Langsung ke konten utama

Tips Anak Doyan Makan Sayur

"Ih...gemes deh mba.. anaknya mau makan sayur. "
"Waaah..hebat si abang ya..mau makan rebusan.."

Sering kudapati orang-orang berkomentar begitu saat melihat anakku makan. Apalagi Alzam,  anak ketiga ku itu akan protes bila tidak ada sayur saat dia akan makan.


Meet My Son Alzam 

Makan sayur sangat penting bagi anak-anak.  Sayangnya memang kebanyakan anak-anak tidak begitu menyukai rasa sayur.

Syukur Alhamdulillah,  semua anak saya doyan sayur. Bukan cuma wortel dan brokoli. Sayuran hijau pun suka.
Sayuran hijau bukan hanya daun ubi tumbuk atau diberi santan seperti sayur manis, atau ditumis.
Bahkan sayur daun hijau tersebut hanya dimasak bening atau rebus.

Yang lebih mencengangkan,  sawi pahit dibening pun mau dimakan.
Sampai-sampai guru PAUD anakku heran melihat balita 3 tahun kok bekalnya sayur bening sawi pahit.

Semua anakku memang pemakan segala.
Hampir tidak mengalami kesusahan  saat pertama mpASI. Dan tidak juga tidak ada drama GTM yang berlarut.

Bagaimana tips agar anak mau makan sayur?
Berikut saya jabarkan beberapa tips berdasarkan pengalaman saya.


1. MPASI tanpa gula garam

Saat bayi menginjak umur 6 bulan dan kita kenalkan dengan MPASI (Makanan pendamping ASI) sebaiknya hindari penggunaan gula dan garam. Selain si kecil akan berat memproses gula dan garam dalam tubuh, mpASI tanpa gula garam akan mengenalkan si kecil akan rasa asli makanan.
Ini juga mencegah anak menjadi picky eater (pemilih makanan).

2. Kenalkan sayur sedini mungkin

Selalu kenalkan sayur di tiap mpASI si kecil. Jangan cuma wortel dan kentang. Masukkan pula sayuran daun hijau di dalamnya. Dicampur dengan lauk seperti ikan, hati ayam atau daging.
Biarkan ia belajar rasa berbagai macam sayur.

3. Makanlah sayur di depannya

Bila ingin anak menjadi doyan sayur,  tentu emak juga harus menjadi pelopor dan contoh baginya. Makanlah sayur di depannya. Bila perlu, tunjukkan wajah betapa sayur itu rasanya nikmat sekali seperti sedang makan daging.
Serius. Saat saya makan sayur dengan wajah menikmati, biasanya anak akan bertanya "enak ya ma?  Mau.."


4. Buatlah bekal menarik 

Bagaimana bila si kecil sudah telat untuk suka sayur?
Buatlah bekal yang menarik seperti bento.  Sayur seperti wortel dan brokoli bisa kita bentuk dengan simpel tapi menarik minat si kecil.


Bentuk bento yang simpel cukup menarik perhatian si kecil 



Cukup mengkukus sayuran yang sudah kita cetak seperti bunga atau yang lainnya. Sayur dikukus biasanya akan mengeluarkan rasa asli dan manis khas sayur.


5. Mulai dengan sayur umum

Jangan langsung berharap si kecil akan menyukai sayur daun hijau.  Bila ternyata si kecil adalah picky eater,  mulai dengan sayur yang umum disukai anak. Misalnya wortel,  brokoli yang dimasak tumis atau capcai.
Lalu kenalkan satu persatu dengan jenis yang baru. Bila si kecil tidak suka sayur bening hijau, coba diberi santan atau disayur manis. Lama kelamaan ketika ia suka, bisa dimulai dimasak bening.

6. Konsisten masak sayur setiap hari

Meski  si kecil belum juga begitu suka sayur, tetaplah konsisten untuk tetap memasak sayur sebagai menu di rumah.
Minimal ia akan coba icip-icip sayur yang kita masak.


Demikian enam tips yang emak lakukan di rumah. Meski pun anak emak tidak gendut berisi, namun lebih bugar dan jarang sakit. Alhamdulillah..

Silahkan dicoba ya mak.
Semoga berhasil..

