Tips Agar Anak Menghargai Uang

 
Agar anak menghargai uang




Assalamualaikum, welcome back again di blog Emak Poenya. Semoga selalu sehat ya Mak.. Aamiin. Hari ini kita bakalan ngobrolin tentang mengajarkan anak nilai sebuah mata uang. Kalau Kak Elva ngomongin tentang Mendapatkan Uang dari Menulis kali ini Emak mau ngomongin bagaimana caranya agar anak menghargai nilai mata uang. 

Ada banyak manfaat ketika kita mengajarkan anak nilai mata uang. Yuk kita lihat Apa saja sih manfaat dari mengajarkan anak nilai mata uang:

1. Anak tahu manfaat uang.

2. Anak bisa membedakan antara keinginan dengan kebutuhan.

3. Anak terbiasa hidup hemat sejak dini.

4. Anak tahu dari mana uang dihasilkan.

5. Anak belajar berbagi dengan orang lain.

6. Anak tidak suka berhutang sejak kecil.


Sebelum kita masuk pada tips bagaimana cara mengajarkan anak tentang konsep uang sejak kecil, Emak mau berbagi nih apa sih perbedaan dari cara orang tua Emak dulu mengajarkan nilai uang kepada Emak, dengan cara Emak mengajarkan anak tentang uang.

Cara orang Tua Emak:

1. Diajarkan Berdagang.

Orang tua Emak mencari uang dengan cara berdagang. Mulai dari sembako hingga sayur dan ikan. Saat itu bisa dibilang semua kebutuhan kami sangat tercukupi. Orang tua khususnya mama, suka mengajarkan berdagang. 

Ketika di sekolah dasar, secara tidak langsung Emak disuruh berdagang ketika ada teman yang tertarik dengan makanan ringan yang Emak bawa ke sekolah. Bayangin aja, ransel Emak cukup besar untuk mengisi buku dan juga makanan ringan. Masih ditambah dengan satu plastik besar berisi berbagai macam makanan ringan. Setiap hari jajanan tersebut ludes. Itu saat masih duduk di kelas 4 SD.

2. Ketika SMP Mama mulai mengajarkan Emak bagaimana mengelola uang. Setiap harinya Emak diberi jajan cukup banyak. Namun, Emak tidak boleh lagi meminta uang sekolah, uang buku hingga berbagai keperluan pribadi. Hasilnya, emak mengompori teman-teman agar bersama-sama membeli buku cetak di luar sekolah. Zaman dulu, di Medan sentra membeli buku  ada di Titi Gantung (di samping stasiun kereta api Medan). Lumayan banget perbedaan harganya dibanding beli melalui guru. 

3. Sejak SMP pula, mulai diberi tanggung jawab ikut memiliki jam kerja menjaga warung. Jadi Emak sadar, apa saja barang yang sering dibeli orang. 

4. Sering diberi wejangan agar hidup hemat dan menghindari diri dari hutang.

5. Saat SMA, Emak diperbolehkan memberikan les privat kepada tetangga. Tambahan uang jajan ini sungguh membuat berbinar. Meskipun diperbolehkan membeli apa saja yang Emak mau, namun sering di ingatkan untuk membeli barang yang sifatnya kebutuhan. Biasanya Mama mulai cerewet kalau Emak membeli baju baru. Baginya baju akan menjadi "sampah".

6. Saat kuliah, apa yang diajarkan mama akhirnya harus diaplikasikan sungguh-sungguh. Saat itu tabungan Mama beneran sudah tidak ada. Habis karena memulai usaha baru dengan keluarga bapak. Di saat kuliah sering ambil kerjaan part-time. Di saat itu pula sudah tidak meminta uang kuliah dari mama. 


Itulah ringkasan bagaimana cara orang tua Emak dulu mengajarkan nilai mata uang. Sekarang kita masuk pada pembahasan bagaimana Emak mengajarkan anak-anak di rumah nilai mata uang.

