Review Buku Mang AMSI

 


Awalnya, Emak melihat postingan dosen Emak tentang saham. Sempat terpikir, saham ini halal gak sih. Soalnya kalau ngeliat orang-orang main saham kayak main judi. Tapi ternyata dosen Emak menyarankan agar membaca buku saham Syariah kelas pemula yang ditulis oleh mang AMSI. Padahal ya sebelumnya Emak pernah membaca tulisan Blogger Betawi tentang Investasi Saham. Tapi kok ya saat itu nggak nyangkut banget karena belum terlalu tertarik dengan dunia saham.

Buku mang AMSI meskipun terlihat tebal hampir 300 halaman, ternyata cukup menarik dibaca karena bahasanya ringan. Yuk yuk kita bedah satu persatu apa aja sih isi buku saham Syariah kelas pemula.

Bab 1.

Di bab ini, mang AMSI bercerita bahwa inspirasi berinvestasi sebenarnya terinspirasi dari kisah nabi Yusuf. ingat dong ya ketika nabi Yusuf dipenjara dan raja bermimpi tentang 7 ekor sapi gemuk yang dimakan oleh 7 ekor sapi kurus. Singkat cerita ternyata investasi yang dilakukan oleh nabi Yusuf akhirnya menyelamatkan Mesir dan juga negara-negara tetangga yang mengalami defisit pangan.

Di bap ini juga diingatkan bahwa instrumen wajib dari investasi kita adalah waktu. Jadi di sebaiknya berinvestasi dilakukan sedini mungkin. Karena hasilnya akan sangat berbeda dengan investasi yang dilakukan nanti-nanti.

Bab 2.

Masuklah di bab 2 diceritakan tentang polemik saham Syariah. Ada sejarah kapan pasar modal Syariah. dalam konteks pasar modal syariah di Indonesia sebenarnya pengembangan industri ini sudah ada sejak 1997 ketika PT danareksa menerbitkan reksa dana Syariah untuk pertama kali. Lanjut tanggal 3 Juli 2000, Bursa Efek Jakarta ( sekarang, Bursa Efek Indonesia) menerbitkan sebuah indeks baru yang disebut Jakarta islamic index atau JII.

Menyusul kemudian 18 April 2001, pertama sekali Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) mengeluarkan fatwa yang berkaitan langsung dengan pasar modal, ya itu Fatwa Nomor 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksadana Syariah.

Fatwa ini kemudian membuat tahun berikutnya instrumen investasi Syariah di pasar modal terus bertambah dengan hadirnya obligasi Syariah PT Indosat, Tbk.  Di tahun-tahun selanjutnya banyak perkembangan yang terjadi seperti penandatanganan mou yang menunjukkan adanya kesepahaman antara Bapepam dan dsn-mui untuk mengembangkan pasar modal berbasis syariah di Indonesia. 

Lanjut kemudian bapepam-lk menerbitkan paket peraturan Bapepam dan LK terkait pasar modal Syariah. Kemudian perkembangan pasar modal Syariah mencapai tonggak sejarah dengan disahkannya UU nomor 19 tahun 2008 tentang SBSN yakni surat berharga Syariah negara. yang tidak kalah penting pada saat 2011 Bursa Efek Indonesia secara resmi memperoleh fatwa nomor 80 yang diterbitkan oleh dewan Syariah nasional Majelis ulama Indonesia yang menegaskan kepada masyarakat bahwa investasi di pasar modal sudah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. 

Produk Syariah di Pasar Modal:

produk pasar modal syariah adalah efek Syariah.

1. Efek Syariah berupa saham. 

2. Sukuk. Sukuk adalah efek Syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai sama dan mewakili bagian yang tidak terpisahkan atau tidak terbagi atas aset yang mendasarinya. 

