Tips Nyaman Tinggal dengan Orangtua


Setelah sebelumnya kita membahas Tips Nyaman Tinggal dengan Mertua, sekarang kita akan membahas tips nyaman tinggal dengan orangtua.

Yap, sama dengan alasan tinggal dengan mertua, beberapa orang punya alasan kenapa harus tinggal dengan orangtua. 
Seperti aku, ketika menikah kami langsung hidup menjauh dari orangtua. Genap sepuluh tahun berpisah kini harus tinggal dekat dengan mama kembali. Kali ini karena mama tinggal sendiri. Adik yang biasa tinggal bersamanya harus pindah ke lain kota karena beberapa alasan.

Canggung?
Jelas donk karena biasanya kita jauh dari orangtua. Pengasuhan anak bebas dari intervensi. Meski gak satu atap, tapi tinggal bersebelahan jelas membuat sedikit banyak perubahan di rumah tangga. 

Sama seperti tips sebelumnya, kali ini Emak akan membagi tips menjadi dua juga. Untuk anak perempuan dan anak laki-laki yang tinggal bersama orangtua. 

Tips ini dibuat agar kita dan pasangan bekerja sama dalam menciptakan suasana rumah tangga yang tetap kondusif. Oke... 
Yuk kita mulai..


Tips untuk Anak Perempuan

Bila seandainya kita hidup bersama orangtua kita, baiknya kita bersikap:

1. Menjaga Nama Baik Suami
Bukan berlebihan atau terlalu cinta namanya. Karena suami dan istri bak pakaian yang saling menutupi maka jangan pernah bicarakan kekurangan suami di depan orangtua kita. 

Gak ada gunanya sama sekali, selain membuat orangtua menjadi gak suka sama suami, membicarakan kejelekan suami juga berpotensi membuat orangtua ikut menjelekkan suami di depan kita. Meskipun orangtua kita sendiri, namun ketika ikut menjelekkan suami kita tentu akan membuat hati kita ikut tergores.

2. Diam adalah Emas
Setiap ada masalah dengan suami, jangan pernah membahas dengan orangtua sendiri. Namun berbicaralah dengan pihak keluarga suami. Karena belum tentu orangtua kita akan menanggapi dengan subjektif. Karena kita adalah anaknya, maka sudah pasti orangtua akan selalu membela kita. 
Masalah besar sebaiknya dikecilkan dan masalah kecil sebaiknya dihilangkan. Namun, bila terjadi pertengkaran yang berujung pada KDRT tentu harus melapor kepada yang berwenang.

3. Minta Bantuan Suami
Mintalah bantuan pada suami di belakang orangtua kita. Jangan biarkan kita kerepotan mengurus rumah tangga seakan bekerja sendiri. Orangtua akan merasa "lelah membesarkan anak dengan sebaiknya, namun ketika dewasa hanya menjadi babu rumah tangga". Perasaan orangtua akan selalu sensitif mengenai hal ini.

4. Jangan sering Mengeluh 
Tampakkan bahwa kita bahagia. Ketika kita mengeluh, orangtua merasa bahwa pernikahan kita tidak bahagia. Menunjukkan wajah bahagia bukan karena kita berakting menutupi ketidakbahagiaan namun menunjukkan kita selalu bersyukur dengan setiap keadaan.

5. Saring Perkataan Orangtua
Terkadang orangtua akan mengatakan sesuatu tentang suami kita. Ingat, ketika ia berbicara yang buruk tentang pasangan kita bukan berarti 100% ia membenci suami kita. Terkadang itu hanya upaya membela kita anaknya. 
Jangan pernah menyampaikan pandangan orangtua tentang image pasangan kepada suami, begitu pun sebaliknya. Ucapkanlah hanya yang bermanfaat bagi hubungan keduanya.


