Quality Time is a Must!


Selama 10 tahun berumahtangga, bisa dibilang kalau waktu kami banyak bersama. Saya selalu di rumah bersama anak-anak, dan suami yang bukan kantoran juga sering bersama saya. Namun kadang kuantitas kami bertemu tidak terlalu berkualitas. 

Kebanyakan rumah tangga pun sering hadir dalam satu ruangan yang sama, namun gadget membuat mereka berpisah dimensi. Entah mengapa benda satu itu sangat ajaib. Bisa mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. 

Keluarga kami sebenarnya tidak mengalami gangguan gadget, namun saya merasa sinyal-sinyal kedekatan saya dan suami satu bulan ini agak jauh dari biasanya. Dari mana tau? Dari kurangnya waktu kami bersama ngobrol berdua, bahasa gaulnya pillow talk. Namun sejak kelahiran anak ke 5, kami pisah ranjang. 

Dia bersama anak kami yang lelaki dan aku sekamar dengan bayi dan anak perempuan. Urusan ranjang cukup jadi rahasia berdua, namun intinya kami kurang "ngobrol" seperti biasa.

Emang biasanya ngobrolin apa sih?
Ya,,secara perempuan itu harus mengeluarkan lebih dari 20.000 kata perhari tentunya semua hal harus diomongin. Ditambah lagi beberapa rencana ke depan yang belum dapet titik temu saya rasa harus serius diobrolin.

Biasanya, pulang malam dia selalu membangunkan saya untuk bersama menikmati nasi goreng atau mie Aceh berdua. Bukannya pelit, sungguh selain romantisme kalo gak berdua gak bakalan habis. 

Ya, jadinya tengah malam kami sering bersama yang terkadang ada diselingi jeda iklan si bayi menangis minta susu. 


Tanda anda butuh Quality Time

Ada beberapa hal, yang merupakan tanda-tanda butuh Quality Time bersama pasangan..

1. Sering bertengkar. 
Gak harus pukul-pukulan, hihi. Itu mah KDRT. Bertengkar di sini lebih seringnya ada gejala balas membalas kata yang tak se-ide. Dalam rumah tangga mah ini biasa.. 
Iya, namun bila keseringan bukan tak mungkin menjadi pertengkaran besar.

2. Ada perang dingin
Diem-dieman saat tak enak hati pada pasangan juga merupakan tanda butuhnya Quality Time. Jangan sampai terlalu dingin, mengakibatkan hubungan jadi freeze.

3. Semua tampak salah
Ketika ia begini, kita tak suka. Melihatnya juga bikin naik darah. Haha, ini udah tanda bahaya banget buat kesehatan hubungan suami istri. Cuss atur waktu buat Quality Time.

4. Kurang komunikasi
Ini masalah saya, tak ada point pertama hingga ketiga, namun saya merasa ada yang perlu dibicarakan. Sehingga saya merasa Quality Time butuh dilakukan!

Quality Time Harus Diupayakan


Mengapa harus diupayakan? Karena Quality Time penting bagi hubungan suami istri. Jangan tunggu sesempatnya. Karena "selingkuh" juga tidak pernah menunggu sempat. Kalau selingkuh saja harus diupayakan, apalagi hubungan halal yang penting!

Nah, Rumah Tangga itu Memang Harus dirawat! Salah satunya ya dengan Quality Time.

Jangan mikir Quality Time itu harus pergi liburan berdua. Harus di tepi pantai atau di area wisata. Quality Time bisa dilakukan hanya beberapa jam saja, dengan tujuan mempererat hubungan, memecahkan masalah atau memberi jalan keluar pada beberapa rancangan masa depan.

Dan saya yang punya anak lima, kalau nunggu bisa berdua saja, lalu bagaimana nasib kelima anak kami? Kan gak mungkin di titip ke pak RT atau di kantor polisi. Apalagi suami adalah tipe ayah yang tidak mau menitipkan anak pada kerabat.

Saya bikin rencana dadakan. Di saat dia pulang ke rumah, saya katakan "Yang, kita ke Bakaran Jagung (Penatapan, Berastagi) ngobrol, minum kopi, makan jagung, lalu balik ke Medan lagi yuk.."

Karena saya tipe perencana, sebelum saya sampaikan sudah saya siapkan apa hal yang perlu dibawa untuk mendukung "obrolan" kami.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, dan dia dengan santainya say OK!