3. Reksadana Syariah.

4. Efek Beragun Aset Syariah (EBA Syariah).

5. Dana Investasi Real Estate Syariah (DIRE).


Mengenal Saham Syariah

Saham berasal dari kata dalam bahasa Arab "sahm" dengan bentuk jamaknya 'ashum atau suhman atau suhmah. Artinya bisa bagian, porsi, atau bagian kepemilikan. Secara konsep, saham merupakan surat berharga bukti penyertaan modal kepada perusahaan dan dengan bukti penyertaan tersebut pemegang saham berhak mendapatkan bagian hasil dari usaha perusahaan tersebut. 


Investasi Saham Syariah: Judi atau Halal?

2 pertanyaan yang selalu muncul yakni:

1. Apakah jual beli saham itu termasuk judi?

2. Apakah jual beli saham itu halal menurut Syariah?

asumsi bahwa investasi saham termasuk judi berkembang dikalangan masyarakat karena belum tahu sepenuhnya memahami konsep investasi saham dan judi. Ini persis loh kayak Emak di awal tadi. 😁

Menurut Arif Widianto, founder bola salju dotcom mengatakan bahwa jika seseorang memiliki saham, berarti ia memiliki sebagai modal perusahaan. Asumsi ini saja menegaskan bahwa kegiatan saham sudah beda jauh dengan judi. Lebih lanjut ia menegaskan bahwa jika semua sepakat bahwa Saham adalah memiliki perusahaan yang bagus dan menguntungkan baginya maka kegiatan orang itu akan jauh dari sifat-sifat perjudian seperti diatas. 

Pertanyaan berikutnya, apakah investasi saham itu halal?

Berbagai pendapat yang ada, penulis alias mang AMSI memilih fatwa DSN MUI nomor 80 tahun 2011 yang dikemukakan sebagai landasan bertransaksi saham Syariah di pasar modal Indonesia. Artinya sepakat dengan pendapat yang menyatakan bahwa jual-beli saham dengan niat dan tujuan memperoleh penambahan modal, memperoleh aset likuid, ataupun mengharap dividen, disamping sewaktu-waktu dapat dijual untuk mendapatkan keuntungan berupa capital gain dari kenaikan harga saham adalah sesuatu yang halal sepanjang usahanya tidak dalam hal yang haram. namun, ketika aktivitas transaksi saham tersebut disalahgunakan dan dijadikan alat spekulasi mengejar keuntungan di atas kerugian pihak lain hukumnya haram. 

Resiko Investasi Saham

1. Capital loss.

Ini merupakan kebalikan dari capital gain yaitu kondisi ketika investor menjual saham lebih rendah dari harga beli.

2. Tidak mendapat dividen.

Tidak semua perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia membagikan dividen setiap tahun hal ini terjadi karena perusahaan membukukan kerugian dalam tahun berjalan.

3. Keluar dari daftar efek Syariah.

Setiap enam bulan sekali komposisi indeks saham Syariah di-review ulang oleh OJK dan DSN MUI. Nah imbasnya ada beberapa saham yang masuk dan keluar perhitungan indeks saham Syariah.

4. Suspensi.

suspensi Saham adalah penghentian sementara perdagangan saham oleh otoritas bursa, dalam hal ini BEI pada kurun waktu tertentu sehingga investor tidak bisa membeli ataupun menjual saham sampai ada pemberitahuan pencabutan suspensi.

5. Delisting.

Delisting adalah penghapusan pencatatan saham di BEI sehingga saham tidak bisa lagi ditransaksikan.

6. Likuidasi.

likuidasi terjadi ketika perusahaan yang sahamnya dimiliki dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau perusahaan tersebut dibubarkan.

Bab 3.

Di bab ketiga ini lebih banyak mengajak pembaca untuk berdagang saham Syariah. Di bawah ini pula di dijelaskan secara khusus apa itu investor, pasar modal, BEI hingga kliring penjaminan Efek Indonesia.

Diceritakan pula bagaimana proses pembukaan rekening efek, syarat-syaratnya hingga ilustrasi jual beli saham baik secara offline maupun secara online.

Bab 4.