1. Anak sering Ikut Belanja. 

Untuk hal ini bukan mengajarkan anak konsumtif, sebelum berangkat biasanya membuat kesepakatan apa saja yang boleh dibeli dan apa saja yang tidak boleh dibeli. Emak juga memberitahu tujuan pergi berbelanja. Bila belanja di pasar tradisional Emak mengajarkan mereka bagaimana proses jual beli. Ada tawar-menawar dan juga ada akad. Biasanya pembayaran hanya melalui uang tunai. 

Bila berbelanja di minimarket atau swalayan, terkadang Emak sengaja melakukan pembayaran melalui kartu. Dan beberapa saat lalu, Emak mengajarkan anak bagaimana cara membayar melalui QR code. 

Jadi anak zaman sekarang tahu bahwa pembayaran bisa dilakukan melalui uang tunai bisa pula dengan e-money.

2. Anak Harus Tahu Bagaimana Proses Orang Tua Mendapatkan Uang.

Anak diceritakan apa saja pekerjaan yang dilakoni oleh orang tua. Anak jadi tahu, ada yang menghasilkan uang dengan cara berdagang, ada cara menghasilkan uang dengan jasa, adapula dengan bekerja di sebuah instansi. 

3. Anak Diajarkan Empati.

Ketika anak meminta sesuatu biasanya saya selalu mengatakan "sabar ya, kita tunggu baba dapat uang.."  hal ini agar anak belajar dua hal. Anak belajar bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi dan anak belajar bahwa uang adalah sesuatu yang berharga. Jadi sebisa mungkin berhidup hemat.

4. Anak Diajarkan Berbagi.

Ketika sedang berjalan bersama anak, Emak suka bercerita bahwa banyak orang yang hidupnya tidak seberuntung anak Emak. Berbagai macam kenyataan hidup harus ia tahu. Emak belajar untuk menyisihkan uangnya untuk dibagi kepada saudara atau orang lain yang membutuhkan. Emak juga memberitahu bahwa tidak perlu menunggu berlebih untuk berbagi.

5. Anak Diajarkan Menghasilkan Uang.

Hal ini agar anak tahu untuk mengeluarkan uang secara hemat karena mencari uang tidak mudah. beberapa kali anak Emak sudah terjun langsung untuk berjualan. Pernah berjualan di car free day maupun ke tetangga sekitar. 

6. Anak Diajarkan Menabung.

Setiap uang yang mereka dapatkan, entah dari berjualan maupun diberikan biasanya ditabung. Menabung untuk belajar mengebiri keinginan yang mereka punya. Jadi tidak semua keinginan harus dipenuhi.

7. Anak Diajarkan Membedakan Bagaimana Keinginan dengan Kebutuhan.

Si sulung pernah minta dibelikan handphone karena melihat tetangga sudah punya handphone sendiri. Emak hanya mencoba mengajak si sulung berfikir, kira-kira apa sih urgentnya ia memiliki handphone. Ketika ia tidak tahu jawabannya, saat itu ia sadar bahwa saat itu ia belum membutuhkan handphone.

8. Anak Diajak Berbelanja Melalui Orang yang Kita Kenal Dekat.

Biasanya Emak memberitahu kepada anak untuk membiasakan berbelanja dari kerabat yang kita punya. Entah itu tetangga maupun teman. Hal ini untuk mengajarkan ia berbagi dan silaturahmi.

9. Anak Harus Menghindari Hutang.

Emak sangat mewanti anak-anak di rumah agar tidak terbiasa berhutang. Apakah berhutang melalui janji, apalagi berhutang uang. Saya menceritakan sisi buruk hutang. Selain terbiasa hidup boros, hingga putusnya silaturahmi.

Demikian beberapa hal yang Emak ajarkan kepada anak-anak tentang nilai uang. 

Kalo kamu Mak, bagaimana sih cara mengajarkan mereka tentang uang? Yuk cerita di kolom komen...




