Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cinta, Bangga dan Paham Rupiah

 

Cinta, bangga dan paham rupiah

Beberapa waktu lalu mengikuti acara dari BI terkait Cinta, Bangga dan Paham Rupiah di Hotel Madani Jalan Sisingamangaraja/Jalan Amaliun Medan Kota. Acara ini dihelat jam 8 pagi hingga jam 11 siang.

Cinta Rupiah

Yang lahir tahun 90 ke bawah pasti tau donk lagu "aku cinta rupiah, biar dollar di mana-mana.." (udah tua akutu 🤣)

Kadang terpikir, apa ada yang gak cinta rupiah. Cinta lah.. Jadi belanja pake apa.. Gitu mikirnya.

Di tahun 90an itu orang pada beli dollar karena nilai tukar rupiah terus anjlok. Istilahnya cari cuan lah. Bahkan nih ya Emak pernah dapat cerita dari kalangan baby boomers kaya di sekitar Bilal Medan Timur.

Saat uang pensiun yang didapatnya di tahun itu sekitar 500 juta dari perusahaan minyak dan gas (dulu mah 500 juta banyak banget loh). Oleh si istri ditukar dollar karena alasan istri uang 500 juta disimpan di brankas gak muat. Banyak banget lembarannya. Mending tukar ke dollar biar lebih pas.

Gak sampe sepekan tiba-tiba dollar naik hingga 15 ribu. Auto dijual dan tambah kaya mereka akibat pertukaran itu. "Langsung beli merci saya" katanya saat menceritakan kisah lama itu.

Ternyata cinta Rupiah itu bukan sekedar mencintai nominalnya sebagaimana biasa kita praktekkan. Cinta Rupiah meliputi:

1. Mengenali Rupiah

Mengenal karakteristik dan desain Rupiah.

2. Menjaga Rupiah

Menjaga Rupiah dari kejahatan uang palsu. Masih ingat kan slogan 3D? Dilihat, Di raba, Diterawang.

3. Merawat Rupiah

Merawat Rupiah dengan tepat. Nah kalo ini ada slogan  5J. Yakni: Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan distapler, Jangan diremas, Jangan dibasahi.

Kenapa Rupiah harus dirawat? Agar usia (uang kertas pada umumnya) Rupiah lebih lama di pasaran. Sehingga uang tidak perlu diafkirkan. Biaya cetak uang gak murah loh. Tahun 2022 saja, biaya cetak mencapai 2.3 T.

Nah seandainya uang tidak di lipat, tidak diremas dan terus baru ketika dipegang tentu saja alokasi pencetakan Rupiah bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain yang lebih krusial.

Bangga Rupiah

Kenapa harus berbangga ketika memakai Rupiah? Karena rupiah memiliki 3 fungsi. Yaitu:

1. Simbol Kedaulatan NKRI

2. Pemersatu Bangsa.

3. Identitas Bangsa (Alat Pembayaran yang sah).

Masih ingat kah saat NKRI kehilangan Pulau Sipadan dan Pulau Ligitan? Salah satu alasan kedua pulau tersebut lepas karena alat pembayaran mereka lebih condong ke ringgit daripada Rupiah.

Paham Rupiah

Kita semua mesti paham Rupiah dalam 3 hal, yakni:

1. Bertransaksi

Setiap instrument pembayaran di NKRI baik itu uang kartal, uang elektronik, atm maupun QRIS wajib menggunakan Rupiah.

2. Berbelanja

Belanjalah dengan bijak, yakni sesuai dengan kebutuhan. Bukan keinginan. Kedua, belanjalah produk dalam negeri.

3. Berhemat

Berhemat dan berinvestasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dalam negeri.


Penutup

Cinta Rupiah sama dengan mencintai Indonesia. Bangga Rupiah sama dengan menjaga Kedaulatan Bangsa. Paham Rupiah sama dengan bersama mewujudkan stabilitas dan kesejahteraan Negara. Cinta, Bangga, Paham Rupiah untuk Indonesia dimulai dari kita.

Tak terasa beberapa jam acara sudah berakhir. Rasanya mendapat insight baru bahwa mulai sekarang jangan lagi melipat uang Rupiah yang ada di kantong kita. Kalo Emak lebih suka masukkan dalam clutch yang sebesar amplop agar uang lebih rapi.

Jangan lupa pula ingatkan anak kita dan seluruh keluarga, bahwa memegang uang pun harus dengan lembut agar rupiah kita bertahan lama. Yeayyyy..


blogger parenting
blogger parenting Emak anak 5. belajar terus jadi istri dan emak yang baik..

10 komentar untuk "Cinta, Bangga dan Paham Rupiah"

  1. Jadi ingat zaman dulu skrg keknya jarang deh, uang tu dicoretin, digambarin terus kadang ada no telpon nya wkwk. Karena dulu umi Una masih jualan kede sampah jadi sering Nemu gini. Tapi skrg keknya udah jarang yg gitu sihh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Allah kelakuan anak 90ke bawah ini ya 🤣🤣🤣

      Hapus
    2. Uangnya juga busuk. Bau ikan, basah. Males kali kalo dapat uang yang macam tu.

      Hapus
  2. Ngalamin sendiri, pas kuliah, PKL ke Singapura tahun 1998 (6 bulan), uang saku dapatnya dollar Singapura. Balik Indonesia kurs Rupiah gila naiknya. Akhirnya, bisa buat beli komputer (PC), dan dipakai biaya kuliah hingga lulus dan dapat kerja, enggak minta lagi ke orang tua.
    Setuju mesti bangga dan paham pada Rupiah kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak cerita begini juga ya kan kak. Sama yang pegang emas di tahun 98 itu.
      Emasnya melonjak berkalilipat

      Hapus
  3. Pasti besar godaan untuk tidak menukar dollar ke rupiah atau sebaliknya ya ketika perubahan harga bisa menguntungkan.

    BalasHapus
  4. Kalo saya cinta rupiah banget mbak, seminggu nggak pegang rupiah rasanya badan greges semua wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahhaa saya juga mba..
      Berbinar-binar saya kalo banyak rupiah di dompet atau liat banyak rupiah di saldo tabungan.
      Tapi takut juga kalo yang banyak di dompet itu rupiah yang banyak bawa golok.
      Takut saya terjadi tawuran.

      Hapus
  5. Selain itu, wujud cinta rupiah juga bisa diwujudkan melalui penggunaan mata uang rupiah. Kalau bukan kita yang berusaha meningkatkan nilai rupiah, siapa lagi ya kan. Sayangnya, banyak orang-orang kaya yang semakin kaya semakin menumpuk mata uang asing yang bikin rupiah jadi berkurang nilainya.

    BalasHapus
  6. Iyah dong cinta rupiah. Aku pernah sempat kepikiran buat nukar uang ke dollar, lalu pas naik ditukar lagi ke rupiah. Eh, tapi kalau dapat dollar langsung tukar saja karena butuh banget, jadi mau kurs rendah atau tinggi gak ngaruh.

    BalasHapus

Jangan diisi link hidup ya kawan-kawan ☺️