Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Modus Penipuan Freelance

Modus penipuan freelance


Beberapa bulan lalu grup influencer heboh dengan berita penipuan kerjaan freelance. Gak tanggung-tanggung, beritanya tertipu hingga 21 juta. Dalam hati bertanya wah kok bisa ya..

Tahun lalunya, pernah dengar berita di grup influencer juga bahwa banyak management rugi hingga puluhan juta karena job campaign  produk hijab.

Ceritanya tuh, dengan tak ada minimal follower di instagram kita bisa dapat produk gratis fashion hijab yang bisa kita pilih. Di awal kita beli dulu nanti sistem reimburse. Plus ada fee. Nampak tak masuk akal karena baru kali ini ada campaign tanpa minimum follower.

Akhirnya setelah beberapa bulan sejak jalan campaign barulah meledak beritanya bahwa pemilik brand hijab menyatakan bahwa campaign tersebut ilegal. Kasian juga sama beberapa management yang menghandle banyak pembelian hijab.

Nah belajar dari kasus tahun lalu, tiba-tiba muncul lagi berita kerja freelance yang cukup mudah. Cuma like post dan follow kita sudah mendapat uang. Akhirnya seorang influencer blow up cerita tersebut di twitter karena sudah rugi hingga 21 juta.

Masih Marak

Kirain setelah heboh di twitter gak akan ada lagi modus beginian. Ternyata masih. Kalo dulu yang menjadi target adalah influencer sekarang orang biasa yang memiliki akun tiktok dan telegram.

Siang itu ada notice di hp bahwa nomer suami ada di telegram. Padahal tadinya dia gak mau download aplikasi telegram apalagi tiktok. Pas ditanya lewat wa, dia jawab "ada kerjaan".

Langsung saya notice ke dia, awas penipuan ya.. Nanti kamu disuruh top up. Suami pun jawab oke. Pas ketemu dia pamer donk dapet 120K cuma like dan follow. Saya bilang iya sih awalnya dibayar nanti selanjutnya kamu yang disuruh top up untuk tugas berikutnya.

Ternyata bener, suami dimasukkan ke group telegram. Di sana isinya banyak share bukti transfer kerjaan juga bukti sudah dibayar. Saya katakan ke suami yang share bukti kerjaan sudah dibayar itu pasti komplotan dia juga.

Karena suami tak kunjung transfer alias top up untuk kerjaan akhirnya ditelpon. Ketika ditelpon belagak  bego pula biar yang nelpon jadi kesel. Akhirnya suami dikeluarin dari grup telegram. Saya bilang aman. Udah. Jangan coba lagi.

Hati-hati Modus Penipuan

Alhamdulillahnya selama kerjaan influencer maupun kerjaan blogger belum pernah dapat manajemen yang nakal, Alhamdulillah. Ada beberapa hal yang harus kita lakukan agar tak terkena modus penipuan.

1. Selektif Memilih Job

Job influencer banyak banget. Saking banyaknya sampe bisa kita lihat sebuah campaign dihandle dari tangan ke tangan. 

Dari client mungkin bayaran 200K misalnya, di handle ke si A lalu dari A dihandle kembali ke B akhirnya gitu sampe ke influencer nya hanya tinggal 50K saja. 

Masih mending kalo bayar tepat waktu. Kadang ada yang bayarannya lelet sampe berbulan-bulan. Bahkan ada yang tidak dibayar juga.

Makanya pilih sebuah campaign mesti hati-hati. Bukan saja brand nya, tapi yang handle campaign juga.

2. Jangan Mudah Tergiur

Kenapa bisa tertipu hingga puluhan juta? Yang pasti pertama karena mudah tergiur dengan bayaran yang dijanjikan. Ketika kita tergiur biasanya kita mengenyampingkan resiko yang akan kita dapatkan.

Ingat, kita itu kerja. Sepantasnya kita yang dibayar. Bukan kita yang membayar pertama.

3. Gunakan Akal Sehat

Selain mudah tergiur, terkadang kita mudah tertipu karena kita tidak menggunakan akal sehat saat memutuskan mengambil pekerjaan freelance.

Yakin deh, tidak ada kerjaan yang mudah hanya like dan follow lalu kita terima uang. Yang di-like dan follow juga cuma beberapa tapi dibayar mahal. Kan aneh..

Sekali lagi di zaman now ini gak ada makan siang gratis. Mungkin awalnya kita dibayar lalu dikemudian hari kita lah yang menerima kerugian karena kita yang membayar.


Penutup

Di saat ekonomi sedang lesu, semakin banyak modus penipuan yang mungkin menghampiri. Tingkatkan kewaspadaan dan selektif dalam menerima ajakan kerjasama.



blogger parenting
blogger parenting Emak anak 5. belajar terus jadi istri dan emak yang baik..

