agar tidak menyebabkan kecelakaan.  Perhatikan juga kondisi motor sebelum dibawa. Apakah lampu sinyal hidup tak lupa juga apakah bahan bakar dan oli juga masih dalam kondisi yang baik. 

Penutup

Sebenarnya mengendarai sepeda motor itu mudah asalkan kita sudah lancar naik sepeda saat kecil Mak.  Belajar keseimbangan dulu agar kita mudah menyeimbangkan diri saat mengendarai sepeda motor.

Kamu punya tips apa lagi Mak untuk belajar naik motor?



blogger parenting
blogger parenting Emak anak 5. belajar terus jadi istri dan emak yang baik..

3 komentar untuk "Tips Belajar Naik Motor "

  1. Haha, iya saya ingat waktu sekolah belajar naik motor bebek bergigi gitu, gak tahu gigi diinjak teman dan saya meraungkan gas, loncat lah saya dengan sepeda motornya sampai hampir tersungkur. Untung aja masih bisa menahan gas tidak terus ditarik dan keseimbangan bisa dikuasai.
    Jahil memang teman itu tapi Alhamdulillah termasuk selamat.
    Sekarang banyak motor matic lebih mudah ya. Saya lebih leluasa menggunakan motor matic waktu di Taiwan. Majikan membebaskan saya menggunakan sepeda motornya. Sepeda juga ada. Walaupun kalau ketahuan polisi pakai motor bakalan kena tilang. Hihi, kucing-kucingan aja jadinya.

    BalasHapus
  2. Salfok di bagian "memilih mentor" karena inget diajarin suami banyak dimarahi daripada diajari. Hahaha. begitu juga tetanggaku yang kapok diajarin anak laki-lakinya yang SMA, karena isinya cuma dimarahi.

    BalasHapus
  3. Ichaaa,, jd ingatlah... Kak Mia belajar krera di Jogja, waktu itu ultah ke 18 ada kawan yg hadiahin belajar bawa motor sebagai kadonya. Kasian dia kretanya sampe jatuh² dipake belajar. Zaman old anak kos dr Medan rerata blm pandai naik kreta lantaran kita kan dulu udah nyaman ke mana² naik angkot atau paling pergi bareng ortu, kan... Hihi.

    BalasHapus

Jangan diisi link hidup ya kawan-kawan ☺️