Teringat esoknya ada kajian selama sehari penuh, dia berhenti di depan minimarket. "Yang, capek banget besok.. kalo kurang istirahat nanti besok Abang ngantuk pas kajian"

Ok, ganti rencana. Yang dekat saja..
Aku katakan ke Belawan saja, melihat kapal dan lampu-lampu di laut di malam hari bersama anak-anak. 

Haha, anak-anak bersorak. Suami membeli mie instan cup untuk dimakan sambil ngobrol. Lalu kami masuk tol. Suasana malam di tol sudah sepi sekali, maklum hampir jam 12 malam. Hanya sesekali dijumpai truk menuju pelabuhan. Beberapa pabrik di pinggir tol yang kami lewati tampak gemerlap oleh lampu yang banyak di malam hari.

Sorry, gambarnya blur karena motret sambil pegang bayi yang aktif 

Keluar dari tol, kami langsung menuju ke pelabuhan. Namun alangkah terkejutnya, ternyata banyak sekali perubahan di sana. 
Dan tempat tujuan kami sudah ditutup untuk umum. Wajar sih sebenarnya, karena tujuan yang dulu sering kami datangi saat sore hari adalah tempat wisata dadakan warga yang ingin melihat laut. Namun kurang safety karena banyaknya kapal besar yang merapat.

Ok fine, ganti tujuan ke dermaga yang agak kecil. Anak-anak tampak sudah mengantuk berat. Haha, ini hampir jam 1 pagi. Dan kami sekeluarga seperti kurang piknik nyari tempat cuma sekadar ngobrol. 

Kebetulan yang manis, ternyata jalan ditutup karena ada acara. Dan saya pun tertawa. Suami mulai resah karena mata sudah mengantuk namun belum ketemu tempat mojok. Gak mungkin saya yang menggantikan nyetir karena saya gak pernah belajar mengendarai mobil.

Saya katakan padanya, "ke arah pulang yuk.. gak usah lewat tol, nanti nemu sungai kita mojok di pinggiran.."

Tepat di Martubung seberang Bakso Labuhan,ada taman di pinggir sungai. Sayangnya untuk ke sana, harus turun dari mobil dan berjalan ke dalam. Sementara anak-anak sudah pada tidur. Hanya bayi 8 bulan saya yang masih melek. Haha.

Jadi kami memilih untuk duduk di pinggir sungai saja dan mulai menyiapkan mie instan dan kopi. Saat mau turun dari mobil, ada seseorang yang melihat kami dari kejauhan. Mungkin dipikirnya remaja yang mau berbuat asusila. Ketika melihat kami membawa bayi, ia pun berangsur pergi dan tak lagi peduli pada keluarga aneh yang ia temui, haha.

Kemudian si nomer 2 terbangun, kemudian ikut duduk bersama kami. Sambil ia menikmati mie instan seduhnya, kami pun bercerita beberapa hal. 
Si nomer 2, dengan latar sungai Deli yang di taman Aloha.. (ssstt, jam 2 pagi)

Sementara menunggu ia selesai dengan mie instan nya.. kami pun selesai ngobrol berdua. Seketika hilang ngantuk suami sehingga saya mengajak pulang. Di jalan kami masih sambil mengobrol.

Esok paginya baru tau, ternyata taman yang kami datangi menjelang pagi itu namanya taman Aloha. Itupun karena google minta review tempatnya. 

Sebelum suami berangkat kajian, aku katakan padanya bahwa masih ada satu hutang membawa anak-anak ikut Quality Time sesuai dengan planning pertama.

Begitu lah cerita Quality Time kami yang kelihatannya dipaksakan, kalo kalian Mak..ada cerita seru apa saat Quality Time?
Reactions

69 comments:

  1. sepertinya saya juga kurang quality time berdua suami, ciri-ciri yang bunda sebutkan masuk semua nih huhu

    ReplyDelete
  2. Langsung periksa ciri-cirinya mbak.. Hihi. Khawatir sy nggak menyadari sehingga membuat rumah tangga jadi nggak karuan. Memang sesekali sangat perlu quality time ini ya mbak. Cukup dengan hal-hal sederhana saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar ya mba, kadang kita gak sadar saking udah terbiasa dengan keseharian atau terlalu sibuk sama urusan domestik. Waspada dari awal juga bagus untuk kesehatan hubungan.

