Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Yang Harus Kamu Tahu tentang Medan


Hai Mak.. apa yang terlintas di pikiran ketika mendengar kata Medan? Bika Ambon? Bolu Gulung Meranti? Atau malah Nagabonar? Kalau besar di Medan atau sekitaran Sumatera mungkin Mak gak akan salah membayangkan Medan seperti apa. Persis kayak Mak Devi yang udah punya pengalaman dengan penyakit demam berdarah.


Kalo di tipi-tipi mungkin Mak membayangkan anak Medan itu ya imagenya keras, ngomongnya kasar, trus kalo disenggol langsung bacok, hehehe. Iya sih sebagian. Tapi sebenarnya banyak salah kaprah yang sering ditayangkan di tipi tentang anak Medan. Nah tulisan kali ini mengajak Mak untuk tau lebih jauh tentang Medan. Ini dia....


1. Horas VS Ahoii

Kalo di tipi, mungkin sering terdengar "horas Medan!" Taukah Mak? Salam anak Medan sebenarnya adalah Ahoii..  Sementara Horas adalah salam orang-orang yang berasal dari Tapanuli. Kenapa bisa jadi horas? Bisa jadi karena banyak orang yang berasal dari Tapanuli bila merantau ke Jawa lebih suka menyebut dirinya dari Medan. Otomatis orang gak akan bertanya "Medan di mana nya?" Namun bila mengatakan dari Tapanuli akan lebih banyak pertanyaan karena orang-orang lebih familiar dengan Medan dibanding daerah asalnya. 

2. Suku Asli Medan

Suku asli kota Medan adalah Melayu Deli. Tau kan, istana Maimun Medan sebagai ikon kota Medan? Itu adalah istana kerajaan Deli. Hingga sekarang turunan Raja Melayu Deli masih ada dan bergelar Sultan. 

3. Gak Semua anak Medan Keras

Label yang selalu ditayangkan di tipi tentang anak Medan adalah anak Medan yang urakan. Ngomongnya mirip suku Batak. Tapi sebenarnya di Medan sudah banyak suku yang saling berinteraksi. Melayu, Jawa, Padang, Batak, Karo, Mandailing, Aceh, Tionghoa serta Tamil (India).

4. Bahasa Medan

Nah, dari suku yang saling berinteraksi tersebut akhirnya ada bahasa Medan yang khas dan cukup membingungkan orang luar saat berada di Medan. Misalnya..

"Naik apa kemari?" tanya Bejo.
"Naik kereta.." jawab anak Medan.
Kereta is Sepeda Motor.
Sementara Motor adalah Mobil.
Dan Kereta yang anak Jawa tau di Medan harus lengkap penyebutannya menjadi Kereta Api.

"Jangan main di Pasar!" Ucap Mak Uteh pada anaknya.
Pasar is Jalan Raya (Jalan Besar).
Sementara Pasar untuk berbelanja disebut Pajak.
Pajak? Ya tetap pajak.. hahaha.

Sering muncul Meme juga sih, misalnya...

"Di Medan gak ada libur.. yang ada Pere" (pengucapan e pertama e lemah, sementara e yang kedua e keras).
Pere is Libur.

"Di Medan gak ada nilai, yang ada ponten" (e keras).
Ponten is Nilai.

"Di Medan gak ada Staples, yang ada hekter" (e pertama e keras, yang kedua e lemah).
Hekter is Staples.

"Di Medan gak ada petakilan, yang ada lasak"
Lasak is petakilan (gak bisa diem).

"Di Medan gak ada daun bawang yang ada daun pre..." 
Daun pre is seledri. 

Dan masih banyak lagi lainnya. Makanya kalo ragu dengan apa yang diucapkan anak Medan ketika traveling kesini, minta penjelasan berulang. 

5. Catatan untuk Para Traveler

Ada beberapa catatan yang harus dimengerti oleh para traveler. Khususnya travelers muslim yang mau kulineran di Medan. Medan memang surga kuliner. Rasa makanan banyak yang ngangenin. Makanya kadang para perantau suka kangen pulang kampung karena terbayang mantan- lontong Medan atau soto Medan.


Berbeda dengan kulineran di negeri Malaysia, kita bisa menikmati makan di restoran China karena ada logo halal nya. Namun tidak di Medan. Para traveler muslim diharap tidak menikmati makanan di kedai atau restoran China di sini. Meskipun kadang kalau liat tayangan di tipi atau yutuber yang sedang menikmati mie pangsit China atau kwetiau beras China. 


Sama halnya kalau menjumpai rumah makan Batak. Karena biasanya mereka menyajikan makanan non halal. Kalau ingin menikmati makanan khas Batak seperti arsik ikan mas, mungkin bisa memasuki rumah makan Mandailing. Mandailing masih satu klan dengan Batak meskipun ada juga yang tidak mau disamakan dengan Batak. Namun postingan kali ini tidak ingin membahas tentang suku Batak yang banyak klannya. 


