Langsung ke konten utama

NWP a.k.a Nursing while Pregnant



"Lagi hamil bu?" Tanya seseibu.
"Ohh.. iya.." jawabku.
"Kakaknya masih kecil ya.. Kasian.." Katanya lagi dengan gelombang suara yang mental dari kuping emak ini..

Memang, aku terbiasa dengan komentar-komentar miring orang terhadap anak-anak kami yang seperti anak tangga bersusun.

Bayangkan, di usia anak sulung ke tiga tahun,  dia sudah punya 2 adik.
Sebagai manusia yang penuh perencanaan tentu saja emak pengen STOP.
Udah cukuplah ya anak 3.
Udah rame banget itu di zaman now.


Membesarkan anak 3 itu saja emak lalui dengan NWP.
apa sih NWP?
NWP itu Nursing While Pregnant.  Alias Tetap Menyusui meskipun lagi hamil.

NWP pertama hanya emak lakukan 3 bulan pertama kehamilan sekaligus pengalaman pertama.
Secara ilmu masih cetek, belum lagi zaman itu belum banyak komunitas seperti AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) yang bisa memberi support, ilmu dan saling menguatkan antar anggota.

dan lagi saat itu emak belum tahan sama komentar julid mamak2 senior.
Apalagi saat komen:
"IIh. ASI nya udah jadi darah itu.."
"Ih.. badan anaknya jadi kurus itu gara2 masih disusui padahal lagi hamil..."
"Ih..kasih susu formula aja lah.."

And the bla.. bla..bla..


Saat hamil anak ketiga emak pun NWP hingga kehamilan 5 bulan.
Gak NWP lagi bukan karena komentar julid, tapi si kecil yang menyerah atas rasa asi yang sudah mulai berbeda.
Sebenarnya kandungan asi masih saja tetap baik.
Tidak ada asi basi apalagi jadi darah..

proses menyusui anak ketiga MANTAP JIWA.
berhasil 2 tahun pas. Menyapih juga pas.
Pokoknya si emak merasa inilah anak terakhir saya..
punya anak lagi, its big no no..
Sampe2 emak buang (kasih) ke orang semua perlengkapan bayi dan pernak pernik ibu hamil , menyusui termasuk semua jenis gendongan..


Manusia cuma berencana, Allah jua lah yang menentukan.
Emak hamil lagi saat anak terakhir berumur 2 tahun 9 bulan.

Emak denying eh deny-ing.
Pokoknya gak nerima lah saat itu kok hamil lagi..

Tapi kemudian sadar, aaah.. Siapa yang bisa menolak takdir dan rezeki.

Akhirnya anak ke 4 lahir dan menjalani proses jadi ibu seperti biasa.

Ada satu hal yang tak lagi terduga.
Emak hamil kembali padahal masih proses aktif menyusui dan belum mendapat jadwal haid bulanan semenjak selesai nifas.

Emak menyadari hamil ketika sudah dibeliin testpack sama paksu.
denial lagi?
Iya lah..

Masih menyusui, belum aktif menstruasi,  kok bisa?

Apa sih yang gak bisa hanya dengan KUN FA YAKUN..

Emak kesel lah ke suami karena udah beli testpack. Orang awalnya disuruh beli obat asam lambung, kok malah bawa testpack.

Hm.. Akhirnya sadar , ternyata sakit bukan karena asam lambung. Tapi karena hamil yang membuat lambung menjadi tinggi kadar asam nya.

Sadar juga setelah suami bilang
"Kufur adek nanti kalo gak terima takdir Allah.."

Kami berdua pun ibarat pasangan kekasih yang hamil di luar nikah.
berdua tanpa ada yang tau (terutama keluarga) kalo emak hamil lagi.
Tetangga juga sadar setelah kehamilan masuk di tri semester menjelang ketiga.

"Loh loh masih nyusu anaknya?" Beberapa komen sering meluncur begitu saat emak menyusui dek Zia.

Secara emak udah cukup matang soal NWP, emak woles lah..

So..
Apa aja yang perlu diperhatikan saat emak hamil mau tetap NWP?

Yuk kita bahas satu-satu.

■ pastikan kehamilan emak kuat.
   Tak jarang memang banyak emak yang mengalami pendarahan hingga keguguran saat hamil. Bila ibu hamil pernah punya riwayat keguguran,  sebaiknya jangan lakukan NWP. Dikhawatirkan proses menyusui akan membahayakan janin dalam rahim dan menjadi penyebab keguguran.


■ kuatkan azzam
NWP itu gak semudah kelihatannya loh. seandainya emak yang suka julid itu tau rasanya NWP , betapa LAZID rasanya puting saat menyusui,  persis di awal menyusui lagi,  sakit beuuuut.

