Langsung ke konten utama

STOP JULID please..





Beberapa saat belakangan ini,  hits banget kata-kata julid. Apalagi semenjak tahun lalu, artis Syahrini sering memakai kata julid. 

Tau gak mak, julid itu sebenarnya apa sih?
Ternyata julid itu bahasa Sunda yang berasal dari kata binjulid.  Yang artinya iri hati atau dengki.

Disadari atau gak, kadang pertanyaan-pertanyaan yang bernada julid itu terkesan memang iri. Meski pun kadang niat awalnya sok perhatian.  Hihihi

Percayalah mak, gak ada orang  yang terlepas dari pertanyaan-pertanyaan julid orang sekitarnya. Siapapun dia, meskipun bukan artess.  Tetep aja.. selalu ada komen menyakitkan itu..

Dunia emak-emak yang beragam gak akan pernah bener di mata orang-orang julid. Emak yang kerja di luar dibilang males ngurus anak, emak yang di rumah dibilang pengangguran. 

Emak yang lahiran caesar,  dibilang manja. Emak yang lahiran normal, dibilang udah turun mesin (hadeuuuh emangnya kendaraan..).

Emak sufor dibilang males ngASI, takut payudara kendur.  Emak yang ASI dibilang bayinya kurus kurang gizi. 
Emak langganan catering dibilang malas masak, emak yang suka masak dibilang pemborosan!

Emak yang belum punya anak dikata-katain,  emak yang banyak anak dibilang kayak kucing.

Emak yang langsing dibilang makan hati, emak yang semok bohay dibilang males gerak.

Tuuuh. 
Pokoknya gak ada bisa selamat dari mulut-mulut jahat si julid.


Pernahkah kita julid? 
Jangan-jangan tanpa kita sadari kita pernah melakukannya. 
Gimana sih agar terhindar dari perilaku julid? 

Sebenarnya mudah saja, jangan pernah mengomentari ranah pribadi orang lain. 
Yang kedua, jangan  pernah memberi saran tanpa diminta.

Cukup ingat dua hal itu.. Mudah-mudahan kita terhindar dari perilaku julid. 

Bagaimana kalo ternyata kita adalah korban julid dari orang lain?
Sebenarnya hanya cukup dua langkah mudah.
Yang pertama, cukup tersenyum memandang si pelaku julid persis kita melihat anak tantrum yang minta perhatian. 
Kedua,  tutup telinga dan hati kita rapat-rapat. 
Jangan sampai kita badmood apalagi sampe membuat kita stress.

Percayalah.. pelaku julid bisa ada di mana saja dan dari latar belakang pendidikan apapun. 

Yuk.. STOP JULID! 



Komentar

Michael David mengatakan…
Waduh iya makkk iyaaakkk... ga usah iri sama orang lain ya mak yaaa.. :D
Yaallaah... Gambarnya pas banget :')
chaelliza mengatakan…
Yes bang Michael.
secara tiap orang punya rezeki masing2 ya..
chaelliza mengatakan…
Hahaha, iya kak..
memberdayakan anak sendiri, wkwkwk
gurueksis mengatakan…
Julid I dan Julid II udah selesai..hehe
Paradigma mengatakan…
Baru tau kata julid itu apa? wkwkwk kurasa karna org mandailing masih kental dengan bahasa daerahnya jdi gk ngikuti bahasa luar tpi dengki, iri hati tau.. hehe!!
chaelliza mengatakan…
Hahaha.
Itu mah jilid..
chaelliza mengatakan…
Kata2 viral bang..
Dunia netijen ini kan suka ngikutin apa yang dibilang artis, wkwkwk
LinRaNa Mom mengatakan…
saran juga buat yang suka julid...
baik sih kalo nasehatin kita-kita yang dijulid tin...
tapi kalo nasehatnya gak kita ikutin ya jangan marah lah...
kan kita punya pertimbangan sendiri
ya gak mak kehehehehhe
chaelliza mengatakan…
Yes.. Bener kak.
Kadang ada yang pake maksa. Wkwkwk

Misalnya "udahlah anaknya jangan disusui lagi. Kasih formula aja. Kasian badannya jadi kurus karena emaknya hamil lagi tapi masih tetep nyusu."