Begitu juga bila ingin pesan makanan dari aplikasi makanan online. Sebaiknya pilih makanan yang aman saja. Kadang banyak traveler gak tau bahwa mie pangsit yang mereka pesan ternyata mie pangsit China yang bahan dagingnya dari babi. 

Jangan ragu untuk bertanya terlebih dahulu tentang halal atau tidaknya restoran atau makanan yang kita pesan. Tapi jangan khawatir, meskipun begitu makanan di Medan lebih banyak yang halal kok..


Itulah 5 poin yang harus kamu tau tentang Medan. Di lain tulisan akan saya bahas ya tentang Medan lainnya. Semoga kalo ada langkah ke Medan bisa meet up ya Mak..

Nah kalo kamu, apa image Medan yang kamu tau?

blogger parenting
blogger parenting Emak anak 5. belajar terus jadi istri dan emak yang baik..

55 komentar untuk "Yang Harus Kamu Tahu tentang Medan"

  1. Seru banget yah dimedan mba, aq belum pernah menjejakan kaki disana... tp punya banyak teman dr medan dikantor dan paling happy kalau mereka mudik dpt oleh2 bolu meranti rasa keju tp kasian mereka cm bs mudik setahun sekali krn tiket pesawat ke medan mahal sekali yah

    BalasHapus
  2. Ahok medan eh ahok di jakarta ya hehe.#ahoi medan 🙋🏻‍♂ aku ngakak so hard terkait yang bhasa. Kebetulan sebelum pandemi aku berteman dg bnyk orang medan di lembaga kursusan dn mereka cerita begituan hehe

    BalasHapus
  3. Ahok medan eh ahok di jakarta ya hehe.#ahoi medan 🙋🏻‍♂ aku ngakak so hard terkait yang bhasa. Kebetulan sebelum pandemi aku berteman dg bnyk orang medan di lembaga kursusan dn mereka cerita begituan hehe

    BalasHapus
  4. Waktu kk dulu kuliah di Jogja capek x menjelaskan yg Icha uraikan di atas. Tp demi menyampaikan yg sbenarnya ya tetap punya energi untuk itu hehe. Ahoyy Medan, sahabat semua suku!

    BalasHapus
  5. makasih mba informasinya, ternyata ga semua orang medan itu keras ya. sudah sering dengarnya orang Medan itu keras

    BalasHapus
  6. Tadinya mau travelling ke Medan, tp siswa saya yang asli Medan bilang ga usah pak, banyak Babi, susah ntar makannya. Btw, td ada dua kata yang mirip dengan bahasa sunda seperti Libur sama Pere dan Ponten, di sunda jadi penteun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak babi itu bukan di kota Medannya Pak Guru...biasanya di daerahnya saudara2 kita yg nasrani, Tapanuli Utara dan di sekitar Danau Toba. kalau di tengah kota Medannya, aamaaaannnnn

      Hapus
  7. Mejuah2,horas, yahobu, ahooiii

    2017 pernah main ke medan sama siosar, jadi kangen

    BalasHapus
  8. Baca artikel ini saya jadi ketawa-ketawa sendiri. Ternyata bahasa Medan beda jauh ya dengan yang biasa digunakan sehari-hari, jadi pengen jalan-jalan ke Medan

    BalasHapus
  9. Ehhh seriusan loh aku baru tau kalo bika ambon itu dari medan kak.kupikir sesuai namanya dari ambon. Aihhh banyak pengetahuan lah aku baca artikel ini. Terimakasih kak

    BalasHapus
  10. Setiap daerah punya ciri khas masing2 ya kak. Apalagi bahasanya. Beda makna dan artinya.

    BalasHapus
  11. Jadi kangen bika ambon aku nih kak cuss mluncur ke holland, tapi kalau bolu meranti ? Selamat terbayang-bayang deh saking enaknya tuh bolu.

    Pernah punya tetangga yang orang medan kasih oleh-oleh jeruk juga kak maniiissnya luar biasa mana juicy banget.

    BalasHapus
  12. Seru juga ya belajar Bahasa Medan. Eh, tapi pere dan hekter sama loh dengan Bahasa Sunda heheh...

    BalasHapus
  13. Salam kenal dari Tanjungbalai, Sumatera Utara, Mba. Lima tahunan jadi warna Medan, tepatnya pas kuliah. Jadi senyum-senyum baca blogpost Mba ini :)

    BalasHapus
  14. Menarik ya infonya, jadi tahu soal medan..
    Berguna banget buat yg akan jalan2 ke medan

    BalasHapus
  15. Jadi pengen ke Medan nih. Secara sering lihat di Youtube soal street food di sana, tapi karena baca ini, jadi banyak info baru. Terutama hati-hati kalau ke Chinesse food, padahal makanannya enak-enak haha

    BalasHapus
  16. Di Sunda, pere juga artinya libur.
    Di Sunda, pere pengucapannya pe untuk pendek dan re untuk Reni.
    Pere di Sunda sama dengan pere di Medan jadinya ya...

