Langsung ke konten utama

beberapa wasiat bapak

makam bapak



Hari ini cuma nulis beberapa wasiat almarhum bapak jauh sebelum beliau meninggal. 
judulnya kok mirip-mirip "jodoh wasiat bapak" ya..
wkwkwk


pengen nulis ini, karena beberapa pesannya jauh dari kebiasaan yang jadi tradisi di lingkungan masyarakat.
khususnya di Medan. 

Sejak kami masih kecil, bapak suka bilang begini:
"Nanti kalo aku mati, gak usah payah-payah liat kuburanku,  kalo mau doa.. Doa aja tiap shalat, gak harus didatangi kuburan"

Jadi, tradisi untuk melihat kuburan di penghujung sya'ban sebelum masuk puasa Ramadhan,  adalah tradisi yang tidak ada di keluarga kami.

Lalu, pernah pula bapak berkata:
"Nanti, jangan pula dibangun kuburanku. Ratakan dengan tanah, kalo mau dikasih tanda, cukup batu nisan aja"

Waktu kami kecil, memang hits sekali di pekuburan,  kuburan yang dimarmer lalu diberi atap dan dipagari. 

Syukurnya sekarang udah gak kelihatan yang seperti itu,

Cerita tetangga saat ziarah sebelum puasa, dia lihat makam bapak sudah berbatu nisan seperti gambar di atas.
padahal kami belum membelinya. 

bapak meninggal Februari 2016, memang sudah 3 tahun. Rencananya memang cukup membeli batu nisan saja, tapi beberapa bulan lalu tanah kuburan agak anjlok ke dalam. 
Karena diundur terus, akhirnya kami didahului orang lain.
Mama kami bertanya-tanya,  siapa gerangan yang sudah membuatnya. 

Ketiga, bapak  sering bilang:
"Jangan pernah berkawan sama jin. Meskipun nanti kalo aku udah mati, ada pula jin ngaku temanku,  jangan mau, gak ada mudharat dan manfaat bangsa jin ke manusia.  Jin yang muslim pun emoh berkawan sama manusia kayak kita, takut ketularan kufur"

Secara,  banyak sekali pengalaman bapak dengan makhluk-makhluk lembut begitu, membuat kami terbiasa dengan cerita yang di luar nalar. 

Positifnya,  kami dari kecil gak percaya ada hantu dan takut hantu. Yang ada hanya jin.

Kami pun jauh dari adat jaman baheula yang sering jatuh ke syirik tanpa sadar,
misalnya orang hamil bawa gunting, paku, peniti sampe rempah. 
Anak bayi dikalungi atau digelangi jimat jimatan. 
Plasenta yang harus diterangi,  biar bayinya tenang.
dan lain sebagai nya. 


Ya.. Singkatnya,  beberapa wasiat bapak untuk menjaga akidah anaknya agar tidak melenceng. 
Karena sebagus apapun amalan kita, kalo akidahnya sudah rusak, maka gugur semua kebaikan kita.


Komentar

Siska hasibuan mengatakan…
Masyaallah.. Kami juga gak mengenal budaya ziarah sebelum ramadhan.. Gak pake gunting juga sama jimat pas hamil..

Betewe almarhum bapak kalian hebat ya agama anak anak dan keturunannya duduk.

Semoga almarhum husnul khotimah
LinRaNa Mom mengatakan…
seingat saya, waktu adek bungsu baru lahir, emak kami pake lah itu gelang dan gunting tu.
tapi pas anak2 awak lahir. takda yang ingat pake2 begituan.
entah dah lupa karena dah lama gak ada baby di keluarga. ntah dah sadar.hihihi
yang manapun patut disyukuri ya...
Hydriani mengatakan…
Alhamdulillah selama hamil gak pernah bawa gunting, paku dll, klo peniti ya cuma pakenya di jilbab hehe btw klo org baik ada aja yg bantu kita ya kak sperti ayahnya walaupun sudah meninggal, masyaallah..
elsahlbs mengatakan…
MasyaAllah smoga kita semua istiqomah ya kak
chaelliza mengatakan…
Aamiin..
Makasih kak,
doa yang sama buat orangtua kakak, Aamiin
chaelliza mengatakan…
Iya kak vi ♥♥♥
chaelliza mengatakan…
Iya kak iid ♡♡♡
chaelliza mengatakan…
Aamiin
Paradigma mengatakan…
Semoga almarhum diampuni dosa dosanya pd masa hidupnya dan dilapangkan kuburnya. Amiin..🙏🙏
jendelamamak mengatakan…
MasyaAllah, bapak kk hebat. Sampe skrg di keluarga misua masih membiasakan ziarah sebelum ramadhan tiba. Klo kami insyaAllah tidak wajib melakukannya. Semoga hal2 lain juga bisa istiqomah jauh dari perbuatan syirik dan bid'ah.
Una El-Anshari mengatakan…
Sama kak,
Ziarah kubur gak kenal waktu..
Memang di Indonesia nih kadang masih kuat kali percaya gitu yang justru malah membahayakan aqidah,
Semoga kita terlindung dari segala macam kesyirikan,
Al Fatihah buat bapak kak Ichaa
chaelliza mengatakan…
Aamiin.
chaelliza mengatakan…
Aamiin
chaelliza mengatakan…
Aamiin