Tips untuk Anak Laki-laki

Karena laki-laki adalah qawwam, alias pemimpin rumah tangga sudah semestinya ia menjadi penyatu dalam hubungan antara istri dan orangtuanya sendiri. Berikut tipsnya:

1. Jadilah Pemimpin yang Tegas
Sikap kita terhadap istri sebaiknya lembut namun tetap tegas bila ada suatu masalah. Bersikap adil antara istri dan orangtua adalah suatu keharusan. Jangan pernah berlaku memanasi  salah satu pihak. 

2. Jelaskan pada Istri bahwa orangtua kita adalah orangtuanya
Terkadang tidak semua istri paham bahwa anak lelaki adalah milik ibunya. Masih ada istri yang mencemburui ibu suami seperti cemburu kepada perempuan lain. Jangan lupa, istri wajib taat pada suami, suami wajib taat pada ibunya.

3. Satukan Istri dan Orangtua
Jadilah penengah dan penyatu antara istri dan keluarga kita. Jangan biarkan istri merasa terasing di rumah mertuanya. 

4. Tidak Menceritakan Kekurangan Istri
Layaknya pakaian, jelas kita harus saling menutupi aib. Tutupi kekurangan istri dengan kelebihan yang kita miliki. 

5. Banyak Bersabar
Ketika orangtua mengeluh akan sikap istri, tegurlah istri saat berdua. Nasehati dengan lembut. Bila istri banyak mengeluh tentang orangtua kita, anjurkan banyak bersabar menghadapi orangtua. Orangtua tidak selamanya akan hidup. Berbuat baik (birrul walidain) adalah sebuah bakti pada mereka. Jangan sampai suatu saat menyesal ketika orangtua tiada karena dulunya tidak berlaku baik pada mereka. 

Tinggal dengan orangtua tidak selamanya menjadi hal yang tidak menyenangkan. Di saat tertentu banyak kebaikan yang kita dapatkan ketika kita berbuat baik pada orangtua. Selagi masih memiliki orangtua, berbaktilah sebaik mungkin agar suatu hari tidak menjadi hal yang kita sesali.

Sampai jumpa di artikel selanjutnya... 
Reactions

53 comments:

  1. Akupun termasuk yg ga betah tinggal dengan mertua, sekarang diriku tinggal sama ortu, sempat jauh dari ortu, tp ortu ga betah krna mau dekat sama cucu, hihihi eh maaf jd curcol 😂

    ReplyDelete
  2. Wah tips nya oke yaa.. aku pun sebenarnya mau tinggal sama orang tua ataupun mertua. Tp apa daya ortu dan mertua yg ga mau tibggal sm anak2nya. Krn merrka maunya tibggal sendiri alias ga mau diganggu.. hehehehe...

    ReplyDelete
  3. Wah tips nya oke yaa.. aku pun sebenarnya mau tinggal sama orang tua ataupun mertua. Tp apa daya ortu dan mertua yg ga mau tibggal sm anak2nya. Krn merrka maunya tibggal sendiri alias ga mau diganggu.. hehehehe...

    ReplyDelete
  4. Wah tips nya oke yaa.. aku pun sebenarnya mau tinggal sama orang tua ataupun mertua. Tp apa daya ortu dan mertua yg ga mau tibggal sm anak2nya. Krn merrka maunya tibggal sendiri alias ga mau diganggu.. hehehehe...

    ReplyDelete
  5. sampai saat ini saya masih tinggal sendiri dirumah sendri, semoga nantinya saya bsa kembali keorang tua atau ajak orang tua tinggal dirumah

    ReplyDelete
  6. Saya belum pernah tinggal baik dengan mertua atau orangtua, Mbak Icha. Tapi, sering dicurhati kakak yang tinggal dengan ortu. Kakak ini belum punya momongan jadi ya gitu deh jadi kadang galau juga dia karena keseharian cuma urus orangtua. Aku cuma bisa nasihati dia buat bersabar. Tips yang lengkap ini Mbak Icha

    ReplyDelete
  7. Harus bisa bersikap dan membawa diri ya mb..harus stok sabar yang banyak juga. Tapi kalau diniati berbakti pada orang tua,,semoga barokah ya mb...terima kasih tipsnya. Bermanfaat banget

    ReplyDelete
  8. Setelah menikah semuabpasangan harus siap dengan segala kondisi.
    Baik itu suka maupun duka, seperti hal nya memutuskan tinggal bersama orang tua atau hidup mandiri.

