Ramadhan Tahun Ini, Ramadhan Tahun Lalu


Tahun ini  akan menjadi tahun yang diingat sepanjang masa. Gimana gak diingat, masyarakat langsung berubah gaya hidup dan kebiasaan di tengah cobaan penyakit dari virus Corona Covid 19. Gak terkecuali Ramadhan.

Bulan puasa kali ini akan sangat berbeda dibanding bulan puasa sebelumnya. Jangankan saya yang berpuasa sudah lebih dari dua puluh tahun lalu, bahkan anak-anak di rumah pun merasakan betapa tahun ini akan merasakan perubahan ramadhan yang dijalani dari tahun lalu.

Memang Medan tidak mengalami PSBB seperti Jakarta atau kota lainnya. Itu saja perubahannya sudah cukup terasa, apalagi mereka yang menjalani PSBB. Saya akan tulis beberapa perbedaan puasa tahun ini dibanding tahun lalu.

1. Tidak Ada Ramadhan Fair

Kawasan Ramadhan Fair pertama kali dan terbesar di Medan biasanya dibuka di sekitaran Masjid Raya Kota Medan. Namun tahun ini, Ramadhan Fair tidak diselenggarakan mengingat akan banyaknya orang yang hadir di venue tersebut. 

2. Tidak Ada Acara Bukber

Biasanya Ramadhan akan dijadikan sebagai ajang temu alumni karena kebanyakan orang akan mudik di saat Ramadhan. Namun tahun ini, ajang silaturahim satu ini akan dicoret dari acara tahunan yang biasa diselenggarakan pribadi, organisasi maupun perusahaan.

3. Tidak Ada Sahur On The Road

Sahur on the road biasanya dilakukan sekalian membagikan makanan kepada orang-orang tuna wisma yang tidur di jalan. Setiap setahun sekali biasanya mereka merasakan betapa enaknya sahur dibagikan nasi kotak atau jamuan makan sahur bergizi. Tahun ini, aah saya kok mendadak sedih menuliskannya.

4. Berkurangnya Kegiatan Ibadah Jamaah

Tidak seperti kota lain yang mengadakan PSBB. Beberapa Masjid atau Mushalla di Medan masih ada yang mengadakan shalat berjamaah, tarawih dan kegiatan lain di masjid TAPI dengan syarat yang ketat.

Jamaah diharapkan masuk ke masjid atau mushalla dengan mencuci tangan terlebih dahulu dengan sabun dan air yang disediakan di area depan masjid. Serta membawa sendiri sajadah yang akan dipakai untuk shalat.

Yang paling saya rindukan adalah tadarus bersama setelah subuh. Biasanya bersama teman mengaji kami kumpul di mushalla untuk menyelesaikan one day one juz. Namun tahun ini tadarus sendiri di rumah. Aah sungguh aku rindu.

5. Penjual Takjil Tak Seramai Tahun Lalu

Masyarakat terbiasa berkeliling sore sebelum berbuka dengan membeli sedikit makanan untuk berbuka puasa. Meski kadang di rumah sudah memasak namun tetap membeli sedikit makanan yang dijual oleh pedagang. 

Tahun ini, jumlah pedagang dan pembeli pun merosot. Selain karena lebih banyak menahan selera, namun juga sebagian besar masyarakat terkena imbas ekonomi sejak covid 19 datang.

6. Tidak Ada Kembang Api

Salah satu hal yang paling aku suka di tahun ini adalah dengan sepinya langit dari suara menggelegar Kembang Api dan Petasan yang selalu dimainkan remaja saat sahur dan selepas Maghrib. 

Semoga tahun depan, ketika covid 19 sudah tidak menyapa Ramadhan kita, petasan dan kembang api juga tetap tidak datang lagi menyapa. 

7. Tidak Ada Asmara Subuh

Apa itu asmara subuh? Hihi, di Medan asmara subuh adalah kegiatan remaja  alay setelah sahur. Entah sempat shalat subuh dulu entah tidak, biasanya mereka berjalan-jalan dan beraktivitas kumpul-kumpul setelah subuh.

Alhamdulillah tahun ini tidak melihat remaja berkeliaran kecuali satu dua. Semoga segera bertobat, hehehe.

8. Tidak Ada Mudik

Untuk keluarga yang memiliki saudara berbeda kota, tentu tahun ini akan merasakan perbedaan yang signifikan. Kakak ipar saya banyak yang tinggal berbeda kota. Biasanya Ramadhan akan menjadi awal perjumpaan kami sebelum Syawal menyapa. Namun tahun ini hanya bertukar kabar lewat teknologi komunikasi. 

Mungkin bagi beberapa orang yang bukan ASN akan nekat bermudik. Tapi bagi ASN jelas ada tindakan tegas bila mudik ke kampung halaman.

9. Tidak Ada Pesantren Kilat

Beberapa sekolah biasanya selalu mengadakan pesantren kilat Ramadhan setahun sekali. Namun Ramadhan tahun ini semua siswa termasuk 3 anak kami yang bersekolah sudah sejak lama belajar di rumah. 

Mudah-mudahan di tahun mendatang tak ada lagi kejadian serupa seperti ini menghampiri Ramadhan kita.

10. Tidak Ada Perayaan Nuzulul Qur'an

Salah satu kegiatan yang paling ditunggu anak-anak saat Ramadhan adalah perayaan Nuzulul Qur'an. Biasanya pekan kedua akan ada banyak lomba yang bisa diikuti sebelum malam ke 17 Ramadhan. Namun kali ini, meski masih ada shalat Tarawih, namun perayaan seperti Nuzulul Qur'an tetap dibatasi. 


Itulah beberapa perbedaan Ramadhan tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Meskipun di Medan masih lebih mendingan dibanding kota lain yang sudah menutup pintu masjidnya. Makanya jangan sia-siakan Ramadhan kita. Ingatlah, ketika malas beribadah coba lihat saudara muslim lain di kota lain yang betapa merindu beribadah bersama. 

Jangan lupa, saat Ramadhan ada banyak sekali Waktu Mustajab Saat Ramadhan. Maka banyaklah panjatkan doa termasuk berdoa agar virus dan pandemi yang melanda negeri ini segera berlalu.

Apa lagi ya, perbedaan Ramadhan tahun ini dan tahun lalu? Yuk ngobrol di kolom komentar..

Reactions

0 Comments:

Post a comment

Jangan diisi link hidup ya kawan-kawan ☺️

Total Pageviews