Toilet Training tanpa Pening
Image by Alodokter



Masih sering kan ya.. liat balita umur 4 atau 5 di siang bolong masih pake diapers?
Emang salah ya?


Toilet training sebenarnya adalah hal penting yang harus emak ajarkan ke balita nya. 
Sebaiknya umur berapa sih mak?
Ini sih beragam tergantung keadaan emak dan bayinya.

Kalo ditanya pendapat saya sih, yang gak terlambat banget adalah di usia balita mulai pandai berucap pipis atau pup. Rata-rata di usia 2 tahun. 

Kira-kira langkah apa saja sih yang harus dilakukan oleh emak bila balita nya mau diajarkan Toilet training agar balita tidak hanya sukses berkemih, tapi juga emak happy. 

Jujur saja, mengajarkan Toilet training butuh mood dan suasana happy. Karena emak rawan menjadi monster bila tidak sabar.

Yuk, kita checki apa aja sih tips dari emak remahan rengginang ini,,,


1. Kita harus tau dulu si kecil siap atau tidak untuk Toilet training.

Biasanya sih, untuk anak tunggal belajar berkemih a.k.a Toilet training akan lebih mudah dilakukan di awal alias lebih cepat.  Karena si ibu hanya fokus pada satu anak.  
Dan pastikan si kecil juga sudah bisa bilang pup atau pipis meskipun cadel.

Selanjutnya hanya tinggal mengatur emosi dan keteguhan agar tidak lagi memakaikan diapers pada anak (menyerah).


2. Ajak si kecil ke toilet 1 jam sekali. 

Hari pertama mengajar si kecil berkemih adalah saat- saat yang melelahkan.  Usahakan tetap bertahan di hari-hari awal karena selanjutnya,  InsyaAllah akan lebih mudah. 

Ajaklah si kecil berkemih tiap satu jam sekali. Kadang si kecil beneran buang air kecil,  kadang tidak sama sekali.
Kita harus sabar 3 menit menunggu si kecil berjongkok di toilet,  bila sudah 3 menit tidak juga buang air kecil,  boleh akhiri karena artinya ia tidak sedang ingin berkemih.

Namun setengah jam kemudian, ingatkan kembali untuk berkemih.

3. Jaga Mood baik dan atur emosi kita.

Jangan marahi si kecil saat ia terlanjur pipis atau pup di celana. Ulangi saja terus kata-kata "kalau mau pipis/pup  di toilet ya nak.." 

Karena  bila kita marah, maka si kecil menjadi takut untuk berkemih. Ia akan merasa berdosa saat mau buang air. Tentu ini akan menjadikan proses berkemih menjadi lebih lama lagi.

4. Ajak pasangan dan anggota keluarga lain.

Bila kita hanya berdua mendidik si kecil,  tanpa orangtua atau orang lain, ajaklah pasangan untuk membantu mensukseskan toilet training si kecil.

instruksikan ia juga ikut menyemangati si kecil, agar mengulangi kata-kata "kalo mau pipis/pup di toilet ya nak.." 

bantuan pasangan akan sangat berarti di saat sore hingga menjelang tidur. Karena batas kesabaran terkadang menipis seiring lelah dan ngantuk, wkwkwk.


5. Usahakan dalam seminggu stay at home. 

Usahakan dalam seminggu kita terus bersamanya di rumah. Bila pun harus keluar rumah, usahakan jangan lebih dari 2 jam karena akan lebih mudah mengajari si kecil toilet training di rumah daripada di luar.


6. Enyahkan sementara ambal dan barang yang susah dicuci.


Untuk meminimalkan lelah kita karena harus membersihkan atau mencuci barang berat yang terkena ompol si kecil,  usahakan enyahkan dulu saat si kecil sedang latihan.

Hal ini bisa memicu kemarahan kita karena melihat ambal tebal yang terkena pipis. Padahal kan seharusnya kita tidak boleh menunjukkan emosi saat ia sedang latihan. 

7. Minta Maaf

Saat malam hari menjelang tidur, ulangi kembali kata- kata  kita yang mengajak ia pipis di toilet. Jangan lupa minta maaf soal seharian kita mengajari nya toilet training. Apalagi seandainya kita kelepasan emosi saat ia pipis di celana. 


naaaah,  sekian dulu tips dari emak bagaimana agar mengajari toilet training agar tidak pening..


Yakinlah, toilet training itu mudah!

12 Comments

  1. Klo malam gimana tu mak...
    Brp jam sekali kita ajak ke toilet?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo awak kan kak vivi, awal mula toilet training si kecil dibangunin jam 12 malam dan 4 pagi.
      Kalo Udah mahir berkemih awak bangunan jam 2 malam saja. Subuh kan udah bangun.

      Delete
  2. Iya mbak...2 th udah bisa buat toilet training. Anakku lepas toilet 2 th lebih juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba nining pujianti. Rasanya senang lihat anak mandiri ya..

      Delete
  3. Mengajari anak-anak seperti ini sangat penting ya, mereka jadi lebih mandiri dan tidak merepotkan orang yang mengasuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak yanti.
      dan si anak juga jadi pintar. ♥

      Delete
  4. PRku belum tuntas untuk malam, kok kasian bangunin anak malam-malam 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti kalo udah terbiasa, dia yang bangun sendiri kak. Meski pun gak kita bangunin. Ayo semangat kak dyah

      Delete
  5. Good saya suka lihat anak2 ga mengkek sikit2 nangis sikit2 pipis sikit2 boker hahaa kecuali.... Dia sedang sakit. Maap blm punya anak soalnya. Jd ga paham.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihihi. Dimaklumi itu kak.
      Dulu pun awak gak suka dengar anak nangis, eeeh setelah anak sendiri yang nangis jadi backsound pula itu, wkwkwk

      Delete
  6. Belum terlalu paham soal beginian. Tapi bisa diterapkan ke keponakan. Banyak kejadian di luar yang anaknya masih manjah. Dengan adanya ini, semoga para orangtua bisa belajar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh kak.
      persiapan biar udah mahir pas anak sendiri. hHehehe

      Delete