    Tentu banyak hal yang harus dipersiapkan ketika tinggal bersama orang tua agar perselisihan tidak terjadi.
    Apalagi jika yang ikut kebanyakan kaum perempuan, tentu harus pandai pandai berperilaku.
    Salah bersikap kadang memunculkan perselisihan yang membuat mertua-menantu kurang akur.

    ReplyDelete
  9. Lebih baik tidak sama orang tua atau mertua, tetap saja ada celah bikin gak enaknya.

    ReplyDelete
  10. Setuju dg tips nomor 2 yg buat anak perempuan. Diam itu emas ya, lagian kl gak perlu dicakapkan lebih baik diam ajalah,, hehe

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk berumah tangga langsung tidak tinggal dengan orang tua, maupun mertua. Tidak ada merek saja selalu cekcok banyak masalah, apalagi kalau bareng mereka ya

    ReplyDelete
  12. Tipsnya sangat bermafaat mbak..
    Aq pernah 1 th tinggal sama mertua, alhamdulillah nyaman nyaman saja

    ReplyDelete
  13. Kalau udah mampu, ada baiknya tinggal dirumah sendiri bareng suami.
    Walau begitu,kita tetap bisa kok berbakti dengan orang tua maupun mertua kita.

    Karena dengan begitu kita tetap menjaga keharmonisan kedua belah pihak, bukan tidak mungkin kan kadang orang tua atau mertua kurang setuju dengan kita lantas terjadi selisih paham.

    ReplyDelete
  14. aku sih ga kebayang 😀 secara sedari lama hidup sendiri. semoga yg memang dikasih amanah tinggal bersama orang tua tetap bisa sabar dan happy 😍

    ReplyDelete
  15. Hal-hal ini kalau dikomunikasikan dengan baik bisa membuat semua pihak nyaman tinggal bersama

    ReplyDelete
  16. Aku dan suami kemarin, tahun pertama tinggal di rumah ibuku. Tapi entah kenapa kok terasa beda. Apalagi saat punya anak. Hehehe.. Tapi saat jauh merantau begini jadi merindukan masa-masa tersebut.

    ReplyDelete
  17. Meski kami langsung ngontrak rmh, tp sering pulang ke rumah mertua. Pastinya adalah yg ga sesuai saat stay tpt mertua. Tapi tau diri, jd diam itu emas tu betul bgt hehe

    ReplyDelete
  18. Ulasan yang bermanfaat nih kak. 10 tahun lebih saya tinggal di mertua dan suami gak mau diajak mandiri, akhirnya saya dan anak yang keluar dari rumah mertua. Yah malah curcol #tutupmuka ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi ada hikmahnya setelah itu ya mbak dan kali ini sepertinya berbeda. Semangat mbak dyah.

      Delete
  19. Ternyata nggak menyeramkan juga ya tinggal dengan mertua. Yang penting sama2 ngertinya

    ReplyDelete
  20. Aku tinggal sama ortuku mba. Meski begitu selalu ada aja sih peluang untuk gesekan atau beda pendapat. Beruntung selama ini masih kondusif dan aku berusaha sebisa mungkin melayani ortu dengan baik. Tipsnya ok banget mba... thanks for sharing

    ReplyDelete
  21. Bener deh, mau sama orang tua atau sama mertua, kuncinya satu.. Banyak bersabaaaarrrr..hehehe

    ReplyDelete
  22. Boleh jg tips nya mba..emang dibutuhkan saling pengertian dua belah pihak ya spya merasa nyaman satu sama lain

    ReplyDelete
  23. Aku malah pengen tinggal dengan ortu atau mertua, sayangnya suami punya prinsip kalau sudah menikah kita harus berpisah. Aku manut sama suami. Mungkin nanti ketika mertua sudah mulai menua dan membutuhkan kami, maka suami akan mau diajak pulang. Sebagai anak, kita memang yang harus banyak mengerti orangtua.

