Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wisata Bekas Tambang

 

Wisata Bekas Tambang

Viral di tiktok wisata Danau Biru. Airnya beneran tampak biru. Bukan cuma satu tempat. Tapi beberapa tempat di Indonesia sedang viral dengan munculnya wisata danau biru. Ada di Kalimantan, di Ogan Ilir maupun tempat lainnya.

Jujur ketika melihat bentukan danau biru di medsos, Emak langsung berujar.  Eh ini bukannya bekas tambang ya? Soalnya Emak pernah lihat video dokumenter tentang bekas tambang yang dibiarkan terbuka.

Air hujan terus menerus mengisi lubang bekas tambang. Air pun berinteraksi dengan berbagai zat kimia yang ada di sana seperti logam berat pada tambang batu bara.

 Apakah ini aman?

Tentu saja tidak. Air bekas tambang mengandung logam berat dan Terkadang menjadi sangat asam yang bisa membuat kulit iritasi atau bahkan infeksi.

Belum lagi bahaya mengancam seperti tenggelam karena dalamnya bekas galian tambang tidak bisa kita duga. Selain itu, suhu air dalam galian tambang bisa tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin yang  bisa membuat hipotermia meski cuaca sedang panas.

Sayangnya banyak yang acuh dengan keselamatan dan juga keamanan wisata. Orang-orang zaman now lebih peduli dengan viral dan mendadak fomo. Gak peduli bahaya yang penting udah pernah foto maupun liburan di situ.

Memang, wisata bekas tambang memiliki 2 sisi layaknya mata uang. Bahaya tapi bisa menaikkan pendapatan masyarakat. Nah Loh. 

Tapi kita tidak bisa menafikan bahwa beberapa kasus remaja tenggelam di wisata bekas tambang ini bukan hanya satu kasus. Tandanya, ini beneran gak aman. 

Di sisi lain, ada Pemilik bekas tambang baik legal maupun yang ilegal yang pergi berlalu begitu saja. Bekas tambang sebaiknya memang ditutup agar tidak membahayakan. 

Selain itu, wajib melakukan reklamasi. Yakni pengembalian fungsi lahan menjadi lahan hijau. Semua ini tentunya sudah diatur dalam UU no 3 Tahun 2020. Bahkan ada ancaman serius bila pengusaha tidak mau melakukannya. 

Nyatanya yang terjadi di lapangan tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Bahkan tidak ada sanksi yang tegas untuk pengusaha yang melanggar undang-undang ini.

Namun yang menjadi fokus Emak sekarang, kenapa ya tiba-tiba semua wisata danau biru bekas tambang viral secara serentak. Bahkan antrian menuju ke sana sangat panjang. 

Di satu sisi masyarakat sekitar diuntungkan dengan dibukanya lapak jualan yang memutarkan roda ekonomi umkm lokal. Tapi di sisi lain keamanan menjadi taruhannya.

Di sisi lain, danau bekas tambang dialih fungsi menjadi budidaya ikan seperti nila, lele maupun bandeng. Banyak orang berkilah ikan saja bisa hidup berarti aman. 

Padahal belum tentu. Ikan bisa hidup biasanya adalah jenis ikan yang memang tahan dengan kondisi air yang buruk seperti cemaran logam berat. Tapi belum ada studi khusus yang menyatakan bahwa ikan tersebut aman dikonsumsi.

Ikan laut yang tinggi merkuri saja disarankan untuk tidak dikonsumsi karena akumulasi logam berat bisa membuat kesehatan memburuk. Apalagi bila dikomsumsi oleh ibu hamil. Anak akan berpotensi memiliki perkembangan syaraf yang terhambat.

Apalagi bila mengkonsumi ikan dengan paparan logam berat. Makanya masih harus dikaji ulang mengenai pemanfaatan bekas tambang untuk menjadi tempat budidaya ikan.

Bijak Menjadi Masyarakat 

Sebaiknya Mak, jangan fomo. Latah. Ikut-ikutan apa saja trend yang sedang viral. Kalo trend viral bermakna positif sih tidak masalah. Tapi kalo yang viral justru bisa membahayakan ya jangan ikuti.

Kapan boleh datang ke wisata bekas tambang. Sampai ada kajian khusus bahwa benar danau bekas tambang tersebut sudah direklamasi dan kandungan airnya aman. Tapi kapan? Ya itulah masalahnya. Kita hidup di negara yang agak sedikit lambat untuk kajian seperti ini walaupun menyangkut hidup orang banyak.

Jadi Mak, sudah pernah kah datang ke wisata bekas tambang? Gimana menurut kamu Mak? Kuy ngobrol di kolom komentar.

blogger parenting
blogger parenting Emak anak 5. belajar terus jadi istri dan emak yang baik..

3 komentar untuk "Wisata Bekas Tambang"

  1. Tulisan yang menarik dan membuka wawasan. Jujur, baru benar-benar kepikiran bahwa bekas tambang bisa diolah menjadi destinasi wisata yang punya nilai edukasi dan ekonomi. Penjelasan terasa seimbang, tidak hanya menyoroti potensi wisatanya, tapi juga mengajak berpikir tentang dampak lingkungan dan tanggung jawab bersama. Konsep wisata seperti ini bisa jadi bahan obrolan yang bagus dengan anak-anak, tentang alam, keberlanjutan, dan bagaimana manusia seharusnya

    BalasHapus
  2. Belum pernah sih main ke lokasi bekas tambang seperti itu. Yang ada saya merasa takut duluan. Membayangkan pas ke sana eh runtuh atau longsor. Aduh, jangan sampai ya...
    Jujur saya juga tidak setuju bekas tambang dijadikan lokasi wisata kalau belum dinyatakan aman dan sni nya jelas

    BalasHapus
  3. Wah bahaya juga ya Mak. Ini penting jadi bahan kajian lingkungan sih. Harus diangkat di media sosial juga.

    BalasHapus

Jangan diisi link hidup ya kawan-kawan ☺️