Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Cara Menaikkan Self Esteem Ibu Rumah Tangga

10 Cara Menaikkan Self Esteem Ibu Rumah Tangga


Kenapa cuma ibu rumah tangga ya judulnya? Sebenarnya gak cuma ibu rumah tangga, artikel ini untuk semua ibu. Semua ibu yang membaca artikel ini, semoga menjadi ibu bahagia yang bisa membuat anak juga bahagia.

Balik lagi, kenapa ibu rumah tangga? Karena kebanyakan ibu rumah tangga merasa rendah diri karena hanya melakukan pekerjaan domestik. Kelihatan gak keren karena pekerjaannya jarang terlihat.

Kepercayaan diri yang rendah ini bila terus menerus dipupuk bukan tidak mungkin mempengaruhi mental health. Padahal yang anak kita butuhkan bukan ibu yang sempurna tapi ibu yang bahagia. 

Self Esteem

Sebelum membahas cara menaikkan self esteem, kita kenalan dulu ya Mak dengan self Esteem. Secara sederhana self esteem diartikan sebagai cara pandang dirii terhadap diri sendiri. Dengan kata lain, penilaian diri terhadap diri sendiri.

Pentingkah self esteem? Ooo.. Tentu saja berpengaruh besar terhadap setiap keputusan yang kota ambil. Salah satu pendukung self esteem adalah self love. Pertanyaannya, sudahkah kalian mencintai diri kalian Mak?

Self Love

Self Love ini bukan selfish. Bukan mementingkan dirinya di atas orang lain. Tapi, seni  mencintai diri sebagaimana kita memperlakukan orang lain yang kita cintai.

Test sederhana dari beberapa pertanyaan di bawah ini, adalah bukti kurangnya kita memiliki self love kalo jawabannya kebanyakan : IYA.

1. Sebagai ibu, lebih sering mengalah ketika ingin makan sesuatu. Misalnya: setiap anggota keluarga sudah mendapat jatah makanan, namun kita mengalah ketika si anak ingin makan lebih.

2. Tidak pernah memberikan diri sendiri hadiah atau reward atas sebuah pencapaian. 

3. Tidak punya metime bahkan untuk sekedar menyantap mie instant pedas favorit.

4. Tidak punya waktu untuk merawat diri bahkan enggan untuk sekedar check out produk perawatan inceran, dengan dalih "kayaknya  kebutuhan anak (anggota keluarga lain) lebih penting.

5. Sulit untuk sekedar menumpahkan perasaan ke pasangan agar kebutuhan didengar terpenuhi. Alasannya, aaah pasangan juga sudah sumpek dengan permasalahan mencari nafkah (di tempat kerja).

Kalo 3 aja udah ada jawaban IYA, berarti  self love kita memang rendah. Padahal, kita harusnya melakukan equal sebagaimana kita menyayangi pasangan, anak, saudara bahkan sahabat.

Coba ingat, hadiah apa yang sudah kita beri ke sahabat, tapi kita tidak memberikan diri sendiri hadiah (minimal melipir ke tempat makan favorit untuk menaikkan mood) tanpa berpikir ada kebutuhan lain yang lebih penting.

Cara Mudah Menaikkan Self Esteem

1. No Compare

Gak ada tuh banding-bandingin hidup kita dengan orang lain. Ngeliat temen yang cekatan kita langsung ngomong ke diri sendiri "aku man apa atuuuh.. Si lamban..".

Diri ini butuh dipuji. Tapi beda sama jumawa ya.. Beda sama narsis. Kelebihan kadar narsis juga jatuhnya gangguan mental health ya.. NPD. Tau kan NPD..

2. Ketat Scrolling Time

Scrolling medsos adalah hal yang membuat kita terhibur. Tapi jangan berlebih, jatuhnya kita menjadi cemas. Gimana gak cemas kalo yang kita lihat hanya kelebihan orang lain.

Gak semua orang punya sifat mudita (ikut bahagia dengan kebahagian orang lain). Apabila kita termasuk yang mudah rendah diri dengan kelebihan orang lain, kebanyakan scrolling akan mengikis rasa percaya diri kita.

