untukmu yg akan menikah..
ini bukan ceramahan atau sok menasehati.. Hanya sekedar berbagi,meskipun kami blm lama menikah namun sepertinya banyak yg bisa dikisahkan..
Menikah.
Ketika janji di hadapan sang khalik telah terucap,atau saat kita duduk di pelaminan terkadang kita bertanya2 'apa kamu tlah jd istriku/suamiku?'
rasanya msh mimpi ini sudah terjadi.
Tak terkecuali untuk pasangan yang pernah melewati masa pacaran atau hanya 'perkenalan' lalu langsung menikah.
Terkadang ada anggapan yang telah berhubungan bertahun lamanya akan mudah mjalankan bahterah rumah tangga karena katanya sudah saling mengenal,katanya udah gak ada yg disembunyikan,katanya dan katanya.
Namun,pernikahan bukan hanya menyatukan 2 manusia,tapi juga 2 keluarga.
Jangankan perbedaan 2 keluarga yg bs buat ribet,perbedaan 2 manusia yg menikah saja sudah cukup menghadirkan korslet.
Kami hampir 6 tahun saling mengenal sebelum menikah.
Tidak menjamin aku mengenal dia secara menyeluruh meskipun dia tdk menyembunyikan apapun.
Terkadang meskipun aku tau kebiasaan jeleknya,tetap saja yang namanya konflik tdk dpt dihindarkan.
Sejago apapun saya berkomunikasi,tak ada teori yg bs menolak misscommunication tsb.
Masalah sepele saja bisa jadi masalah besar. Bahkan niat baik kita atau dia bisa jadi masalah.
Smua karena kita memiliki persepsi berbeda,budaya berbeda,dbesarkan dlm lingkungan yang berbeda,bahkan budaya dlm 1 keluarga bisa menciptakan pribadi yg berbeda.
Menurut si A tdk masalah bila istrinya masih berhubungan dengan teman sekolahnya. Namun si B tdk suka melihat sang suami msh menjalin kedekatan dgn teman sekolah.
Terkadang si A suka dibangunkan istri,namun si B tdk sbr mbangunkan suami.
Si A suka bersih2,si B yang mengotori.
Si A ingin dimanja,kdg suami tak suka. Si A tdk suka pedas,pasangannya penggila pedas sejati. Si A suka beramahtamah,sang suami bisa mati berdiri.
Hal sepele apapun tetap bisa memicu konflik.
Sebaliknya,terkadang perbedaan besar bisa menyatukan kita.
Si A suka cerita,si B pendengar setia.
Si A suka masak,si B suka makan,dan lainnya.
Tak peduli brapa lama saling mengenal,yang namanya konflik pasti akan terjadi. Cara menyelesaikan konflik pun berbeda.
Biasanya sang suami lbh suka menghindar dahulu,setelah emosi reda,baru bicara. Namun sang istri terkadang tidak suka membawa masalah hingga tidur menjelang.
Namun jangan kgawatir,terkadang konflik apabila telah selesai membuat hubungan semakin kuat.
Namun bukan berarti boleh menciptakan konflik yang sama setiap kali berselisih.

0 Comments