Langsung ke konten utama

Cerita Pengasuhan: Induksi Lewat Infus, Luarrr Biasa!

Zia, anak ke 4




Sebentar lagi, emak akan memasuki pengalaman persalinan ke lima.
Tiba-tiba emak flashback ke pengalaman persalinan ke empat.

Cerita persalinan ke empat tentu tidak akan terlupa.
Apakah yang pertama hingga ke tiga sudah lupa?
Ya nggak lah.

meskipun ke empat persalinan dilalui secara normal, bedanya yang ke empat dilalui dengan induksi infus.

apa itu induksi lewat infus?

Yuk kita cerita..

Malam Minggu, emak masih sempat ngajarin tetangga yang mau belajar bikin bolu ubi ungu.
Akhirnya tiga loyang jadilah..

kebiasaan emak pas hamil tua, habis isya biasanya udah tepar trus langsung tidur.
Tapi karena jam tidur udah lewat karena bolu,  akhirnya jadi beneran gak bisa tidur.

anak-anak sudah tidur,  paksu pun pulang.
Eeeh dia bawa makanan.
Makanlah kami berduaan sambil nonton tivi.
Jam sudah pukul 1, tapi ngantuk malah nguap entah kemana.

Tiba-tiba air mengalir seperti buang air kecil yang tak tertahan.
"Ehh, air apa ni.. adek gak ngompol kok.." Tanya ke paksu yang sebenarnya gak minta dijawab.

Setelah ganti baju, terulang kembali,
lalu bilang ke paksu ini Udah siaga 1. Air ketuban udah merembes.

Lalu siap-siap ke bidan.
Nunggu jemputan,  keluar tanda lahiran.  Cairan pelindung rahim ikut luruh bersamaan dengan air ketuban yang terus merembes.

Jemputan datang,  anak-anak dalam keadaan tidur dimasukkan dalam mobil,  trus berangkat ke bidan.

Jam setengah tiga pagi bidan periksa dalam keadaan mengantuk.
"Belum ada bukaan. Mungkin cuma kembar air.." Katanya.
"tapi kak,  kaki saya gak bengkak." ( Biasanya kembar air kaki nya juga sering membesar di akhir trisemester).

"mhh.. besok pagi kita periksa lagi ya.."
"Kami pun balik ke rumah kakak ipar karena lebih dekat.

Jam 10 pagi kami (berdua saja dengan paksu) balik lagi ke bidan.
Anak-anak dititip di rumah kakak ipar.

Bidan periksa kembali. Masih bukaan 1.
Katanya, ditunggu bukaannya.
Jam 12 menyapa,  bidan periksa kembali.
Udah bukaan 2, tapi air ketuban terus menerus ngerembes.

"Kita induksi ya.. lewat infus" Katanya.
"gak ada jalan lain kak?" Tanyaku.
"Air ketuban mulai sedikit, detak jantung bayi juga gak beraturan.  Takut kelamaan.." Katanya.


Pas! Kemarin emak baca pengalaman shiren sungkar pun melahirkan pake induksi infus.

Komennya, sakit banget.

Aku pun cuma bisa menghapus memori dan berkeyakinan bahwa induksi lewat infus itu tidak sakit.


Setengah jam pertama,  aman..
emak masih bisa baca juz 30 hingga selesai.
Setiap gelombang cinta yang datang (his/kontraksi) masih bisa dihadapi dengan  terus doa.

paksu pamit shalat dzuhur di masjid, sebelumnya bertanya dulu apakah aku aman ditinggal?
Aku bilang ok.

Setelah paksu balik, barulah mulai gak selow.
Setiap datang, aku tak bisa bersuara melafal doa, hanya diam sambil dalam hati berdoa.

Aku putuskan paksu menggotong saja aku ke ruang bersalin,  dan memanggil bidan.

Aku pun pelan-pelan menenangkan diri sendiri.
di ruang bersalin, seperti rasa sakit antara hidup dan mati hingga tak sadar tangan mulai menjambak apa yang bisa diraih.

Bidan datang,
"Istighfar bu.. Sabar.. jangan didorong dulu.."
Ia menyiapkan persalinan secepatnya.
Aku terus mendorong tanpa sadar.
hingga akhirnya instruksi,
"Ya.. sekarang dorong kuat.."

Keluar lah si baby.
Tak terasa aku menangis sambil hamdallah.

Serius, anak pertama hingga tiga tak pernah punya pengalaman seperti ini.

Ternyata memang induksi infus adalah pilihan yang tepat di saat proses lahiran harus segera dilakukan.