Reactions

17 comments:

  1. berhubung anakku nih masih kecil, pelan-pelan aku kenalkan dengan kata-kata nabung dan berhemat. Mudah-mudahan nanti kalo udah lebih paham bisa juga menghargai uang

    ReplyDelete
  2. anakku yang paling besar 5 tahun pun sudah kucoba ajarkan dari dini bahwa ada orang yang lain tidak seberuntung kita dan Allah suka sama hal2 yang baik termasuk berhemat..mudah2an anak2 kita dijauhkan dari sifat boros ya mbak

    ReplyDelete
  3. iya nih, kalau skrng itu cenderung yg ada budaya konsumtif ya mbak. Karena apa apa mudah didapat. Bahaya juga kalau anak ga diajarkan sejak dini untuk menghargai uang

    ReplyDelete
  4. Anak diajarkan tentang mana kebutuhan dan keinginan itu bener banget mbak.. karena zaman now marketplace berseliweran di jagat maya menawarkan hal lucu2 sehingga menarik minat pembeli tak peduli orang dewasa maupun anak2 padahal ya ga butuh2 bnget sih jadinya boros deh ..orang dewasa aja bisa tergoda blnaja blanji gitu apalagi anak ya hihi

    ReplyDelete
  5. Menghindari hutang ini yg selalu ditanamkan emakku. Meski tetep aja saya punya utang (kredit kereta) 😀

    ReplyDelete
  6. Di luar negeri awak lupa dimana, salahsatu cara ajarkan anak cara hargai uang dengan melihat bapaknya kerja, jadi kayak ada 1 hari gitu anak dizinkan ikut ayah ke kantor hehe

    ReplyDelete
  7. Wah bener sekali nih kak, apalagi jika anak meminta suatu barang harus diajarkan mana keinginan dan mana kebutuhan ya, kadang-kadang kan mereka lihat temannya punya mainan ini terus pengen punya juga ya.

    ReplyDelete
  8. Terima kasih atas tipsnya..
    Memang sebaiknya anak dikenalkan konsep uang, jangan dibiasakan berhutung dan menghasilkan uang, apalagi bagi anak-anak yang mau aqil baligh ya..

    Terima kasih sekali lagi..

    ReplyDelete
  9. Kalo emak saya dulu ngajarin anaknya, tidak mudah memberikan uang untuk yg tidak penting meskipun ada uang. Diberi uang kalo habis mengerjakan/membantu sesuatu di rumah. Memberinya uang pun secukupnya sesuai usia dan kebutuhan saat itu.

    ReplyDelete
  10. Ini perlu dicatet. Yang lebih penting lagi,mulai aplikasikan ke anak. Makasi tipsnya mak

    ReplyDelete
  11. Satu lagi, Mom Icha... Jd influencer hikmahnya semakin menghargai uang ya kan. Biasanya belasan ribu itu sekali picing mata ngabiskannya. Ni dibayar belasan ribu hrs bs mensyukurinya masyaallah... Jd lbh menghargai uang

    ReplyDelete
  12. Anak-anak dirumah juga dibiasakan untuk menyelesaikan urusan pribadinya. Belajar memanfaatkan dan mengelola uang sekaligus bagaimana ia bisa belajar menghasilkan uang

    ReplyDelete
  13. awak udah kasih uang jajan bulanan ke anak-anak, dengan tiga pembagian; ditabung, diinfakkan, dan jajan.
    walaupun belom terlalu paham nilai uang, belom paham juga uang mana yang lebih besar atau lebih kecil.
    Pengennya sih supaya dia tidak komsumtif juga.

    ReplyDelete
  14. Jadi mikir kalo dulu udah dibiasakan begini sama orang tua pasti sekarang lebih bijak pakai dan menghasilkan uang. Tapi ilmu ini tetap bisa dipakai sekarang sampe nanti punya keluarga hehe terima kasih kak..

    ReplyDelete
  15. Walau masih kecil harus diberi pengetahuan seputar uang juga ya mba, tujuannya supaya ia lebih bisa memanfaatkan peruntukkan uang tersebut dengan baik.
    Jika ia mengerti pasti ia pinter dengan cara ditabung atau membelanjakan uangnya sesuai apa yang ia butuhkan.

    ReplyDelete
  16. That's right bunda, penting banget mengajarkan anak menghargai uang. Pasalnya banyak sekali aku lihat anak2 zaman now meremehkan uang dan itu membuat kita kesal hihi

    ReplyDelete

Jangan diisi link hidup ya kawan-kawan ☺️

Total Pageviews