Belum lagi, semakin hamil tua, ketika menyusui si calon kakak,  itu rasa payudara berdenyut ibarat kena Mastitis.

Memang harus punya tekad yang kuat saat ingin memberikan hak kepada anak untuk menyusui si kecil hingga 2 tahun.


■ nutrisi sebaiknya dijaga
ASI nya udah basi tuh..  atau asi nya udah jadi darah..

Itu cuma mitos ya mak emak.

Asi tetaplah bergizi baik.
Hanya saja rasanya sudah berubah. Kuantitas juga mulai menurun.  Karena tubuh sedang memprioritaskan untuk memberi nutrisi ekstra pada janin yang kita kandung,
MasyaAllah luar biasa bukan penciptaan Allah..

Lalu, kalo nutrisi kita kurang?
Ya..tubuh akan mencuri dari ketersediaan tubuh ibu.

Makanya kalo mau fit, harus penuhi nutrisi dengan baik.


■ tutup telinga, happy aja
Sekali-sekali kita memang harus "bodo amat" dengan komentar orang lain.
Apalagi orang cuma bisa ngasih komen tanpa ngasih dana.. Uhuk.
Misalnya, "udah lah.. kasih susu formula aja.. Kasian jadi kurus gara2 masih disusuin.."

Nah.. Harusnya jadi "mak.. ini uang beli susu si kecil ya.. kasihan kalo masih nyusu.."

Meskipun belum tentu emak setuju, minimal kalo orang komennya begitu lebih asyik daripada komen gratis.

Belum lagi kadang gak semua emak tahan dikomenin.  Jadi lebih baik tutup telinga. Buatlah dirimu happy karena si kecil dalam kandungan yang akan terasa efeknya kalo kita sedih.

■ mintalah support orang terdekat
paling utama ya paksu.  Yap, suami yang harus membesarkan hati ibu hamil bila mendapat banyak cibiran tentang NWP.
Suami harus sediakan telinga yang selebar gajah untuk menampung unek-unek sampah dari luar yang disampaikan istri.
sering2 peluk biar hormon bahagia istri tetap mengalir.
paling enak sih ya, kalo selalu dibeliin makanan mood booster biar istri happy.
tapi disesuaikan lah dengan keadaan..

Asal ibu hamilnya gak kelewat  batas aja..

Mau niru2 ala ngidam Artis Tasya.
mau makan nasi briyani langsung ke Little India di Singapore.

Eh.. Nanti emak minta kebab langsung berangkat ke Turki pula. Kan kelewatan.
Disangka suaminya setajir Reino suaminya Syahrini..

Kalo medan, minta ke Turki yang dekat Gakpapa sih..
Tuntungan belok kiri.  Wkwkwk


Sekian lah mak..
Pernak pernik NWP ala saya, emak anak hampir 5.
jangan lupa konsul sama dokter dan jaga kesehatan ya..

Semoga bermanfaat.  ♥♥♥

Komentar

Nining pujianti mengatakan…
Bener mbak...sesekali kudu sebodo'teing yak' sama orang yang cuma ngasi komen mending ngasi dana...hahahaha..di keluarga ku sudah mulai ramai NWP alhamdulillah nggak pada julid sih, udah mulai bisa nerima.
LinRaNa Mom mengatakan…
haizzz... sabar mak...
ndak usah perhatiin orang kek gitu.. perhatiin aja awak.. kalo orang hamil, awak pun pengen hamil pulak.
kalo orang punya baby, awak pun pengen punya baby pulak...

apalah daya..
chaelliza mengatakan…
Yes.. Bener itu bu dokter ♥♥
chaelliza mengatakan…
Love love lah kak vivi nih...
Novi Ahimsa Rosikha mengatakan…
Semangat kaak. Sehat2 bayinya. Aku dl hamil anak kedua jg belum siap,eh malah kena tokso. Langsung ampu tobat sama Allah. Alhamdulillah anaknya sehat udah mau setahun.
Bocah Udik mengatakan…
Tak usah mikirin dan dengerin omongan orang kak... Biarin aja. Hahahaha