    BalasHapus
  17. Btw penyebutan hekter sama lho di Bugis hehe. Di sana steples dibilangnya hekter. btw baru tahu ternyata horas bukan Medan ya ...

    BalasHapus
  18. Kayaknya kemarin di twitter lagi rame meme bahasa medan yang besa penyebutannya, mirip contoh-contoh di atas, pas baca meem-meme itu emang bikin ketawa, padahal bisa jadi belajar bahasa medan ha

    BalasHapus
  19. Saya sering sebut Horas hehehe
    Bg orang luar, Medan identik dengan Batak sih. Tapi pas udah di Medan baru tau.
    Makasih buat 5 poinnya. Noted haha

    BalasHapus
  20. Entah kenapa, setiao ngobrol sama orang medan, logat tiba-tiba berubah. Tapi emang enak, gampang diikuti.

    BalasHapus
  21. Waah baca ini jadi tahu lebih banyak tentang Medan. Padahal aku kalau terdengar kata Medan itu yang ada di kepala adalah Danau Toba dan Durian Medan. Hihihi

    BalasHapus
  22. Ternyata masih banyak fakta yang saya baru tau. Saya pernah nginjek Kota Medan, walau cuma transit setengah jam doang di Kuala Namu, hahaha.. Jadi penasaran dengan kotanya

    BalasHapus
  23. Ohhh gitu, ya memang pemahaman begini supaya tidak membiasakan yang keliru ya. Meskipun mungkin orang Medannya tak terlalu sentimen soal kekeliruan ini, tetapi perlu juga dijelaskan duduk perkaranya.

    BalasHapus
  24. Wah, malah baru tahu sapaan ahoi..selama ini tahunya horas. Ok, noted banget ini yang tentang makanan. Maklum hobiku makan. Hihi. Mksh infonya. .

    BalasHapus
  25. Notice banget nih buat aku kak, meskipun makananya halal semacam ikan dll tapi belum tentu halal ya kak kandungannya. Memang ada bahan khusus kah dimedan yg dicampurkan jadi bisa enggak halal. Seperti minyak babi atau apa gitu ?

    Kemarin aku sama suami pesen mie gomak dideket danau toba pinggirannya kan ada warung. Gak ada lebel halal, tapi aku fikir ah mie doang.



    Jadi... Bisa jadi itu gak halal ya kak.
    Semoga diampuni dosa ketidaktahuan aku ya Allah. Hehehe

    BalasHapus
  26. Aku doonk...lahir di Medan, lebih tepatnya di Langkat siih...
    Pedalaman yaak...?
    Jadi aku sedkit-banyak tau culture orang Medan. Ibu dan Bapakku di Medan 20 tahun. Jadi kalau ngomelin anaknya, suka juga tuh...bilang "Palak kali aku..."

    Hhahaa...
    Unik yaa...dan aku suka.

    BalasHapus
  27. Pengen cobain deh kapan2 ke Medan. Semoga dimampukan dan keadaan mendukung tanpa wabah.

    BalasHapus
  28. Semua bahasa khas Medan di atas sudah biasa aku pakai dalam keseharian, cuma ahoiii ini baru kali dengar. Thanks infonya kak Icha

    BalasHapus
  29. Iya mba dulu pasti kalau orang Medan identik bersuara keras. Tapi ternyata disana gak semua begitu ya ada yg melayu pula

    BalasHapus
  30. Iya, dikira semuanya Horas! Identiknya emang orang Medan karakternya keras. Itulah kenapa banyak pengacara orang Medan. hehe

    BalasHapus
  31. Poin #1 itu, mungkin sama dengan orang daerah di Sumbar yang kalau merantau mengaku dari Padang. Sebab kalau disebut pun Pasaman, orang gak tahu. Dan lagi, orang di luar banyak menganggap semua daerah di Sumbar itu Padang. Dan bahasa kami disebut sebagai Bahasa Padang, padahal yang betul adalah Bahasa Minang--termasuk nama sukunya juga. Suku Minang, bukan suku Padang lho Mbak, hehe

    BalasHapus
  32. Di Medan gak ada berlagak
    Yang ada petentengan.

    Di Medan gak ada orang manja
    Yang ada mengkek.