    ReplyDelete
  24. Semenjak anakku lahir tahun 2013 kita balik tinggal sama mamahku karena mereka tidak mengijinkanku untuk menggunakan ART saat aku sudah mulai bekerja. Jadi selama 5 tahun aku tinggal bersama orangtuaku, tapi sekarang sudah balik lagi ke rumah sendiri.

    ReplyDelete
  25. Kalau pulkam, pasti kita "bertamu" di rumah orangtua dan mertua.
    Memang bener, lebih baik gak banyak ngomong dan lebih banyak mendengar.

    ReplyDelete
  26. Nyess bacanya. Emang lagi pengin bicarain satu masalah sama suami tapi maju mundur akhirnya ngga kelar2. Kependem sendiri. Thanks mbaa. Aku coba share linknya ke suami.

    ReplyDelete
  27. Masya Allah terima kasih banyak share-nya. Pada intinya, tinggal dekat atau dengan orangtua memang perlu lebih banyak bersabar dan pandai pandai membawa diri.

    ReplyDelete
  28. Tinggal bersama orang tua, kala sudah menikah memang harus ekstra sabar dan hati-hati menjaga ucapan ya.

    Saya kebetulan tinggal jauh, baik dengan orang tua maupun mertua. Jadi kalau pas pulang ortu/mertua menceritakan ketidakpuasannya pada saudara yang tinggal dengan beliau, saya diamin aja, dengerin sampai selesai, terus lupakan. Nggak mau berkomentar

    ReplyDelete
  29. Weisss ini ya aq bgt tinggal di rumah orgtua hahaa,, jgn lupa tetap bersyukur.

    ReplyDelete
  30. Bener banget ini. Udh rumah tangga kehidupan tentu berbeda. Pengalaman juga tinggal dirmh org tua walaupun cuma 1 tahun pasti ada aja yg bikin canggung di hati. Gak senyaman dulu sblm nikah yah

    ReplyDelete
  31. Saya 10 tahunan tinggal bersama orang tua setelah menikah. Sebelum akhirnya tinggal sendiri.

    Pengalaman saya, antara suami dan istri memang harus kompak dulu. Jadi kalau misalnya ada rasa tidak sreg dengan orang tua, bisa dibahas bersama pasangan. Bisa saling melindungi tanpa harus menyakiti perasaan orang tua

    ReplyDelete
  32. Setuju sekali kak, jangan sampai menunjukan keburukan suami kita dihadapan orang tua kita. Ntar orang tua kita nggak rela kita bersama suami kita.

    Saudara ada nih sampai dipaksa bercerai dari suaminya gara-gara kelihatan sisi buruk suaminya. Padahal ya nggak buruk-buruk amat bila dibandingkan dengan yang lainnya. Nah setelah bercerai barulah rujuk, karena keburukan yang dibicarakan dulu kaya mengada-ada gitu hehehe

    ReplyDelete
  33. Menurutku setiap rumah tangga memang ada pertimbangannya sendiri mengapa harus tinggal di rmh orang tua atau mertua. Semuanya harus dijalani ikhlas dan syukur ya serta dikomunikasikan dgn baik bersama pasangan.

    ReplyDelete
  34. Setuju banget kak, kalau ada masalah sebaiknya jangan cerita ke orang tua lebih bagus selesaikan dg pasangan, kalau pun terpaksa mending ke orang tuanya. Biar gak salah paham

    ReplyDelete
  35. Wah aku masih tinggal sama orang tua nie kak, karena masih sendiri juga, itu aja ekstra sabar gimana kalau ada pasangan ya tambah ekstra sabarnya .