Postingan populer dari blog ini

dua garis biru di mata emak-emak

Kali ini bukan mau review film ya mak..

Kali ini cuma mau membahas kontroversi film yang akan beredar tanggal 11 juli 2019 mendatang.
Pas banget pas liburan.

Dilihat dari berbagai trailer film Dua Garis Biru di Internet,  tau lah kita bahwa dua pemeran utama film ini adalah Dara dan Bima.

Biasalah, dua anak muda yang saling jatuh cinta ini digambarkan layaknya orang yang lagi kasmaran.
Namun, keduanya kemudian menyesali karena kehilangan kontrol gaya berpacaran hingga hamil.

Emak, serasa cerita ini begitu familiar di kehidupan kita.
di kehidupan sehari-hari, kita dapati bukan satu dua lagi anak gadis yang tiba-tiba menikah lalu beberapa bulan kemudian sudah menggendong bayi mungil.

Jangankan di kota mak, di pinggiran kabupaten seperti saya saja sudah banyak.
Kadang saya sampe malu melihat anak-anak gadis tersebut yang santai saja keluar rumah dengan perut membesar.
Duhai,  betapa MALU sudah hilang dari masyarakat kita. Yang katanya kita budaya timur, mungkin sudah tak membekas lagi d…

piknik seru di danau siombak

Akhir pekan adalah saat nya bersama keluarga. Menghabiskan waktu yang berkualitas agar suasana dalam keluarga semakin hangat.  Nah, untuk Medan sendiri, Danau Siombak adalah tempat wisata Medan yang sebenarnya bukan "barang baru".

Terletak di Jalan Paya Pasir, Medan Marelan tempat wisata Medan ini sebenarnya sangat mudah dijangkau.  Ikuti saja jalan besar Marelan,  nantinya saat berbelok ke kanan, di sisi kiri akan didapati jalan Paya Pasir lengkap dengan spanduk Danau Siombak. Bila masih belum ketemu, boleh juga klik di Google maps,  Danau Siombak. 

Seperti yang saya katakan, tempat wisata Medan ini sebenarnya bukan barang baru. Danau Siombak sudah terbuka untuk umum sejak bertahun lalu, namun sekarang tampilannya sudah jauh berubah. Yap! Semakin banyak perbaikan di sana-sini yang membuat Danau Siombak layak dikunjungi bersama keluarga. 

Tempat wisata Medan ini, buka setiap hari loh, dari pagi hingga jam 6 sore (Menjelang Maghrib). Menurut Bang Reza,  salah satu petugas pe…

manfaat menulis bagi emak

Hai Mak..
Buat emak yang stay at home, ayo ngaku.. Udah berapa lama kah tidak menulis?
Hihi, palingan emak-emak memegang pulpen saat menandatangani buku anak, atau mengisi form pendaftaran anak masuk sekolah.  Selebihnya,  ahhh hampir tidak pernah ya Mak!
Taukah Mak,  buat emak-emak seperti kita menulis itu memiliki banyak sekali manfaat. Bermanfaat untuk kesehatan Jiwa dan raga loh.. ah lebay.. Swear deh!
Gak percaya?  Yuk kita kupas satu-satu manfaat menulis untuk emak.
1. Menulis agar terorganized
Hidup jadi semakin terorganisir kalo emak menulis. Cobalah emak buat jurnal pengeluaran dan pemasukan bulanan. Bukan hanya menjadi terorganisir, kita pun jadi lebih bijak dalam menentukan pengeluaran yang benar-benar urgent. Mudah-mudahan sih itu bermanfaat untuk memacu kita mendapatkan pemasukan yang lebih besar ya, heheheh.
Selain itu, emak juga bisa membuat daftar belanja bulanan dan juga daftar menu makanan bulanan. Ini penting biar setiap pagi membuka mata, emak gak selalu bertanya-ta…