      Delete
  3. Termasuk newbie di dunia kerumahtanggaan, aku banyak mengambil pelajaran dari tulisan ini. Semenjak menikah aku selalu prioritaskan pillow talk sebelum tidur. Kecuali ada hak urgent seperti sakit dll. Trims mbak

    ReplyDelete
  4. Quality time terefektif emang ke Mall and belanja haha
    Tapi makan diluar bareng apalagi kl jalan jalan, tu jg ok sih hehe

    ReplyDelete
  5. Quality time bareng suami anak bisa dilakukan banyak cara, asal syaratnya "jangan ada gadget di antara kita." hehehe. Dengan kata lain, simpan dulu gadgetnya dan optimalkan kebersamaan dengan istri dan anak. Kalo ini sudah dipatuhi, quality time di mana saja bisa mendekatkan.

    ReplyDelete
  6. Me Time aku sih biasanya makan menu kesukaan, nonyon televisi di sofa, baca buku sambil minum kopi atau teh manis panas. Tapi bukan nyalon ya aku ga demen apalagi krimbat oh noooo hahaha :D

    ReplyDelete
  7. Quality Time di keluarga ku tuh makan bareng masakan suami di bantu oleh putri ku dan aku sebagai ibu negara di rumah duduk manis saja. Setelah makan bersama kita masing-masing curhat ttg kejadian yg kita alami. No gadget, sudah kesepakatan kami di rumah melihat gadget hanya untuk panggilan masuk dan japri wa saja. Itu kami lakukan seminggu sekali mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ... Suasana kayak begini nih indah banget. Saling berbincang, makan bareng, ketawa-ketawa bareng. Indah banget dibayangkannya, hihihi ...

      Delete
    2. Saya juga pas makan bareng. Dang makan barengnya ga dimeja makan biar serasa ngariung di ruang nonton keluarga.

      Delete
  8. Suka dengan bahasa, quality time tidak menunggu waktu "sesempatnya" karena selingkuh pun tidak menunggu kapan dia sempat. Bener bangeet. Quality time tak harus mahal tapi yang sederhana asalakan benar2 digunakan untuk bercanda bersama dan have fun bersama ya, Mba.

    ReplyDelete
  9. Suami yang pekerja kantoran beberapa bulan belakangan pergi pagi pulang malam. jadi kami membiasakan saat weekend menjadi Quality time kami sekeluarga.

    ReplyDelete
  10. Kadang pen quality time apa daya tinggal di rumah mertua,hmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo sis, quality time itu pentig, coba mertuanya diajak mba biar lebih kompak dan akur

      Delete
  11. Setuju banget nih, pernikahan harus dirawat dan harus dilakukan kedua belah pihak
    Terkadang cuma satu orang yang berusaha

    ReplyDelete
  12. Noted! Untuk yg belum berumah tangga seperti saya ini, tulisannya di simpan dulu di dalam hati dan otak, nanti kalau suddah menikah baru diaplikasikan..hahhaah

    ReplyDelete
  13. 4 point tanda butuh quality time itu .... saya pikir-pikir benar juga, Mbak. Harus jadi alarm kita itu supaya rumah tangga bisa berjalan baik. :)

    ReplyDelete
  14. sesibuk apapun.... quality time dgn orng tersayang itu wajib hehe

    ReplyDelete
  15. kami banget, kurang quality time, tapi bukannya nggak diupayakan sih, memang si pak suami sulit diajak komunikasi, alias nggak pandai berkomunikasi, dan saya pun kadang nggak sabaran ngobrol ama orang yang kurang nyambung hahahaha.

    Ya memang butuh diupayakan sih, tapi kedua belah pihak mau mengupayakan, kalau enggak memang sulit :)

    ReplyDelete
  16. Quality time paling ampuh aku bareng anak-anak ya saat menjelang tidur, ya. Aku tanya bagaimana mereka di sekolah, hepi atau nggak. Hepinya kenapa, nggaknya kenapa. Lalu mereka paling suka dengar aku cerita tentang masa kecilku dulu. Kemudian mereka sendiri yang akan membandingkan dengan cerita masa kecil mereka. Seru sih begitu aja, hihihi ...

    ReplyDelete
  17. Bener, emang kita butuh waktu yang berkualitas dg pasangan. Entah sekedar chit chat atau bercanda sambil ledek-ledekan.

    Waktu berkualitas saya bareng pasangan cukup banyak mungkin karena kami masih anak 1 dan masih 5 th pula jadi kami sering jalan bareng buat nonton, makan dan diskusi apa yang kita tonton.

    Sama anak sih banyak waktu karena saya kerja dari rumah. Kalau sama suami pas hari Minggu anak main sama Budhenya kami pun berduaan saja.