    Mantab lah hidup di Medan

    BalasHapus
  33. Ahaiii Medanku Sayang... Ahaii ku rindu pulaanng... adek kk yg di Jakarta kl diputer lagu ini nangis Bombay dia.. terhura sm kota kelahirannya, hiksss

    BalasHapus
  34. di medan gadak jembatan ,yg ada titi.

    di medan gadak mampir ,yg ada betandang.

    di medan.....hmmmm dahlah banyak yg gadak kelen jumpa diluar ada disini. 😂

    BalasHapus
  35. Kemaren sempat Medan sejuta lobang ca. Sempat juga kawan diluar Kota bilang medan Kota begal hiks... Sedih ya

    BalasHapus
  36. Btw, orang Medan dibilang juga orang2 kaya lohh, karena masing2 orang punya kereta coba. Hahaha... kl di Jawa kan cuma PT. KAI yg punya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi klo wisatawan domestik baca di pinggir jalan "cuci kereta"

      Ternganga lah 🤣 dia

      Hapus
  37. pas kuliah ngkos rame2 banyak anak medannya. suatu saat berisik kekeh2 pdhl, eh datang anak kosan lain, eh apaan ini ribut2 kok berantem. pdhl kami cuma bicara2 ajaaa wkwkwk

    BalasHapus
  38. Ca.. Seledri tu daun sop lhoo chaa. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walah daun bawang ya kak..
      Ok edit.. hahaha.. tengkyu kakak

      Hapus
  39. Anak Medan, anak Medan..Anak Medan do au kawan..
    Lah bukan bahasa melayu pulak lagi lagunya..😁

    BalasHapus
  40. aku jatuh cinta sama lontong medan mbak ahhahaha sama bolu meranti itu aja yang ku tahu tentang Medan

    BalasHapus
  41. JAdi inget dulu pertama kali pindah ke Medan. Ada tetangga bilangin duo AuRa "jangan main di pasar". LAh, kaget lah aku soalnya anak-anak main depan rumah. Ternyata oh ternyata pasar itu jalan besar. Wkwkwk.. lucu banget kalau inget itu.

    BalasHapus
  42. tentang Medan dan bahasanya, aku pernah salah duga. Temanku cowok pernah bingung karena bos cewek bilang: Semalam kan Arif ke kamar saya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semalam is kemaren ya mas ari.. jangan disalahartikan, wkwk..

      Hapus
  43. Yang unik di medan itu bahasanya. Dimana coba ada tempat tambal ban kereta selain di Medan? Hebat lho bisa nambal ban kereta, hehe..

    BalasHapus
  44. Pas ada kerjaan ke Berastagi, saya naik angkot dari Medan. Kata panitia acara di sana, suruh turun Pajak ... (lupa namanya). Kirain kantor pajak, ternyata pasar

    BalasHapus
  45. Bah, baru tahu aku seperti itu.. rupanya masih masuk keturunan Melayu Deli tapi Napa logatnya beda dengan Melayu Riau? Kepo hihi

    BalasHapus
  46. Aku suka bahasa atau logat medan.. Kayak yg srg kudengar dari suara artis komika boris bokir itu.. Bahasa medan klo dimasukkin utk membawa komedi ternyata lucuuuu.. Horaaassssss hihi

    BalasHapus
  47. bener lah..kukineran Medan ngangenin...dan lengkap kap...ke manapum pergi selalu kangen kulinernya Medan yang de bes...

    BalasHapus
  48. jadi lumayan tau arti arti medan sedikit demi sedikit haha karena waktu kecil umur 2 tahun aku pernah ke medan cuman gak mlama mungkin sekitar 1-2 mingguan

    BalasHapus
  49. Ibuku Melayu Deli, Kak. Bapakku orang Batak. Aku besar di Jawa Timur. Jadi di rumah kami berbahasa Indonesia.
    Ketika pertama kali pulang ke Medan di 2016 lalu, aku ternganga karena semua orang gaya ngomongnya kayak Ibuku hahaha aku langsung merasa, jadi disinilah seharusnya aku berasal. Seumur2 aku selalu diolok2 ketika berbahasa Jawa oleh teman2, gak cocok kata mereka. Yah bagaimanapun aku punya aksen beda lah sama orang Jawa wkwkwk

    BalasHapus
  50. Imageku tentang Medan itu ya makanan enak. Bahkan wartegnya (istilah buat warung makan) saja menunya enak2. Mulai dari jajanan ketika bulan puasa, makanan rumahannya, sampai buah durennya. Wadohhh aku beruntung sekali punya pasangan orang Medan, jadi punya kesempatan mengenal Medan lebih akrab. Oiya satu lagi, semua masakannya pedas. Standar rasanya sudah pedas ya wqwqwq

    BalasHapus
  51. Saya memiliki teman Medan yang enak banget orangnya. Baiknya kelewatan. Semua tu turun temurun.

    BalasHapus

Jangan diisi link hidup ya kawan-kawan ☺️