Ada banyak hal kenapa harus.
yang pertama biasanya karena bayi sudah lewat minggu persalinan atau di atas 40 minggu.
kedua, karena proses lahiran stag di bukaan tertentu.
atau karena memang dikhawatirkan kehabisan air ketuban seperti keadaan emak.

Duh, nyeritainnya aja bikin emak udah mules.

Selesai si baby keluar, bidan langsung berkata..

"Memang, sakit sekali ya induksi.. Tapi yang penting si baby udah keluar, langsung lega.."

Dan syukurnya bayi di dalam tidak ikut stress karena emaknya kesakitan.
Memang ada beberapa resiko yang bisa didapat dengan induksi infus.
Selain resiko baby stress di dalam kandungan, ada beberapa kasus rahim retak.
Dengar nya serem iih..

Tapi Alhamdulillah semua sudah dilalui.

Eh,, sekarang persiapan ding.. mau mulai menyiapkan mental untuk menghadapi persalinan ke lima.
Bismillah...

Komentar

jendelamamak mengatakan…
Semangat mak!!! Emak setrong ini mah... :D
chaelliza mengatakan…
Yes semangat! -♡♡♡
LinRaNa Mom mengatakan…
tak kirain itu new baby...
hehehehehe
rupanya mengenang.... adek zia kah itu?
Dika_zikria.mua mengatakan…
takut.. tp penten punya jg kak.huhu
Hydriani mengatakan…
Masyaallah jadi yg sekarang ini sudah hamil yang ke 5 ya kak, mudah2an dilancarkan ya proses persalinannya :)
chaelliza mengatakan…
Iya kak vi..
ampun dah kalo udah induksi...
chaelliza mengatakan…
Jangan takut zik, tiap orang pengalaman lahiran beda 2 kok.
orang tiap anak aja bisa beda.
hehehe
chaelliza mengatakan…
Iya kak iid..
Aamiin, semoga diijabah Allah doanya. ♥
noviahimsa mengatakan…
Memang diinduksi lewat infus itu rasanyaaaa masyaAllah..aku jg ngerasain kemarin kak pas anak kedua. Alhamdulillah sehat sehat trs ya kak..
Oem Dilla mengatakan…
Semoga saya bisa jadi paksu siaga kalo ada kesempatan
chaelliza mengatakan…
Aamiin..

Iya Nov, semua yang diinduksi lewat infus pasti tau bedanya sama lahiran normal tanpa induksi. Hihihihi

chaelliza mengatakan…
Aamiin, semoga cepat terkabul kak oem...
Irsyad Muhammad mengatakan…
Baca tulisan ini jd banyak pengetahuan baru tentang persalinan nih kak
Harus selalu siaga satu nnti kalau udh jd suami hahaha
chaelliza mengatakan…
Yes, harus ya..
Yanti Ani mengatakan…
Tiap anak beda cerita ya kak persalinannya, anakku yg kedua yang payah kemarin tapi tidak sampai induksi sih
Ceritajalan.com mengatakan…
Ya Allah Ichaa udah pengsan aq bacanya, takut x aq melahirkan beneran tapi zia luar biasa skrg yah penyemangat emaknya yg kesakitan dlu. Semoga menjadi ibu yg mencetak anak soleh/ha dan masuk surga.
Cerita Gadis Kecil mengatakan…
Berasa ada di persalinan... Btw udh lima anaknya ya kak?
Una El-Anshari mengatakan…
Yang masih single meringis bacanya maaakk
Aku emang selalu takut dengar cerita lahiran atau nonton video2 gitu

Mudah-mudahan nanti pas waktunya, gak takut hi ihihi
Pangeran Muda mengatakan…
Ehh kok serem yaa 😁😁😁...
Duuhhh gak kebayang gimana perjuangan seorang ibu melahirkan.
Ditambah lagi aku yang takut darah ihh gimana ya
Paradigma mengatakan…
Selalu diberi ketabahan ya kak, menjalaninya 🤲 dan juga semoga kelahiran anak ke 5 kk dimudakan 🙏🙏
Bocah Udik mengatakan…
Baca ini kog jadi ngilu ya. Hahahaha

Induksi infus ini dilakukan setelah air ketuban keluar ya kak? Alfie baru tau kalau ada induksi infus gini. Kirain cuma disuntik bius dan melahirkan.