    Tapi, setiap dia plg kerja pasti kami ngobrol juga, biasanya saya cerita ttg anaknya :D

    ReplyDelete
  18. Bener banget nih Mbak, quality time perlu diupayakan walau dengan hal2 yang kecil dan sederhana saja ya Mbak. Saya juga ngerasa sejak ada si kecil, waktu bareng suami agak berkurang karena lebih fokusnya ke mengurus bayiiik. Yang kayak gini juga butuh quality time kan?

    ReplyDelete
  19. Quality time kami tidak direncanakan. Tapi sering sejak si tengah berusia 6 tahun dan memilih dolan dengan teman daripada ikut bapak ibunya jalan-jalan. 5 tahun kemudian semua berubah. Sejak adiknya lahir. Otomatis quality time Sekarang bertiga lagi karena si bungsu baru 13 bulan.
    Kalau dipikir2, ia lahir karena keseringan quality time berduaan terus. Wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya, saya lupa. Makasih yan cerita me time seru bersama suami. Yah... setiap peristiwa memang bisa dikatakan seru, tergantung bagaimana kita melihatnya. Semoga bisa segera quality tme dengan anak, ya.

      Delete
  20. Yes, kita butuh banget untuk luangin quality time yaa mba, karena ibarat tanaman perlu dipipuk dan dirawat sih hubungan tuh

    ReplyDelete
  21. Sebagai pasangan suami istri emang harus menyempatkan berduaan.
    Ya meskipun hanya sekedar ngobrol yang nggak terlalu penting, minimal ada komunikasi.
    Dan kelamaan jadi rutinitas yang wajib dilakukan, agar selalu merasa keterikatan satu sama lain

    ReplyDelete
  22. Rumah tangga saya memasuki tahun ke-14. Pernah mengalami kondisi paling kritis, membuat kami kini makin mengutamakan quality time untuk mendekatkan seluruh anggota keluarga, terutama suami dan istri.

    ReplyDelete
  23. Iya mbak bener banget. Komunikasi dan menghabiskan waktu bersana itu penting. Sering bertengkar bisa jadi karena kurang saling memahami. Kurang saling memahami karena kita kurang quality tine

    ReplyDelete
  24. saya belum (tidak?) berkeluarga. tapi ya terbayang, aneka persoalan bisa muncul. hidup sendiri juga perlu me time, apalagi berkeluarga yg notabene ada banyak kepala. butuh watu dan jarak untuk menyelesaikan persoalan. dan seringkali ya di saat me time itu kepala bs lebih jernih ^_^

    ReplyDelete
  25. Ya ampun quality tine jam 1 pagi di taman, untung enggak kerampokan Mbak..
    Yang sabar, aku aja anak 2, bisa quality time berdua sepenuhnya setelah 15 an tahun menikah...haha
    Ya begitulah dibuntutin krucils melulu

    ReplyDelete
  26. Bener banget ya, kadang serumah punya banyak waktu bareng tapi kalah sama gadget. Salut punya anak Lima pastinya hectic setiap harinya,ya, Mbak.

    Jalan-jalan jelang tengah malam, belum pernah saya. Hehe ... tapi lihat keluarga Mbak seru banget ya bisa kumpul rame-rame. Bener banget memang kalau Quality Time is Must.

    ReplyDelete
  27. Bener mbak, klo kurang komunikasi, kurang ngobrol, akhirnya suka salah paham dan semua serba salah hehe tepat banget poin2 diatas.

    Semoga segera bisz terealisasi ya quality time melihat bintangnya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya, komunitasi dalam rumah tangga memang penting banget dan dibutuhkan waktu khusus yang kita sebuat quality time ini agar hubungan makin harmonis.

      Delete
  28. Quality time kami paling makan ke luar ke mana gitu. Atau masak berdua. Suamiku pinter ngulek. Hehe...Ya apa-apa berdua deh, soalnya memang kami tinggal berdua.