    ReplyDelete
  36. Setelah menikah pernah ngerasain tinggal dengan orangtua selama karena hamil dan pasca lahiran, rasanya emang beda dari sebelum nikah. Agak tricky memang, tapi Alhamdulillah masih teratasi. Makasii tipsnya mbaa :)

    ReplyDelete
  37. Tinggal dengan orangtua emang bener kudu sabar sih ya. Yang muda nggak boleh terlalu memaksakan kehendak juga. Kalau kedua belah pihak saling mengerti, pasti menyenangkan ya rasanya

    ReplyDelete
  38. Senang sekali membaca tipsnya, baik untuk anak perempuan dan juga anak laki-laki..

    Diingatkan untuk mengelola hati dan emosi..

    Walau sayantidak tinggal baik dinrumah ortu mau pun orang tua, tentu tips yangbdiulas juga bisa kita gunakan untuk keseharian bergaul dengan orang tua/mertua kita ya

    ReplyDelete
  39. kami tinggal di tmpt atok, ortu ayah. keliatan sih +- nya lgsg dan bs jd masukan pas nikah nnti hehe paling ngena di pengasuhan anak sih kak beda gaya wkwk

    ReplyDelete
  40. Puji Tuhan amu damai sejahtera tinggal bareng orangtua, Mama dan Bapakku tidak pernah mencampuri urusan rumahtangga. Malah aku berterimakasih banhet jadi ada yang jagain anak-anak. Orangtuaku sama Paksu juga akur aja, hehe.

    ReplyDelete
  41. Setuju dengan tips menjaga nama baik suami yes, di mana pun tinggal tetap wajib ini. Suami imam kita, panutan dan yg menentukan surga nerakanya kita

    ReplyDelete
  42. setuju dengan tips-tipsnya. semoga banyak pasangan yg membaca ini agar tidak gagal paham jadi anak. hehe

    ReplyDelete
  43. Yang terbiasa hidup jauh dari orangtua atau mertua, pasti agak kaget saat harus tinggal dengan atau dekat dengan salah satunya. Akan banyak intervensi secara tidak langsung. Tips dari mak icha ini oke banget untuk jadi acuan. Makasi ya mak.

    ReplyDelete
  44. Kalau aku sih jujur mendingan tinggal sendiri sekalipun rumah kecil atau bahkan ngontrak hehe berasa lebih lega aja

    ReplyDelete
  45. Harus tegas, pada poin ini saya masih harus banyak belajar. Karena saya dan istri beda karakter. saya lebih kalem, hehe.

    ReplyDelete
  46. wah lengkap tipsnya ya kak ^^, awak belajar hidup sama mertua aja 3 tahun loh, sampe ikut kelas komunikasi, healing wkwkw, pada akhirnya diri sendiri dulu sih dibenahi, biar bisa ngadepin siapapun

    ReplyDelete
  47. Puji Tuhan saat ini aku tinggal bareng orangtuaku dirumah. Aman dan damai sejahtera, mereka ga suka ikut campur juga malah banyak membantu jagain anak2..

    ReplyDelete
  48. Jujur kalau aku pribadu prinsipnya setelah nikah harus mandiri cuma ya memang karna orang tua suami cm berdua tetep aja tiap akhir pekan harus nginep disana tp alhamdulillah kami sdh tempat tinggal sendiri sih. Ada plus minusnya memang tinggal sm org tua

    ReplyDelete
  49. kalau aku pemegang prinsip lebih baik pisah daripada tinggal bersama. kalau misalkan keadaan mengharuskan untuk tinggal bersama, tips ini pas banget.

    ReplyDelete
  50. Aku udah merasakan tinggal bersama orang tua maupun mertua. Dua-duanya punya tantangan tersendiri, hehe. Sekarang lagi pengen banget punya rumah sendiri, semoga cepat terealisasi.

    Terima kasih tipsnya, bagus untuk diterapkan nih

    ReplyDelete
  51. Tips yang amat bagus untuk diterapkan bagi kami yang akan tinggal bersama orang tua

    ReplyDelete
  52. sip.. jadi semakin tahu hal -hal yang harus diperhatikan ketika memilih tinggal bersama orang tua ya...

    ReplyDelete

Jangan diisi link hidup ya kawan-kawan ☺️

Total Pageviews