Di bab ini menceritakan bagaimana memilah saham Syariah pilihan. Bagaimana teknik teknik pemilihan saham hingga langkah money management sederhana yang bisa diterapkan dalam trading saham Syariah. 

Bab 5.

Bab 5 adalah bab terakhir yang intinya kita harus follow the Giant. Mencermati apa saja langkah-langkah yang sudah pernah dilakukan oleh para investor saham sukses. Jangan lupa untuk mencermati laporan keuangan. Berani mengambil resiko. Dan ingatlah kesabaran akan berbuah keuntungan. 


Gimana lengkap banget ya pembelajaran tentang saham Syariah kelas pemula dari mang AMSI. 

Mau lebih dekat dengan makam sih boleh lihat Instagramnya di @mang_amsi


Akhir kata Emak cuma bisa mengatakan bahwa, gak ada salahnya sih kita untuk belajar hal-hal yang belum pernah kita ketahui. Seperti tentang saham ini yang dulunya Emak berpikir saham ini ini haram karena konsepnya mirip judi. Ternyata tidak benar sepenuhnya begitu. 


Reactions

14 comments:

  1. Bener mbak setuju segala sesuatu sebaiknya dipelajari dulu ya seperti saham ini ternyata ada konsep saham syariah,,..menarik untuk dipelajari

    ReplyDelete
  2. Baik saham yang konvensional maupun syariah tetap ada risiko yang terjadi di setiap investasi ya, tapi bagus juga nih dipelajari investasi saham syariahnya.

    ReplyDelete
  3. aku juga lagi mulai investasi saham, mak hasil ikutan kelas yang diadakan sama BEI beberapa bulan lalu. semoga aja sih bisa jadi investasi jangka panjang

    ReplyDelete
  4. Baru dengen Mang Amsi ini mbak. Semacam praktisi saham syariah gitu ya mbak. Aku belum pernah sih belajar saham tapi coba ingin baca lebih detail dam mendalam

    ReplyDelete
  5. Wah pas bgt aku juga lagi belajar nih Mak tentang investasi saham. Aku kepoin deh mang amsi,makasih review bukunya mbak

    ReplyDelete
  6. Gara2 ust Yusuf Mansur 'bermain' saham,follower instagramnya bertambah, sampai ada istilah mansurmology.

    ReplyDelete
  7. Aku udah mulai nih, gak ke saham langsung sih, tapi ke reksadana saham pake aplikasi bibit

    ReplyDelete
  8. Aku penasaran nih sama saham syariah ini. Kayanya kudu baca buku ini juga nih. Soalnya, baca dari banyak penjelasan di google masih suka belum paham. Ini baca sedikit dari tulisan kakak, jadi agak ngerti sama saham. Dan makin penasaran

    ReplyDelete
  9. aku itu penasaran banget dengan investasi tapi karena nggak paham jadinya selalu penasaran aja tetapi baca buku ini ulasan buku ini jadi pengen membeli juga sih yang paling penting bagi setiap orang untuk melakukan investasi

    ReplyDelete
  10. Baru tahu ada saham syariah juga ya kak, wah keren banget deh, buku yang bagus banget untuk jadi referensi bacaan nih

    ReplyDelete
  11. 5 bab yang penuh arti ya mbak. Mantep banget nih bisa jadi gambaran pemikiran masalah investasi

    ReplyDelete
  12. Wah aku juga kurang paham nih soal saham, tapi aku setuju dengan ungkapan mbak, kalau kita harus belajar dulu agar tahu dan tidak menjugde seseuatu dari sisi kita.

    ReplyDelete
  13. Saya blm begitu paham soal saham, tapi kl investasi sahamnya berbasis syariah, in Syaa Allah halal ya kak. Saya mesti belajar lebih banyak lagi soal saham

    ReplyDelete
  14. Penasaran juga sich dengan dunia saham tapi belum memiliki keberanian utk memulainya..terlalu banyak mendengar cerita negatif ttg saham kak

    ReplyDelete

Jangan diisi link hidup ya kawan-kawan ☺️

Total Pageviews