14 komentar untuk "Modus Penipuan Freelance"

  1. Sekarang banyak banget modus penipuan, pernah suatu kali ada orang yang nawarin kirim uang ke bank mengatasnamakan suatu kebutuhan teman. Tapi nggak tahu deh Saya belum punya akun bank 🤭

    BalasHapus
  2. Semoga kita dilindungi dari modus penipuan seperti ini.
    Kalau aku karena jarang daftar job (biasa faktor usia yang sudah lewat, jauh pula lewatnya haha) jadi sampai kini lumayan aman.
    Tapi ada cerita juga sih, selama ngeblog sekitar 6 tahun, pernah menang lomba blog sekali enggak dikirim hadiahnya hingga kini (produk senilai 250rb), pernah dapat job dari teman blogger nulis tentang hotel dan dah setahun ini belum dibayar (200rb), ikutan marketplace penulis dah dua tahunan juga belum dibayar (350rb)..., belum rezekinya, tapi jadi tahu ternyata di dunia freelancer banyak dramanya termasuk kasus yang disebutkan di artikel ini:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Allah banyak juga ya kak Dian..
      Allah pasti ganti dengan yang lebih baik ❤️

      Hapus
  3. Ya Allah... kok bisa ya zaman sekarang masih ada penipuan kayak gitu... Maka kadang yang namanya freelance, nggak terlalu besar dapatnya. Pas pengen dapat yang besar, malah penipuan. Kan nyesek banget ya...

    BalasHapus
  4. Seharusnya banyak ya seminar dan workshop untuk kalangan masyarakat jelata yang masih tidak tahu tentang banyaknya penipuan seperti ini, apalagi untuk lansia. Alhamdulillah mungkin kita sudah tahu tentang ini, tapi belum tentu mereka juga sudah tahu. Kasihan kalau mereka juga ikutan tertipu 😥

    BalasHapus
  5. Sekarang ada banyak modus-modus penipuan gitu, saya juga sempat baca di medsos yang ketipu sampai 21 juta. Meski sudah beberapa kali ada yang berbagi pengalaman tertipu, tapu tetap saja akan ada yang tertipu lagi. Rasanya seperti orang tidak mau tahu dengan pengalmaan yang dirasakan oleh orang lain

    BalasHapus
  6. Meski saya sekarang tinggal di pelosok Cianjur, beruntung dulu saya pernah kerja dan bolak balik ke ibukota. Jadi sering ketemu blogger dan silaturahmi sampai sekarang. Kebanyakan job yg saya terima, dari mereka yg sudah saya kenal itu. Juga bagian dari komunitas blogger juga
    Kalau semacam management yg saya belum kenal, baru saya selektif

    BalasHapus
  7. Akal sehat, kebanyakan orang tahu bagaimana harus memfungsikannya ... Banyak yang paham tapi banyak juga yang terpedaya, ya. Modus seperti ini adaa saja selalu dan makin kreatif.

    BalasHapus
  8. Wah aku tahu brand untuk campaign itu ka, aku baca broadcastnya juga. Alhamdulilah aku gak ikut, soalnya gak worth it ikut campaign tapi bayarnya masyaAllah mahalnya

    BalasHapus
  9. Semakin dewasa semakin menyadari bahwa mendapatkan uang seribu rupiah itu enggak mudah. Jadi, bahan pelajaran juga ya kan kak untuk enggak terjebak dengan hal yang instan begituan. Makanya kalau ada pesan yang enggak beres seringnya saya abaikan aja. Penting juga saya baca artikel ini lebih dulu supaya tak terjebak dari hal yang tidak diinginkan.

    BalasHapus
  10. Modus penipuan sekarang makin berkembang aja ya, kayak sekarang modus kerjaan gitu. Untungnya udah banyak yg wanti2 untuk gak ikutan, pas dapat wa langsung blokir deh nomor tsb, sekalipun mau gantian nipu si penipu itu khawatirnya malah kita yang apes

    BalasHapus
  11. Saya pribadi termasuk yang selektif memilih job yang berkaitan dengan dunia maya (kerjaan blog, medsos).
    Ribet dikit, skip.
    Apalagi yang butuh follower banyak tapi fee tak sesuai permintaan.
    Lagian follower saya dikit, jadi gak bisa juga daptar hihihihy

    BalasHapus
  12. Butuh yang follower 10 ribu, tapi feenya 50 ribu.
    Dah lah lemes. Saya lebih suka ambil kerjaan blog daripada medsos sih

    BalasHapus
  13. Kadang manusia mudah tergiur ya mbak. Saya pun kadang gitu, begitu lihat nominal rasanya pengen cepet daftar sebuah job. Balik lagi,, emang kita harus gunakan logika dulu

    BalasHapus

Jangan diisi link hidup ya kawan-kawan ☺️