    ReplyDelete
  29. Emang ya masing² pasangan harus saling mengalah dan berani memulai obrolan. Bunda cerdas hehe. Semoga kelak aku bisa begitu juga

    ReplyDelete
  30. Ciyus mak niat banget tengah malem bawa bayi keluyuran haha. Aku jam 10 aja mata uda berat, jangankan pegi jauh, diajak beli martabak aja aku ogah wkwk. Katanya rumah tangga setelah lewat pernikahan 5th aman mak. Kalo dibawah itu egonya msh pd tinggi. Eh tp itu tergantung orang x ya :D

    ReplyDelete
  31. Bener mbk, tanpa sadar kalau udah ada anak, kita jadi lupa pentingnya quality time bareng suami. Menikah 14 tahun, saya juga belajar banyak kalo ternyata baik istri maupun suami sebenernya butuh sama-sama ngobrol, sama-sama bicarakan apa yang dialami, impian bersama ke depan, dll. Karenaaa kalo masing-masing dipendem sendiri, ujung-ujungnyaaa bisa miss communication

    ReplyDelete
  32. Quality time memang penting banget ya supaya keluarga tetap harmonis dan rumah tangga tetap mesra

    ReplyDelete
  33. Bener memang kalau quality time itu harus diupayakan tapi ini mah kelihatannya kayak dipaksakan banget ya mbak ampe jam 2 pagi gitu keluar cuma buat ngobrol, hehehe
    Tapi alhamdulillah tujuannya tercapai ya. semoga bahagiaterus

    ReplyDelete
  34. Me time aku biasanya makan bersama keluarga, dengan cara ini kita bisa ngobrol bersama, namun ketika makan hp di hindari dulu, buat fokus ngobrolnya

    ReplyDelete
  35. Klo aq quality time bareng suami dia suka masak nasgor atau mie instant makan 1mangkok berdua atau sama anak juga barengan seru deh. Memang penting quality time untuk menjaga hubungan.

    ReplyDelete
  36. Aku juga sejak punya baby kurang banget quality time sama suami. Padahal hampir setiap Minggu jalan, tapi palsu sibuk sama kakak, aku sibuk sama si bayi. Percakapannya pun gak jauh dari.

    Yah makan,
    Yah tolong ambilkan popok
    Yah si kakak pengen itu

    Rasanya sudah bgt buat quality time, palsu sibuk, aku jg sibuk, jalan bareng judulnya menomorsatukan anak.


    Mau dititip pun kayanya gak tega..
    Hikssss...

    ReplyDelete
  37. Penting banget Quality Time.
    Gimana kalau mereka yang punya hobby berlawanan?
    Suka jalan-rumahan 😅

    ReplyDelete
  38. Kayaknya hampir seluruh emak emak merindukan Quality Time.

    Termasuk saya.

    Tapi beda cara semua sih mendapatkannya.

    semoga nanti bisa nulis juga tentang Quality Time ini.

    Kalau ada keluarga sebenernya bisa dititip ga lama atau atas keinginan orangtua bukan kita.

    Ingat dulu sebelum nikah, saya dan ibu ke kk yang mom of 4 di Tangerang.

    Naluri keibuan ibuku malam hari berkata: Pergilah wil kau berdua suamimu, kami dirumah jaga anak anak.

    Terlihat muka suaminya cemerlang mendengar itu haha

    Ah. Rindu Ibu deh. smg ibu dan ayah sehat bahagia dimudahkan menuju surga.

    ReplyDelete
  39. Quality time memang harus diusahakan. Kalau di keluarga saya, salah satu quality time itu dengan main game bareng. Kami memang sama-sama suka nge-game :)

    ReplyDelete
  40. Bener banget tuh mba quality time sama pasangan penting dan harus diusahakan karena kita kan maunya menikah sekali saja seumur hidup dan perasaan cinta harus terus dikasih pupuk seperti halnya tanaman biar selalu subur, kalo aq mah bisa sarapan bareng pak suami tanpa gangguan anak2 seminggu sekali aja udah hepi bgt

    ReplyDelete
  41. Bener banget itu mbak. Quality time harus diperjuangkan meskipun cuma makan diluar bersama. Degdegan pas baca ciri-cirinya hoho

    ReplyDelete
  42. Cinta pada pasangan wajib dipupuk dengan sering quality time. Tapi jangan tinggalkan kajian dan majelis ilmu.
    Setuju.

    ReplyDelete
  43. Perlu bgt quality time sama pasangan.

    Biasanya klo aq yg paling simple itu tiap malam selalu ada pillow talk sama suami

    ReplyDelete
  44. MasyaaAllah gak kebayang punya anak lima luar biasa. Tipe saya dan suami lebih sering dadakan kalau mau jalan ke taman gitu, hihi. Keren ih Mbak sampai tengah malam nyari tempatnya hihi

    ReplyDelete
  45. Quality time buat saya yg sudah nikah 20 th penting sekali biar tetap ada rasa romantis2nya hehe kalo sya biasanya pergi berdua k mall aja buat quality time

    ReplyDelete
  46. Saat anggota sudah banyak, perlu banget direncanakan quality time ya Mbak. Tentu beda saat masih berdua, sepanjang hari quality time.