Maksa. Tapi gak ngasih duit beli susu formula, wkwkwkwk
Hydriani mengatakan…
Bener sekali mak, apalagi netijen jaman now di sosmed pada perang komentar julid dan pedas, seperti gak ada urusan lain ya mak, apa2 aja dikomentarin
chaelliza mengatakan…
Hihihi.. iya mba.. Bener.
Sampe keluar quotes maha benar netijen dengan segala komentarnya.
Elsa Hayanin Lubis mengatakan…
bener nih mbak, berawal dari hal-hal yang enggak penting diobrolin eh malah diobrolin trs ghibah terus iri hati dengki huaaa, naudzubillah, banyakin istighfar yaa

Postingan populer dari blog ini

dua garis biru di mata emak-emak

Kali ini bukan mau review film ya mak..

Kali ini cuma mau membahas kontroversi film yang akan beredar tanggal 11 juli 2019 mendatang.
Pas banget pas liburan.

Dilihat dari berbagai trailer film Dua Garis Biru di Internet,  tau lah kita bahwa dua pemeran utama film ini adalah Dara dan Bima.

Biasalah, dua anak muda yang saling jatuh cinta ini digambarkan layaknya orang yang lagi kasmaran.
Namun, keduanya kemudian menyesali karena kehilangan kontrol gaya berpacaran hingga hamil.

Emak, serasa cerita ini begitu familiar di kehidupan kita.
di kehidupan sehari-hari, kita dapati bukan satu dua lagi anak gadis yang tiba-tiba menikah lalu beberapa bulan kemudian sudah menggendong bayi mungil.

Jangankan di kota mak, di pinggiran kabupaten seperti saya saja sudah banyak.
Kadang saya sampe malu melihat anak-anak gadis tersebut yang santai saja keluar rumah dengan perut membesar.
Duhai,  betapa MALU sudah hilang dari masyarakat kita. Yang katanya kita budaya timur, mungkin sudah tak membekas lagi d…

piknik seru di danau siombak

Akhir pekan adalah saat nya bersama keluarga. Menghabiskan waktu yang berkualitas agar suasana dalam keluarga semakin hangat.  Nah, untuk Medan sendiri, Danau Siombak adalah tempat wisata Medan yang sebenarnya bukan "barang baru".

Terletak di Jalan Paya Pasir, Medan Marelan tempat wisata Medan ini sebenarnya sangat mudah dijangkau.  Ikuti saja jalan besar Marelan,  nantinya saat berbelok ke kanan, di sisi kiri akan didapati jalan Paya Pasir lengkap dengan spanduk Danau Siombak. Bila masih belum ketemu, boleh juga klik di Google maps,  Danau Siombak. 

Seperti yang saya katakan, tempat wisata Medan ini sebenarnya bukan barang baru. Danau Siombak sudah terbuka untuk umum sejak bertahun lalu, namun sekarang tampilannya sudah jauh berubah. Yap! Semakin banyak perbaikan di sana-sini yang membuat Danau Siombak layak dikunjungi bersama keluarga. 

Tempat wisata Medan ini, buka setiap hari loh, dari pagi hingga jam 6 sore (Menjelang Maghrib). Menurut Bang Reza,  salah satu petugas pe…

manfaat menulis bagi emak

Hai Mak..
Buat emak yang stay at home, ayo ngaku.. Udah berapa lama kah tidak menulis?
Hihi, palingan emak-emak memegang pulpen saat menandatangani buku anak, atau mengisi form pendaftaran anak masuk sekolah.  Selebihnya,  ahhh hampir tidak pernah ya Mak!
Taukah Mak,  buat emak-emak seperti kita menulis itu memiliki banyak sekali manfaat. Bermanfaat untuk kesehatan Jiwa dan raga loh.. ah lebay.. Swear deh!
Gak percaya?  Yuk kita kupas satu-satu manfaat menulis untuk emak.
1. Menulis agar terorganized
Hidup jadi semakin terorganisir kalo emak menulis. Cobalah emak buat jurnal pengeluaran dan pemasukan bulanan. Bukan hanya menjadi terorganisir, kita pun jadi lebih bijak dalam menentukan pengeluaran yang benar-benar urgent. Mudah-mudahan sih itu bermanfaat untuk memacu kita mendapatkan pemasukan yang lebih besar ya, heheheh.
Selain itu, emak juga bisa membuat daftar belanja bulanan dan juga daftar menu makanan bulanan. Ini penting biar setiap pagi membuka mata, emak gak selalu bertanya-ta…