Semoga lahirannya lancar ya kak... Aamiin
chaelliza mengatakan…
Yes kak, beda 2.
Malah anak kedua saya paling cepat lahiran nya. ♥
chaelliza mengatakan…
Aamiin...
Makasih kak echy ♡♡
chaelliza mengatakan…
Alhamdulillah iya Gacil..
chaelliza mengatakan…
Iya una, kalo udah waktunya InsyaAllah siap itu...
chaelliza mengatakan…
Aamiin.
Makasih ♥
chaelliza mengatakan…
Induksi infus boleh dilakukan kalo beberapa keadaan, Misalnya baby udah lewat bulan, bukaan lahiran stag, atau air ketuban udah tinggal sedikit.
uniuna mengatakan…
Saya bacanya ikut tegang,..apalagi yg jalanin ya kak..😁
Makanya besarnyaaa lah pahala seorang ibu tu ya..
Alhamdulillah semua selamat dan sehat.. Moga jadi anak sholihah ya..
Dan smg persalinan berikutnya mulus dan lancar ya kak..
chaelliza mengatakan…
Hihihi, nanti kan garra yang nemenin istri lahiran..
chaelliza mengatakan…
Aamiin.. Makasih uniuna ♥

Postingan populer dari blog ini

dua garis biru di mata emak-emak

Kali ini bukan mau review film ya mak..

Kali ini cuma mau membahas kontroversi film yang akan beredar tanggal 11 juli 2019 mendatang.
Pas banget pas liburan.

Dilihat dari berbagai trailer film Dua Garis Biru di Internet,  tau lah kita bahwa dua pemeran utama film ini adalah Dara dan Bima.

Biasalah, dua anak muda yang saling jatuh cinta ini digambarkan layaknya orang yang lagi kasmaran.
Namun, keduanya kemudian menyesali karena kehilangan kontrol gaya berpacaran hingga hamil.

Emak, serasa cerita ini begitu familiar di kehidupan kita.
di kehidupan sehari-hari, kita dapati bukan satu dua lagi anak gadis yang tiba-tiba menikah lalu beberapa bulan kemudian sudah menggendong bayi mungil.

Jangankan di kota mak, di pinggiran kabupaten seperti saya saja sudah banyak.
Kadang saya sampe malu melihat anak-anak gadis tersebut yang santai saja keluar rumah dengan perut membesar.
Duhai,  betapa MALU sudah hilang dari masyarakat kita. Yang katanya kita budaya timur, mungkin sudah tak membekas lagi d…

piknik seru di danau siombak

Akhir pekan adalah saat nya bersama keluarga. Menghabiskan waktu yang berkualitas agar suasana dalam keluarga semakin hangat.  Nah, untuk Medan sendiri, Danau Siombak adalah tempat wisata Medan yang sebenarnya bukan "barang baru".

Terletak di Jalan Paya Pasir, Medan Marelan tempat wisata Medan ini sebenarnya sangat mudah dijangkau.  Ikuti saja jalan besar Marelan,  nantinya saat berbelok ke kanan, di sisi kiri akan didapati jalan Paya Pasir lengkap dengan spanduk Danau Siombak. Bila masih belum ketemu, boleh juga klik di Google maps,  Danau Siombak. 

Seperti yang saya katakan, tempat wisata Medan ini sebenarnya bukan barang baru. Danau Siombak sudah terbuka untuk umum sejak bertahun lalu, namun sekarang tampilannya sudah jauh berubah. Yap! Semakin banyak perbaikan di sana-sini yang membuat Danau Siombak layak dikunjungi bersama keluarga. 

Tempat wisata Medan ini, buka setiap hari loh, dari pagi hingga jam 6 sore (Menjelang Maghrib). Menurut Bang Reza,  salah satu petugas pe…

manfaat menulis bagi emak

Hai Mak..
Buat emak yang stay at home, ayo ngaku.. Udah berapa lama kah tidak menulis?
Hihi, palingan emak-emak memegang pulpen saat menandatangani buku anak, atau mengisi form pendaftaran anak masuk sekolah.  Selebihnya,  ahhh hampir tidak pernah ya Mak!
Taukah Mak,  buat emak-emak seperti kita menulis itu memiliki banyak sekali manfaat. Bermanfaat untuk kesehatan Jiwa dan raga loh.. ah lebay.. Swear deh!
Gak percaya?  Yuk kita kupas satu-satu manfaat menulis untuk emak.
1. Menulis agar terorganized
Hidup jadi semakin terorganisir kalo emak menulis. Cobalah emak buat jurnal pengeluaran dan pemasukan bulanan. Bukan hanya menjadi terorganisir, kita pun jadi lebih bijak dalam menentukan pengeluaran yang benar-benar urgent. Mudah-mudahan sih itu bermanfaat untuk memacu kita mendapatkan pemasukan yang lebih besar ya, heheheh.
Selain itu, emak juga bisa membuat daftar belanja bulanan dan juga daftar menu makanan bulanan. Ini penting biar setiap pagi membuka mata, emak gak selalu bertanya-ta…