    ReplyDelete
  47. Bener deh, kita tuh butuh waktu untuk menghabiskan waktu berdua. Apalagi usia pernikahan sudah masuk puluhan tahun.

    ReplyDelete
  48. Berarti quality time jangan cuma pas pacaran aja ya kak, hihi. Makin banyakin lagi pas sudah berumah tangga biar keharmonisan tetap langgeng terjaga

    ReplyDelete
  49. Duh, self reminder banget nih. Aku udah rada-rada begini nih. Dingin-dingin nyinyir-nyinyir. Kudu ber-quality time lagi nih sama si dia. :D

    ReplyDelete
  50. Ketampar banget nih, sepertinya saya juga kurang quality time sama istri. Perlu dicontoh nih caranya.

    ReplyDelete
  51. Bener banget nih mbak. Jangankan yang usia pernikahannya puluhan tahun kayak Mbak. Kita aja yang masih dibawah 5 tahun aja kerasa banget sepertinya butuh waktu buat quality time lagi berdua.

    ReplyDelete
  52. Kami kalo menginginkan quality time biasanya muter2 pas sore, pulangnya beli kue cemilan dan dimakan bareng-bareng setelah maghrib. Selama ini itu sih yang lumayan ampuh buat kami. Soalnya mau liburan jauh gak punya ongkos hihi

    ReplyDelete
  53. Quality time bisa banyak versi dan bisa diadaptasi sesuai kebiasaan masing2 pasangan. Kalau saya dan suami, sukanya pillow talk. Itu kl ngobrol berdua setelah anak2 tidur, bisa sampai pagi. Adaaa aja yg dibahas. Atau kita nonton F*x Movies yang seru berduaan, trus ada yg rada nge-thrill, saya langsung deh sembunyiin muka di bahu suami, ah gitu aja udah endah dehh... ahaha

    ReplyDelete
  54. Sama sahabat aja kadang harus ada quality time ya mbak, apalagi dengan pasangan hidup. Quality time bisa banget mempererat hubungan satu sama lain. Disitu lah kita belajar untuk lebih memahami lagi. ^^

    ReplyDelete
  55. Wuah quality time ini memang wajib dimiliki oleh semua orang. Apalagi saya malah ngerasa terlalu sibuk mengurusi urusan duniawi yang kagak kelar-kelar. Adudu ...

    ReplyDelete
  56. kak icaaaa itu anak2 gak rewel itu jam segitu? gak mengganggu jam tidurnya? wkwkwk

    ReplyDelete
  57. Kalau saya mah gampang,, ,gue orgnya ngotot, ,lgsg gas tanya,, abg knp nyuekin adek, apa udah ga suka lagi ya, ,baru lah lakik terheran2 hahahaa

    ReplyDelete
  58. Ya ampun kak, yang jaohan lah klien quality time 😂 tengah malam pulak itu. Btw aku perlu QT memang huhu, selama hamil kok emosian aja akuh 🙄

    ReplyDelete
  59. Penting banget memang selain bonding untuk sang anak kita pun sebagai orang tua memberikan perhatian yang terlupakan jika kita sedang sibuk dan quality time juga mempunyai impact positive buat perkembangan anak

    ReplyDelete
  60. Lebaran tahun ini menjadwalkan quality time bersama keluarga besar. Semoga hal yang direncanakan ini bisa terealisasikan agar semakin harmonis.

    ReplyDelete
  61. Setuju sekali, mbak. Relasi suami-istri itu harus terus di perjuangan, salah satunya dengan menghabiskan waktu berkualitas berdua. Memang ini jadi tantangan sesudah ada anak, tapi harus pinter cari cara punya waktu berdua aja :)

    ReplyDelete
  62. Quality time bersama suami buat aku tuh hal urgent dan harus di segerakan. Untuk Membangun suasana rasa rumah tangga yang manis serta menyenangkan.

    ReplyDelete
  63. Ternyata sedih juga karena masih kurang waktunya untuk ber quality time bersama pasangan. Karena keadaan yang memaksa untuk terus bekerja demi mencukupi kebutuhan hidup.

    Semoga kedepannya memiliki banyak waktu untuk bersama keluarga.

    ReplyDelete

Total Pageviews