Komentar

Nining pujianti mengatakan…
Salam kenal mbak...wahhh bermanfaat sekali tipsnya. Rasanya pengen muter wktblg supaya anakku jd demen sayur juga. Jazakillah infonya mbak
Nining pujianti mengatakan…
Salam kenal mbak...Waah...bermanfaat sekali tipsnya. Rasanya aku pengen muter waktu lagi supaya anakku suka sayur juga. Jazakillah infonya mbak
Vivi Sylvia NST mengatakan…
anakku juga susye di suruh makan sayur...
akhirnya tak cemplungin di tepung semua sayurnya. jadi mbakwan... atau tak campur kan di rollade ayam kukus itu... lumayan... dimakan
Oem Dilla mengatakan…
Nambah ilmu lagi kan buat di bagi. Ajari lah kak. Dekor bentonya
chaelliza mengatakan…
Salam kenal kak nining pujianti,
Wa iyyaki :)
chaelliza mengatakan…
Iya kak vivi. Anak doyan nya goreng ya..
chaelliza mengatakan…
Kak oem, cuma belajar otodidak liat foto2 bento yang mudah di ig atau Google.
Palingan beli nori buat ditempel di atas nasi yang dibentuk..
Desi Ayu Lestari mengatakan…
Masya Allah bermanfaat sekali artikelnya. Terima kasih buat ilmunya mbak untuk tabungan persiapan berunah tangga hehe
A.Zikria Budiman mengatakan…
wih .. bisa gitu yah..baiklah saya simpan dimemori saya kak, saat saya dah ada baby nanti akan diterapkan
chaelliza mengatakan…
Sama-sama kak desy ayu..
Terimakasih Udah mampir
chaelliza mengatakan…
Dek zik.. di rumah kan banyak baby ya.. heheheh baby meong.
Didoakan Ni segera dapet undangan dari dek zik, undangan walimahan.. Aamiin
Chaycya O Simanjuntak mengatakan…
"Makanlah sayur di depan anaknya". Dan ini bener banget. Mamaku melakukannya ke kami di masa kecil. Makan selalu ada sayur. Dan sekarang, kebawa terus. Makan wajib ada sayurnya.
Yanti Ani mengatakan…
Tips pasti manjur nih, secara pengalaman pribadi ya mbak? 😊
Dyah Ummu AuRa mengatakan…
Benar.. aku udh mulai sounding makan sayur ma anak2. Alhamdulillah sayur buah mereka mau semua.
Zul Harmin mengatakan…
bagus kali tipsnya kak
Muhammad Irsyad mengatakan…
Jadi kepikiran, sampe sekarang nggak terlalu suka makan sayur. Kecuali daun ubi tumbok pake sambal teri hahaha
chaelliza mengatakan…
Iya kak yanti.. ♥♥
chaelliza mengatakan…
Good Job kak dyah.. ♡♡
chaelliza mengatakan…
Iya kak chay..
makasih sudah berkunjung dimari ♥♥
chaelliza mengatakan…
Makasih zul..
jangan lupa kalo kopdar bawa durian ya.. wkwkwk
chaelliza mengatakan…
Iiiih Mandailing kali ya kak irsyad.
anak saya juga paling doyan. Tapi sayur bening dan rebus juga suka..

Postingan populer dari blog ini

dua garis biru di mata emak-emak

Kali ini bukan mau review film ya mak..

Kali ini cuma mau membahas kontroversi film yang akan beredar tanggal 11 juli 2019 mendatang.
Pas banget pas liburan.

Dilihat dari berbagai trailer film Dua Garis Biru di Internet,  tau lah kita bahwa dua pemeran utama film ini adalah Dara dan Bima.

Biasalah, dua anak muda yang saling jatuh cinta ini digambarkan layaknya orang yang lagi kasmaran.
Namun, keduanya kemudian menyesali karena kehilangan kontrol gaya berpacaran hingga hamil.

Emak, serasa cerita ini begitu familiar di kehidupan kita.
di kehidupan sehari-hari, kita dapati bukan satu dua lagi anak gadis yang tiba-tiba menikah lalu beberapa bulan kemudian sudah menggendong bayi mungil.

Jangankan di kota mak, di pinggiran kabupaten seperti saya saja sudah banyak.
Kadang saya sampe malu melihat anak-anak gadis tersebut yang santai saja keluar rumah dengan perut membesar.
Duhai,  betapa MALU sudah hilang dari masyarakat kita. Yang katanya kita budaya timur, mungkin sudah tak membekas lagi d…

piknik seru di danau siombak

Akhir pekan adalah saat nya bersama keluarga. Menghabiskan waktu yang berkualitas agar suasana dalam keluarga semakin hangat.  Nah, untuk Medan sendiri, Danau Siombak adalah tempat wisata Medan yang sebenarnya bukan "barang baru".

Terletak di Jalan Paya Pasir, Medan Marelan tempat wisata Medan ini sebenarnya sangat mudah dijangkau.  Ikuti saja jalan besar Marelan,  nantinya saat berbelok ke kanan, di sisi kiri akan didapati jalan Paya Pasir lengkap dengan spanduk Danau Siombak. Bila masih belum ketemu, boleh juga klik di Google maps,  Danau Siombak. 

Seperti yang saya katakan, tempat wisata Medan ini sebenarnya bukan barang baru. Danau Siombak sudah terbuka untuk umum sejak bertahun lalu, namun sekarang tampilannya sudah jauh berubah. Yap! Semakin banyak perbaikan di sana-sini yang membuat Danau Siombak layak dikunjungi bersama keluarga. 

Tempat wisata Medan ini, buka setiap hari loh, dari pagi hingga jam 6 sore (Menjelang Maghrib). Menurut Bang Reza,  salah satu petugas pe…

manfaat menulis bagi emak

Hai Mak..
Buat emak yang stay at home, ayo ngaku.. Udah berapa lama kah tidak menulis?
Hihi, palingan emak-emak memegang pulpen saat menandatangani buku anak, atau mengisi form pendaftaran anak masuk sekolah.  Selebihnya,  ahhh hampir tidak pernah ya Mak!
Taukah Mak,  buat emak-emak seperti kita menulis itu memiliki banyak sekali manfaat. Bermanfaat untuk kesehatan Jiwa dan raga loh.. ah lebay.. Swear deh!
Gak percaya?  Yuk kita kupas satu-satu manfaat menulis untuk emak.
1. Menulis agar terorganized
Hidup jadi semakin terorganisir kalo emak menulis. Cobalah emak buat jurnal pengeluaran dan pemasukan bulanan. Bukan hanya menjadi terorganisir, kita pun jadi lebih bijak dalam menentukan pengeluaran yang benar-benar urgent. Mudah-mudahan sih itu bermanfaat untuk memacu kita mendapatkan pemasukan yang lebih besar ya, heheheh.
Selain itu, emak juga bisa membuat daftar belanja bulanan dan juga daftar menu makanan bulanan. Ini penting biar setiap pagi membuka mata, emak gak selalu bertanya-ta…