3. Stay Positive

Positive thinking atas 2 hal. Pertama atas kelebihan atau rezeki orang lain. Kedua, atas musibah atau cobaan yang kita punya.

InsyaAllah kita lebih mudah  melihat hal positif bahkan di setiap kejadian yang terburuk yang kita lalui.

4. Grateful

Bersyukur gak cuma sering bilang Alhamdulillah. Tapi legowo atas apa pun yang menimpa diri ini. Diberi rezeki berlimpah, bersyukur sambil berbagi.

Diberi musibah atau cobaan bersyukur karena banyaknya yang akan kita terima. Pertama pahala karena sabar, kedua ketenangan hati melewati cobaan (karena telah sabar), ketiga jalan keluar dari arah yang tak disangka.

5. Kenali Diri

Tau karakter diri, kenal kemampuan dan kelemahan diri. Kemudian meng-upgrade diri untuk meningkatkan kepercayaan diri.

Penting untuk tau batasan diri. Gak semua hal harus kita lakukan, gak semua hal harus bisa kita handle dan menjadi yang terbaik di semua sisi. Ingat.. Ikan memang jago berenang tapi gak bisa manjat pohon.

Satu saja kelebihan diri terus diasah mampu membuat rasa percaya diri kita meningkat. Sejalan dengan itu, self esteem pun meningkat loh.

6. Afirmasi Diri

Afirmasi ini bukan kayak bilang "Terimakasih diri, kau hebat karena bertahan hingga sejauh ini.." Bukan.. Kenapa?

Karena afirmasi jenis ini lebih kepada menjauhkan kita dari kuasa Allah. Afirmasi yang benar adalah:

Terimakasih ya Allah telah memberikan aku kemudahan melalui segala cobaan. Hamba yakin dan percaya firmanMu, Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Dan itu Engkau sampaikan 2 X. Hamba percaya janjiMu.

7. Berani Say No

Katakan tidak untuk sesuatu yang tidak bisa kita lakukan. Sayangnya, orang yang self esteem rendah sering merasa gak enakan. Semua dia lakukan demi "gak enakan kalo nolak". Padahal semua orang punya limit.

Katakan tidak bukan hanya pada orang lain. Tapi juga pada diri yang terus saja memikirkan orang lain. Dirimu Mak lebih sering mikirin kepentingan orang banyak ketimbang kebutuhan diri.

8.  Kontrol Diri

Untuk semua yang orang lain lakukan terhadap kita, gak bisa kita kontrol. Tapi untuk apa yang kita masukkan ke telinga dan hati kita, jelas kita punya kontrol.

Kadang setiap perlakuan dan omongan orang lain yang tidak kita sukai dapat membuat mood kita terganggu. Padahal kontrol penuh atas kebahagiaan kita adalah kita sendiri. Pilah dan pilih. Yuk bisa yuk.

9. Stay Connect Allah

Hal yang paling penting adalah menjaga hubungan kita pada Pencipta Alam  Semesta. Banyak ikhtiar yang kita lakukan tapi tak jarang kita melupakan Kuasa Ilahi.

Jadi ingat pesan Nabi Muhammad SAW kepada Ibnu Abbas, singkatnya begini:

Satu Dunia mendukungmu, bila takdir Allah tidak berpihak padamu maka tidak akan jadi.

Satu Dunia ingin mencelakakanmu namun bila Allah menolongmu, tak ada yang bisa melukaimu.

Jadi, jangan kendor hubungan kita pada nya.

10. Do Your Best

Lakukan aja yang terbaik menurut versi kita. Bukan melakukan menurut standar orang lain. Campare terbaik adalah compare diri kita sekarang dengan diri kita yang lalu untuk mengetahui progress kita. 

Bukan jadikan standar orang lain adalah standar keberhasilan kita. Gak akan pernah ketemu. 2 saudara kembar saja tidak memiliki kemampuan yang sama, apalagi 2 makhluk yang hidup dengan pengalaman yang bebeda, keluarga berbeda dan circle berbeda.


