Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

6 Nilai PlusTraveling di Aceh

 

6 Nilai PlusTraveling di Aceh

Liburan memang paling menyenangkan. Sepanjang liburan ada hal menyenangkan dan tidak menyenangkan yang kita alami. Selama Emak berlibur di Aceh ada beberapa hal yang Emak catat sebagai nilai Plus alias kelebihan traveling di Aceh. 

Apa saja, hereeee we go... 

6 Nilai Plus Traveling di Aceh 

1. Jalan Mulus

Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Aceh bisa dibilang serius membangun infrastruktur berupa jalan. Sejauh melintasi jalur Jalan Provinsi, Emak tidak menemukan  jalan rusak sama sekali. 

Sangat berbeda dengan daerah (maaf) lintas Sumatera. Tambal sulam di mana-mana bahkan jalan rusak parah pun eksis menemani perjalanan di jalur lintas Sumatera. 

Emak menulis ini bukan untuk membandingkan kedua Provinsi, namun sebagai kritikan agar Sumut lebih baik lagi karena merupakan tanah kelahiran Emak. 

Pemerintah Provinsi Aceh sadar bahwa warga mereka memiliki mobilitas yang tinggi dalam melakukan perjalanan Aceh-Medan khususnya. Makanya pembangunan dan perawatan jalan tidak pernah main-main. 

2. Masuk Lokasi Wisata Free

Untuk lokasi wisata yang berbasis alam, seperti pantai, sungai, danau, gunung dan hutan tidak ada uang masuk. Maaf sekali lagi, bila dibandingkan dengan wisata pantai di Sumut misalnya, baru viral sedikit sudah ada "tukang palak" alias pungutan liar di mana-mana. Kadang bukan satu pintu, untuk masuk ke sebuah wisata dikenakan pungutan berkali-kali. 

Yuk ah.. Semoga wisata di Indonesia ini bisa mencontoh kebijakan wisata di daerah istimewa Aceh. Gunung, sungai, danau, hutan hingga pantai bukan dibuat manusia, maka yang bisa ditarik biaya sebaiknya fasilitas yang disediakan agar liburan lebih menyenangkan. 

3. Masjid Selalu Buka

Nilai plus lainnya, saat berkunjung ke Aceh adalah selalu terbukanya Masjid di jalan Lintas Provinsi. Bahkan ada beberapa masjid yang menyiapkan tempat khusus istirahat/lapak untuk makan bekal bagi musafir. Homey banget memang untuk muslim. 

Bahkan gak perlu takut dicurigai ketika beristirahat di masjid saat kelelahan di jalan saat tengah malam. Tidak ada larangan untuk tidur di teras masjid. 

Biasanya masjid dibangun juga dengan megah dan nyaman, bahkan Emak pernah singgah di SPBU untuk shalat Maghrib, di sebuah mushala daerah Aceh Timur, Emak lumayan surprise karena desain mushalla nya keren. 

Gimana gak keren, biasanya mushalla SPBU hanya berupa bangunan petak biasa. Bahkan Emak pernah singgah di SPBU kota Medan yang menyediakan Mushalla berupa bekas ruangan tanpa alas sajadah. 

Namun berbeda dengan mushalla yang Emak singgahi di sana. Lantainya granit dengan partisi cantik sebagai pembatas jamaah laki-laki dengan perempuan. Kamar mandinya juga bagus banget. Dengan closet duduk dan juga shower buat mandi. Kalo masih siang hari, mungkin Emak sekalian numpang mandi ya 🤣. Cantik deh pokoknya. 

4. Tidak Ada Pungutan Toilet SPBU di Malam Hari

Ada sebuah rahasia SPBU di jalur lintas Sumatera di malam hari. Apakah itu? Di malam hari biasanya para pengendara yang sedang melintas dan berhenti di SPBU untuk memakai fasilitas toilet biasanya dikenakan tarif 2000 per orang. Anehnya ini hanya berlaku di malam hari. 

Dulu sekali, di awal melakukan perjalanan malam di lintas Sumatera, Emak heran fasilitas SPBU ini tiba-tiba berbayar. Namun jadi terbiasa karena jamak dilihat di mana-mana. 

Berbeda dengan SPBU di lintas Aceh, tidak Emak temukan toilet berbayar. 

5. Ramah di Mata Muslim

Mata seorang muslim dewasa pasti nyaman karena tidak menemukan aurat terbuka bahkan di pinggir pantai. Semuanya tertutup hijab dengan rapi. Bahkan pada beberapa daerah seperti Meulaboh sejak 2009 dilakukan operasi razia celana ketat untuk wanita seperti jeans. 