Yang penting, aku bangga bisa lihat seorang wanita yang mau hamil karena di beberapa negara, sudah ada yang tidak mau hamil lagi.
chaelliza mengatakan…
Yes kak..
Syukur Alhamdulillah semua Sehat2 ya
chaelliza mengatakan…
Hihihi..
yang mau hamil cuma surrogate mother ya kak alfie.
Oem Dilla mengatakan…
Abaikan smua Mom Shaming itu kak. Semoga kakak disehatkan selalu.
astri siregar mengatakan…
Tetap semangat, kak, kadang yang komentar tidak memahami apa yang kakak jalani.
Dyah Ummu AuRa mengatakan…
Inget dulu.. berhasil saat hamil rais, auni masih usia 11 bulan. Alhamdulillah sukses NWP tapi menyerah saat mau tandem 😁
chaelliza mengatakan…
Pengalaman nwp memang berkesan ya kak dyah ♥
chaelliza mengatakan…
Makasih kak oem...
#terharu
chaelliza mengatakan…
Yes astri..
Bener ♡♡
Hydriani mengatakan…
Banyakan yg saya tau pas hamil lagi gak disarankan utk NWP khawatir nanti anaknya keguguran atau kontraksi perut. Tapi maknya gak ya, subhanallah kuasa allah ini..
chaelliza mengatakan…
Nwp memang harus liat history kehamilan sebelumnya kak. kalo udah pernah punya riwayat keguguran , emang tidak disarankan

Postingan populer dari blog ini

dua garis biru di mata emak-emak

Kali ini bukan mau review film ya mak..

Kali ini cuma mau membahas kontroversi film yang akan beredar tanggal 11 juli 2019 mendatang.
Pas banget pas liburan.

Dilihat dari berbagai trailer film Dua Garis Biru di Internet,  tau lah kita bahwa dua pemeran utama film ini adalah Dara dan Bima.

Biasalah, dua anak muda yang saling jatuh cinta ini digambarkan layaknya orang yang lagi kasmaran.
Namun, keduanya kemudian menyesali karena kehilangan kontrol gaya berpacaran hingga hamil.

Emak, serasa cerita ini begitu familiar di kehidupan kita.
di kehidupan sehari-hari, kita dapati bukan satu dua lagi anak gadis yang tiba-tiba menikah lalu beberapa bulan kemudian sudah menggendong bayi mungil.

Jangankan di kota mak, di pinggiran kabupaten seperti saya saja sudah banyak.
Kadang saya sampe malu melihat anak-anak gadis tersebut yang santai saja keluar rumah dengan perut membesar.
Duhai,  betapa MALU sudah hilang dari masyarakat kita. Yang katanya kita budaya timur, mungkin sudah tak membekas lagi d…

piknik seru di danau siombak

Akhir pekan adalah saat nya bersama keluarga. Menghabiskan waktu yang berkualitas agar suasana dalam keluarga semakin hangat.  Nah, untuk Medan sendiri, Danau Siombak adalah tempat wisata Medan yang sebenarnya bukan "barang baru".

Terletak di Jalan Paya Pasir, Medan Marelan tempat wisata Medan ini sebenarnya sangat mudah dijangkau.  Ikuti saja jalan besar Marelan,  nantinya saat berbelok ke kanan, di sisi kiri akan didapati jalan Paya Pasir lengkap dengan spanduk Danau Siombak. Bila masih belum ketemu, boleh juga klik di Google maps,  Danau Siombak. 

Seperti yang saya katakan, tempat wisata Medan ini sebenarnya bukan barang baru. Danau Siombak sudah terbuka untuk umum sejak bertahun lalu, namun sekarang tampilannya sudah jauh berubah. Yap! Semakin banyak perbaikan di sana-sini yang membuat Danau Siombak layak dikunjungi bersama keluarga. 

Tempat wisata Medan ini, buka setiap hari loh, dari pagi hingga jam 6 sore (Menjelang Maghrib). Menurut Bang Reza,  salah satu petugas pe…

manfaat menulis bagi emak

Hai Mak..
Buat emak yang stay at home, ayo ngaku.. Udah berapa lama kah tidak menulis?
Hihi, palingan emak-emak memegang pulpen saat menandatangani buku anak, atau mengisi form pendaftaran anak masuk sekolah.  Selebihnya,  ahhh hampir tidak pernah ya Mak!
Taukah Mak,  buat emak-emak seperti kita menulis itu memiliki banyak sekali manfaat. Bermanfaat untuk kesehatan Jiwa dan raga loh.. ah lebay.. Swear deh!
Gak percaya?  Yuk kita kupas satu-satu manfaat menulis untuk emak.
1. Menulis agar terorganized
Hidup jadi semakin terorganisir kalo emak menulis. Cobalah emak buat jurnal pengeluaran dan pemasukan bulanan. Bukan hanya menjadi terorganisir, kita pun jadi lebih bijak dalam menentukan pengeluaran yang benar-benar urgent. Mudah-mudahan sih itu bermanfaat untuk memacu kita mendapatkan pemasukan yang lebih besar ya, heheheh.
Selain itu, emak juga bisa membuat daftar belanja bulanan dan juga daftar menu makanan bulanan. Ini penting biar setiap pagi membuka mata, emak gak selalu bertanya-ta…