Sekian beberapa tips mudah. Jangan lupakan pula circle pertemanan yang harus kita bangun adalah circle pertemanan yang paling pendukung.

Iiih circle pertemanan aku toxic ni.. Gimana ya.., kalo kamu berpotensi mengubahnya ya ubahlah dengan contoh terbaik yang bisa mengubah circle ke arah yang baik.

Namun bila kamu adalah tipe yang mudah terwarnai circle pertemanan, sebaiknya mencari new circle yang benar-benar positif demi positif mental health.

Ingat satu hal ya Mak..

Anak butuh ibu yang bahagia, bukan yang sempurna!

blogger parenting
blogger parenting Emak anak 5. belajar terus jadi istri dan emak yang baik..

10 komentar untuk "10 Cara Menaikkan Self Esteem Ibu Rumah Tangga"

  1. Padahal kan kalau mau digajikan dan diuangkan, gaji untuk menjadi ibu rumah tangga itu lebih besar daripada pekerja-pekerja lainnya.

    BalasHapus
  2. Betul sebaik apapun kita tapi kalau lingkungan tidak mendukung, akan sulit untuk memperjuangkannya ya.
    Terlebih jika diri sendiri ga ada upaya juga untuk itu...

    BalasHapus
  3. Stay Connect to Allah memang resep ampuh banget untuk saya ketika merasa self esteem rendah. Memang selayaknya diri sendiri juga butuh apresiasi ya mbak

    BalasHapus
  4. Waduh betul itu .. kebanyakan scroll medsos itu bisa menekan rasa percaya diri huhu ... terasa padaku soalnya. Penting banget memang ibu rumah tangga membangun self esteem-nya .... satu alasan yang paling besar adalah ibu bisa menularkan kepada anak2nya rasa percaya diri. Kalau ibunya gak PD-an, anaknya bakal begitu juga :(

    BalasHapus
  5. Skroling medsos, kemudian mulai membandingkan kehidupan sendiri dengan apa yang dianggap ideal melalui yang "ditangkap mata aja" itu memang berbahaya buat diri sendiri sih ya Mba, Bukan cuma menggoyahkan rasa nyaman atas diri sendiri yang selama ini sudah dimiliki, tapi sampai ke urusan menaikkan tingkat "rasa tertekan" alias sutriiisss hehehehe.

    BalasHapus
  6. sangat bermanfaat sekali artikelnya, dan kadang memang self esteem itu suka turun naik dalam diri saya, sehingga wajib banget untuk menjaganya misalnya dengan beberapa hal yang kakak sebutkan tadi, sehingga dapat mendorong self esteem diri kita menjadi lebih baik lagi dan meningkat lagi

    BalasHapus
  7. Kayaknya self esteem kakvivi bagus de cha...
    Awak sangat mencintai diri awak sendiri, dan sering memberikan hadiah untuk diri sendiri atas pencapaian yang tercapai mau pun yang belum tercapai kwkwkwkwkwkw

    BalasHapus
  8. Iyesss..anak butuh ibu bahagia bukan sempurna!
    Bagus sekali Kak Icha..menginspirasi dan memotivasi nih artikelnya. Penuh reminder juga.
    Setuju untuk selalu menjaga hubungan kita pada Pencipta Alam Semesta agar kita tak melupakan Kuasa-Nya

    BalasHapus
  9. Kalau dulu waktu anak masih kecil banget memang selalu apa2 utk anak duluan apalagi soal makanan, skrg mak pun butuh rasa bahagia ya cha, jadi selalu usahain ibu bahagia dulu baru anaknya hehehe

    BalasHapus
  10. Betulll sekalii anak butuh ibu yang bahagia bukan yang sempurna karena sempurna adalah milik Allah.

    Point kalau bisa merubah circle pertemanan toxic kalau gabisa tinggalkan setuju banget ini. (Gusti yeni)

    BalasHapus

Jangan diisi link hidup ya kawan-kawan ☺️