6. All Kuliner Halal

Nilai tambah satu lagi bagi kenyaman seorang muslim adalah kuliner di Aceh semuanya halal. Biasanya untuk berkuliner di sekitar Berastagi - Parapat - Danau Toba Emak harus selektif memilih makanan yang dijajakan di rumah makan, tidak akan terjadi ketika berkunjung ke Aceh. 

Semuanya halal, InsyaAllah. 

Nah keenam nilai tambah traveling di Aceh inilah yang Emak rasakan. Gimana kalo menurutnya mak, apalagi sih nilai tambah lainnya wisata / berkunjung ke Aceh? 

Kuy kita ngobrol di kolom komen.. 

blogger parenting
blogger parenting Emak anak 5. belajar terus jadi istri dan emak yang baik..

12 comments for "6 Nilai PlusTraveling di Aceh"

  1. Ya Allah semakin niat banget ini jadinya bisa main ke serambi Mekkah. Dulu bercita cita banget ingin main ke Aceh. Setelah tsunami malah lupa. Hehehe... Waktu ada acara trik di Aceh juga malah ga bisa ikutan

    ReplyDelete
  2. Masyaalah kalau bicara Aceh, pasti sangat mengutamakan fasilitas ibadah. Malah, munkin kalau ada pusat perbelanjaan, mushollanya sangat nyaman. Kayaknya dan harusnya gitu kalau di Aceh, ya.

    Soalnya saya pernah mencoba untuk ke mushollah di mall dalam kota saya. Tempatnya ada di lantai bawah, pengap, sempit, berbau, dan pokonya tidak nyaman untuk shalat.

    ReplyDelete
  3. Aku belum pernah ke Aceh, jadi pengin ke Aceh deh ^^ Apalagi tiket wisata alamnya free (aku emak hemat) hihihi ^^

    ReplyDelete
  4. Wah...beda banget ternyata Sumut dan Aceh. Aku pernah ke Aceh tahun 2006..waktu itu jalan dah bagus, dan pantainya cakek-cakep. Masjid banyak. Makan dimana-mana mudah (dan murah), Sayang cuma 4 hari ,kurang banget. Semoga lain kali bisa ke Aceh lagi.

    ReplyDelete
  5. Semoga kelak saya warga sidoarjo bisa rihlah ke aceh. Apalagi bisa ke masjid yang jadi icon kebanggana kota aceh. Apalagi kota yang disebut serambi mekkah pasti dirindukan semua orang

    ReplyDelete
  6. Satu lagi,, kede kopi dimana-mana hahaha, tak payah pengen ngopi jam brp pun ya kan

    ReplyDelete
  7. Mak, jadi mupeng ini, deh. Saya suka jalan-jalan. Apalagi jika ramah banget sama kaum muslim dan muslimah. Idaman banget ini, Mak.

    ReplyDelete
  8. MAsya Allah, salah satu tempat di Indonesia yang pengen banget aku kunjungi, tp belum kesampean :) hihi semoga bisa dikasih rejeki jalan-jalan kesana :) indah ya..

    ReplyDelete
  9. Yg nomor 2 karena pantainya indah semua masyakarat aslinya cenderung membiarkan saja tiap pengunjung yang pingin singgah di jajaran pantai Aceh bagian barat. Moga satu saat bisa main ke sana juga,, yg pernah menyusuri Aceh bagian timur ke Banda Aceh.

    ReplyDelete
  10. Sebagai yang pernah 4 tahun lebih tinggal di Aceh, semua yg di atas betul semua kak. Apalagi kalau jalan2 di pantainya, selain murah, cantik2 semua pula

    ReplyDelete
  11. Ah, Aceh, satu-satunya provinsi di Sumatra yang belum sempat kujejaki. Jadinya geregetan kaaaaaan. Apalagi Aceh destinasi wisata yang Muslim friendly banget. Penasarannnn.

    ReplyDelete
  12. Sebagai daerah yang dijuluki Serambi Mekah, memang wisatawan muslim sangat dimudahkan untuk fasilitas terkait ibadah dan kehalalan makanan. Dan setuju sekali soal jalan. Kalo dari Aceh mau ke Medan, mulai terasa jalan grubak grubuk karena aspal tambal sulam dan lubang dimana-mana, selamat,, anda sudah masuk ke wilayah Sumut, wkwk.

    ReplyDelete

Jangan diisi link hidup ya kawan-kawan ☺️