dua garis biru di mata emak-emak
Poster Film Dua Garis Biru


Kali ini bukan mau review film ya mak..

Kali ini cuma mau membahas kontroversi film yang akan beredar tanggal 11 juli 2019 mendatang.
Pas banget pas liburan.

Dilihat dari berbagai trailer film Dua Garis Biru di Internet,  tau lah kita bahwa dua pemeran utama film ini adalah Dara dan Bima.

Biasalah, dua anak muda yang saling jatuh cinta ini digambarkan layaknya orang yang lagi kasmaran.
Namun, keduanya kemudian menyesali karena kehilangan kontrol gaya berpacaran hingga hamil.

Emak, serasa cerita ini begitu familiar di kehidupan kita.
di kehidupan sehari-hari, kita dapati bukan satu dua lagi anak gadis yang tiba-tiba menikah lalu beberapa bulan kemudian sudah menggendong bayi mungil.

Jangankan di kota mak, di pinggiran kabupaten seperti saya saja sudah banyak.
Kadang saya sampe malu melihat anak-anak gadis tersebut yang santai saja keluar rumah dengan perut membesar.
Duhai,  betapa MALU sudah hilang dari masyarakat kita. Yang katanya kita budaya timur, mungkin sudah tak membekas lagi dalam keseharian masyarakat.


Lalu ujug-ujug film Dua Garis Biru ini muncul. Katanya mau mengedukasi generasi muda.
Katanya mau memberi pelajaran bahwa menikah dan punya anak itu bukan hanya 9 bulan, tapi sumur hidup.

Namun sayangnya,  lihat posternya saja saya sudah bergidik.

Sayangnya, adegan di trailer menampakkan scene demi scene bagaimana Bima curi-curi mencium Dara.

sayangnya, adegan di trailer pula gamblang memperlihatkan bagaimana Bima dan Dara bisa sampai ke kamar.

Jangan cerita mengedukasi bila adegan-adegan tersebut tidak dipotong.
jangan cerita "supaya anak muda bisa mengambil hikmah"

Emak pun pernah muda.
gak ada hikmah yang dipetik anak muda.
mereka lebih cenderung meniru, apalagi masyarakat sekarang, ke bioskop tidak lagi mematuhi batas usia menonton.

Lihat "end game" yang booming kemarin.
Anak balita pun diajak menonton.  Padahal rating usia sudah jelas tertulis di poster.

Balik lagi ke Dua Garis Biru,
saking kontroversinya, emak sampe baca satu-satu komen tentang film ini.

Yang bikin sedih, karena Dara diperankan oleh Zara JKT 48, para penggemar girl band dan fans JKT 48 ini adalah fans-fans garis keras seperti K Pooper.

Kebayang kan, waktu bunda elly risman harus minta maaf karena pendapatnya tentang salah satu girl band Korea.

atau saat bunda pegiat Aliansi Perempuan Cinta Pertiwi, membuat petisi dihapusnya iklan shopee blackpink.
Bunda Maimon Herawati habis diserang.

begitu pun saat film ini hendak tayang.
Para fans pasang badan hampir di setiap komen.

Duhai adek-adek, kalian belum tau betapa beratnya mendidik anak zaman sekarang..
Kita emak-emak cuma risau, pulang nonton film ini..
yang ada malah inspirasi.
inspirasi mewujudkan adegan yang tersaji dari film ini.

--emak dengan  jelas mendukung film ini tidak layak tonton buat remaja--

6 Comments

  1. Sekarang terbalik Kak, kita yg lebih tua ini (eittss sok tua, hihi) mengingatkan, dibilang julidlah, berkomentar tanpa diminta, blabla. Pdhl itulah bentuk kepdulian kita pd generasi muda. Jgn pernah diam Kak kalau liat remaja maksiat. Katakan walaupun pahit. Amar ma'ruf nahi mungkar. Demi anak" kita juga. Seandainya smua org bs jaga anaknya msg" bakal tercipta lingkungan yg baik tp sayang kenyataannya gak. Huhuu jd sedih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, bener kak Mia.
      dulu pas tinggal di karya, di perumahan sepi, ada dua anak Smp yang mau curi2 cium.

      Awalnya saya gak tau,
      saya lihat kok anak2 saya pada ngintip dari balik jendela.

      Trus lah saya bertindak nanya2 anak Smp itu, sampe akhirnya mereka bubar.

      Delete
  2. Jgn kan nonton bioskop, adik2 nntn youtube aja ku deg2an mbak t,t

    ReplyDelete
  3. Sabar ya mak. Filmnya belum muncul di bioskop kok mak. Ratingnya udah ada. Nanti kita edukasi juga parents2 yang mau bawa anak lain kali juga liat rating. Sayang kadang pihak bioskop yang malah membiarkan. Saya penonton dewasa d bioskop juga terganggu kok mak kalo ada yg bawa anak d film yg ga sesuai rating. Tapi apalah daya parentsnya yang bawa 😣

    ReplyDelete