Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Plus Minus Motor Listrik

Plus Minus Motor Listrik

 

 "Yang,  kalo keretanya udah laku abang ganti kereta listrik ya..." Ucap paksu yang ingin mengganti Vario 160 ke molis alias motor listrik.

Jangan salfok penggunaan kata kereta ya Mak, karena memang di Medan kata umum yang digunakan untuk mengatakan sepeda motor ya kereta. Kalo Di Padang dan Aceh, apapun merk motornya tetap disebut honda. Hehe.

Kalimat Paksu sebenarnya lebih ke pemberitahuan aja sih Mak, secara beberapa hari sudah menimbang rencana ini berkali-kali.  Eh tapi ini cerita 2 pekan lalu.

Akhirnya, 3 hari sebelum pernyataan pejabat yang menghebohkan soal pasokan bahan bakar Qadarullah laku pula si vario merah milik kami. Gitu transferan masuk suami langsung beli motor listrik sesuai rencananya.

Namanya bapak-bapak, pilihannya jatuh pada molis yang badannya gede mirip Pcx dan Nmax. Gak heran kalo Emak yang pake orang-orang suka komen "orangnya kecil,  keretanya besar". 

Padahal saat Emak bawa Vario 160 aja, komen udah begitu, apalagi molis yang dibeli suami. Polytron Fox 350. Memang bodynya besar, tapi harganya ternyata gak semahal perkiraan netizen apalagi dipotong subsidi. Hasil jual vario pas deh.

Okelah, selesai dengan intro cerita kita mulai yuk plus minus pake molis yang Emak rasakan.

Keunggulan Motor Listrik 

1. Ramah Lingkungan

Related banget sama kehidupan Emak, yang gak kena efek antrian di SPBU. Alhamdulillah semenjak keramaian beberapa hari ini, Emak terhindar dari ikut ngantri.

Karena gak pake bahan bakar ya emang emisi jadi 0 persen. Selain itu gak polusi suara. Tapi memang, sejujurnya dalam pembuatan batere tetap membutuhkan banyak energi. 

2. Hemat Biaya Perawatan 

Gak ada cerita ganti oli, gak ada cerita ganti busi, ganti filter dan beberapa komponen pada motor berbahan bakar. 

3. Biaya Operasional Lebih Rendah

Ya karena cuma butuh nge-charge dalam beberapa hari sekali. Btw sekali nge-charge untuk Molis yang Emak pake, bisa menempuh jarak sekitar 130 km. Biaya listrik hingga batere penuh pun gak sampe 8000an. 

Oh ya, paling sering mobilitas adalah mengantar anak nomer 2 sekolah yang berjarak 11 Km dari rumah. Cuma menghabiskan 9 persen batere sekai jalan. Beda cerita kalo antar-pulang lalu jemput-pulang. Ini bisa makan sepertiga kapasitas batere. Kira-kira 3 hari sekali deh isi batere kembali.

4. Harga Relatif Lebih Murah

Harga molis biasanya, lebih murah karena ada subsidi dari pemerintah. Subsidi terakhir di angka 6.5 juta rupiah.

5. Performa Instan

Gak perlu dipanasi, istilahnya. Gitu hidup di pagi hari bisa langsung dibawa jalan. Beberapa fitur kadang memudahkan Emak-emak. Misalnya, ada tombol Reverse Gear. Kalo orang Medan sebut dengan istilah gigi mundur.  

Nah beberapa keunggulan sudah Emak jabarkan, sekarang kekurangannya.

Kekurangan Motor Listrik 

1. Daya Pengisian Lama

Yap, kalo nge-charge di rumah belum fast charging. Kabar baiknya kalo nge-charge di toko cukup 1.5 jam saja karena sudah ada fast charging. Eh ini Emak ngomong tentang molis Polytron yang Emak pake. 

2. Harga Batere Cukup Mahal

Nah karena alasan inilah, maka suami pilih beli Polytron.  Karena ada sistem sewa batere. Jadi kalo batere sudah soal, cukup ganti baru ke toko tanpa ada biaya tambahan. Ada sih sistem beli putus juga. Tapi harga motor jadi lebih mahal dan kami gak mau ambil resiko. Hehe

3. Jarak Tempuh Terbatas

Sebenarnya tergantung merk dan tipe sih Mak. Untuk molis yang Emak pake, jarak tempuh sekitar 130Km. Sementara di bawahnya kadang ada yang kurang dari segitu.

Tapi segitpun cukup lah Emak bisa recharge 3-4 hari sekali. Kalo mobilitas cuma anter jemput kadang bisa 5 harian. (Ini yang jarsng sekolah 11 km ya)

4. Stasiun Pengisian Masih Minim

Kalo di jalan memang masih minim sih, tapi bisa bertandang ke tiap kantor PLN karena ada layanan pengisian kendaraan listrik.

5. Kecepatan Terbatas

Untuk molis yang Emak pake ada 2 mode. Mode D (drive) dan juga S (Sport). Untuk mode D kecepatan molis maksimal hanya 61 km/jam. Sementara Mode S hingga 95Km/jam. Memang tidak sampe 100. 

Tapi menurut suami, ini salah satu kelebihan, karena Emak jadi gak bisa kebut-kebutan. 😆

6. Harga Jual Kembali Jatuh

Memang sejak membeli sudah dipastikan dan dipikirkan masak-masak bahwa molis ini dibeli untuk dipakai sampai akhir seperti Honda Spacy yang kami punya. Sudah 15 tahunan masih dipakai terus 

Btw Mak,setelah membaca plus minus molis alias motor listrik kira-kira kalian tertarik gak nyoba motor listrik? *lumayan euyyy gak ngantri di SPBU. 

Eh cerita kuy di kolom komen.

blogger parenting
blogger parenting Emak anak 5. belajar terus jadi istri dan emak yang baik..

Posting Komentar untuk "Plus Minus Motor Listrik "